Diancam DPRD, Sekwan DPRD PALAS Telepon Polisi

PALAS-METRO; Sekretaris dewan (Sekwan) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Drs Aritonga Siregar menelepon petugas Polsek Barumun, Senin (3/5) sekira pukul 10.00 WIB. Hubungan komunikasi via handphone (HP) ini, dilakukan sekwan karena merasa terganggu dengan ancaman palang oleh anggota dewan.

Drs Aritonga Siregar yang ditemui METRO di ruangannya, mengaku, tindakannya menghubungi polisi karena merasa tidak nyaman bekerja. Sebab, seluruh anggota dewan mengancam akan melakukan pemalangan kapan saja. Jadi, tujuannya menghubungi polisi murni hanya untuk meminta perlindungan dalam bekerja.

“Saat saya berada di dalam ruangan tadi (Senin (3/5),red), ada dewan yang mau memalang pintu ruangan saya. Kontan saja saya menelepon pihak kepolisian. Saya bingung, mengapa dewan main palang-palangan? Saya hanya bertugas menjalankan amanat negara sebagai PNS. Kalau dewan mau saya dicopot, jangan begitu caranya. Saya bertugas sebagai sekwan, sebelum diberhentikan saya punya kewajiban berkantor di dewan,” sebutnya.

Sementara itu Ketua DPRD Palas HM Ridho Harahap dan seluruh anggota dewan menegaskan, ancaman pemalangan akan tetap dilakukan bila tuntutan soal pencopotan Drs Aritonga Siregar dari jabatan sekwan tidak diindahkan oleh Bupati Palas Basyrah Lubis.

Menurut HM Ridho Harahap, pergantian sekwan merupakan harga mati. Sebab, jika yang bersangkutan masih tetap menjadi Sekwan maka tidak akan ada keharmonisan lagi di antara dewan dengan Sekwan di gedung DPRD.

Baca Juga :  BEM UMTS Galang Dana untuk Korban Gempa

“Sudah empat kali kami melakukan pemalangan ruangan Sekwan, yang ketiga baru terbuka ke publik. Pemalangan pertama dan kedua dibuka sendiri oleh Sekwan. Senin (3/5) kami sepakat merencanakan pemalangan ruangan sekwan kembali. Namun, sudah terlebih dahulu diketahui Sekwan, sehingga tidak jadi kami palang. Padahal, baloknya sudah kami bawa,” ujarnya.

Ditanya apakah terjadi kericuhan antara dewan dengan sekwan sehingga personel Polsek Barumun datang ke kantor DPRD Palas, Ketua DPRD menegaskan tidak ada kericuhan. “Tidak ada kericuhan, Sekwan saja terlalu membesar-besarkan masalah dengan menghubungi polisi,” pungkasnya.

Kapolsek Barumun AKP Herwansyah Putra SH, membenarkan bahwa Sekwan menghubungi pihaknya untuk dimintai perlindungan termasuk kenyamananya dalam bekerja di gedung DPRD Palas. Namun, pihak kepolisian hanya menjadi fasilitator di antara kedua belah pihak, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita menjadi fasilitator di antara kedua belah pihak. Rabu (5/5) kepolisian akan mempertemukan kedua belah pihak. Tujuannya, agar terwujud hubungan harmonis antara dewan dengan Sekwan,” pungkas Kapolsek. (amr)

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Diancam_DPRD_Sekwan_Telepon_Polisi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*