Di Tapsel Sejak 3 Bulan Terakhir, Seribuan Penderita Chikungunya

Kamis, 15 Oktober 2009; www.metrosiantar.com

TAPSEL-METRO; Kasus demam chikungunya di Tapanuli Selatan yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Sedikitnya seribu penderita di 8 kecamatan sudah ditangani tim medis. Namun 90 persen di antaranya diklaim sudah mulai membaik karena sudah mendapat perawatan gratis.

Selain pengobatan gratis, fogging juga intensif dilakukan. Seperti Rabu (14/10) kemarin, tiga desa di Kecamatan Angkola Timur mendapatkan fogging.

Kadis Kesehatan Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Penyakit (PMK), Dr Ismail Fahmi, Rabu (14/10) mengakui penderita demam chikungunya di wilayah Tapsel sedikitnya seribuan orang. Namun setelah dilakukan pengobatan gratis dan fogging, 90 persen penderita kata Dr Ismail sudah membaik.

Dr Ismail juga mengatakan, saat ini wilayah Tapsel sudah bisa dikategorikan berstatus pencegahan chikungunya atau tidak lagi merawat para pasien chikungunya. Pihaknya hanya tinggal melakukan pengawasan di daerah-daerah untuk mengetahui perkembangan penyakit chikungunya. Begitupun, tambah Dr Ismail, untuk menganstipasi peredaran chikungunya, pihaknya tetap melakukan fogging.

“Kita sudah melakukan fogging di tiga desa di Kecamatan Angkola Timur yakni Desa Huta Baru, Sijungkang, dan Gunung Manaon, di mana menurut laporan masyarakat setempat, ada puluhan warga yang menderita demam seperti gejala chikungunya,” ujarnya sembari mengatakan, pihaknya juga telah mengambil sampel darah pasien yang mengalami demam chikungunya dan sudah dikirimkan ke Dinas Kesehatan Sumut.

Baca Juga :  Sopir Angkot Demo Kantor Walikota Sidempuan

“Wilayah Tapsel sudah positif chikungunya, tapi kita sudah antispasi dengan fogging seta juga pengobatan kepada masyarakat yang terjangkiti maupun yang sehat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Pemkab Tapsel sudah melakukan fogging si sejumlah daerah seperti di Kecamatan Sayurmatinggi tepatnya di Desa Bandar Tarutung, Panindoan, Aek Uncim, Siharbogoan, Arse Huta Baru, Aek Talakma Sayurmatinggi I, II, II, IV, Aek Libung, Aek garugur, Tano Tombangan (Tantom).

Sementara di Kecamatan Batang Toru fogging dilakukan di Desa Sumuran, Sigala-gala, Hapesong Baru dan Hapesong Lama, wilayah perkebunan PTPN III. Fogging juga sudah dilakukan di Kecamatan Muara Batang Toru, Kecamatan Batang Toru, Kecamatan Angkola Selatan, Kecamatan Angkola Barat, Kecamatan Marancar, dan Kecamatan Angkola Timur. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*