Di Tapsel PNPM MP Berakibat Perambahan Hutan

Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (Kompel) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan mengecam pembukaan jalan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan yang berakibat pada perambahan hutan lindung.

Kecaman disampaikan ketua dan sekretaris Kompel UMTS Hendrawan Hasibuan dan Pebriano Dasopang. Mereka minta pihak kepolisian untuk segera bertindak.

Kecaman ini terkait pembukaan jalan usaha tani sepanjang 4,2 kilomter oleh PNPM MP Desa Goti, kecamatan Padangsidmpuan Tenggara, kota Padangsidimpuan, yang membuka jalan hingga ke hutan lindung di Dolok Adian Siulik-Ulik, kecamatan Batang Angkol, kabupaten Tapanuli Selatan.

“Kita minta pihak kepolisian untuk segera mengusut seluruh pihak yang terkait dengan pembukaan jalan di hutan lindung ini. Utamanya melakukan pemeriksaan terhadap Koordinator Kota dan Konsultan PNPM MP yang mengakomodir serta menyutujui pembukaan jalan itu,” tegas Hendrawan.

Menurutnya, pembukaan jalan yang merusak hutan lindung itu telah berakibat pada terjadinya perambahan, pembalakan liar, dan pembakaran di ujung jalan yang dibuka tersebut.

Pihak kepolisian diminta bertindak tegas, karena Polisi Kehutanan dan Dinas Kehutanan Pertanahan Pemkab Tapsel sudah loyo dan tidak mampu mengawasi kawasan hutan di wilayah tugas mereka.

“Bila hutan lindung telah menjadi jalan raya tanpa izin, maka habitatnya akan terancam. Terjadi perambahan hutan, tidak ada lagi daerah tangkapan air, banjir bandang akan terulang dan memakan korban yang banyak. Aturan dan perundang-undangan kehutanan telah dilanggar, jangan biarkan ini terjadi,” tegas Hendrawan.

Baca Juga :  137 Perusahaan Di Padangsidimpuan Diimbau Bayar THR Paling Lambat H-7 Idul Fitri

Ditambahkannya, pembukaan jalan di hutan lindung itu jelas-jelas melanggaar Peraturan Menteri Kehutanan No.44 tahun 2005. Dinas Kehutanan Tapsel sama sekali tidak mampu menegakkan peraturan itu, sehingga pihak kepolisian diminta untuk segera bertindak.

“Korkot dan Konsultan PNPM MP yang merekomendasi pembukaan jalan itu juga harus bertanggungjawab atas perambahan dan perusakan hutan lindung ini. Karena hal ini merupakan akses dari ketidak hati-hatian mereka untuk menyetujui pembukaan jalan tersebut,” tegasnya.

Sumber; http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=132168:pnpm-mp-berakibat-perambahan-hutan&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Penggunaan dana PNPM di Kec. Marancar juga sepertinya masih kurang tepat digunakan, saat ini Kebun penduduk menjadi korban dari dana Penggunaan PNPM ini untuk membuka Jalan Baru. Bahkan saat ini ada seorang anak Desa Hauantas, kec. Marancar yang masih duduk di Kelas III SMA di Tahan di Polisi sejak akhir Juni 2010 hingga sekarang. Polisi menahan anak ini karena melakukan pemukulan terhadap petugas Developer yang membuka Jalan baru melalui Kebun Orangtuanya, dan pembukaan jalan ini sebelumnya kurang dikomunikasikan dengan pihak keluarga, sehigga membuat kebun mereka rusak dan memohon agar dicari jalan keluarnya tentang pengrusakan ini. Merasa pihak orangtua tidak diberitau sebelumnya si Anak ini datang ke kebunnya dan berusaha menghentikan pengerjaan jalan tersebut hingga ada kesepakatan terlebih dahulu antara panitia Pengelola Dana PNPM dengan orangtuanya. Dan karena hal itu diindahkan, maka si anak berusaha menghambat pengerjaan developer serta berusaha dengan berbagai cara hingga terjadilah perkelahian antar si Anak dengan salah seorang petugas Developer dan membawanya di Tahan di Kantor Polisi Kec. Batangtoru hingga sekarang sambil menunggu sidang pengadilan di Padangsidempuan.

    Si Ibu anak hanya pasrah dan berharap anaknya bisa bebas dan bersekolah, mengingat si Ibu orang tidak mampu maka tidak banyak upaya yang dilakukan mengingat ketidaktauan tentang Hukum dan Kemampuan yang dimiliki untuk menghadapi masalah ini. Dana PNPM ini sepertinya perlu diawasi dan dipublikasikan penggunaannya, mengingat banyak juga masyarakat yang rela memberi tanahnya secara gratis untuk membuka jalan baru dari dana PNPM ini. Namun jika tidak terpublikasikan, bukan tidak mungkin ini menjadi bisa penyimpangan2 dari peruntukkan dana PNPM tersebut.

    Pembukaan Jalan baru perlu namun Menjaga keberadaan hutan juga sangat perlu…..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*