Dianggap Bikin Ribut, Acara Wimar di Metro TV Dihentikan

Pengacara Senior Adnan Buyung Nasution dan Wimar Witoelar saat acara ulang tahun Majalah Tempo ke 40 di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (9/3). TEMPO/Arnold Simanjuntak

TEMPO Interaktif, Jakarta -Acara “Talk Indonesia” di Metro TV dihentikan. Wimar Witoelar, salah satu pembawa acaranya mengatakan penghentian dilakukan terkait kicauannya (tweet) di jejaring sosial twitter yang mengkritik Editorial Pagi di Metro TV.

Editorial yang dimaksud itu adalah saat Metro TV mengupas masalah penyerangan yang dilakukan NATO terhadap Libya. Editorial Pagi di Metro TV itu membahas soal Amerika Serikat yang dianggap mau merampok minyak Libya.

Acara itu juga mengabarkan dalam serangan yang dilakukan NATO itu ada korban sipil tewas. Padahal, kata Wimar, laporan salah satu reporter Metro TV yang berada di Libya menyebutkan tidak ada korban sipil akibat serangan tersebut. Lalu Wimar pun berkicau di twitternya. Dalam akun Twitternya, Wimar menulis, “Khadafi dianggap monster, jadi hero.”

Pada Selasa 5 April 2011, Wimar mendapat telepon dari Metro TV yang menyarankannya untuk meminta maaf atas kicauannya di Twitter itu. Pasalnya, kata Wimar, kicauan tersebut membuat pribadi-pribadi di Metro TV tersinggung. Namun, Wimar menolak. “Saya memilih mempertahankan pendapat saya. Saya lebih baik dicela lawan daripada ditinggalkan kawan,” kata Wimar.

Sebagai solusi, atas saran Metro TV, Wimar menulis kicauan di Twitternya, “My past Tweet on MetroTV-Libya has been wrongly taken as a personal attack on the owner. I was commenting on news coverage and nothing more.” Kurang lebih begini, “Kicauan saya sebelumnya mengenai Metro TV-Libya disalahartikan sebagai serangan personal terhadap pemilik. Padahal, saya hanya mengomentari pemberitaan dan tidak lebih dari itu.”

Baca Juga :  Tere Sayangkan Angklung Diklaim Malaysia & Thailand

Setelah kicauan tersebut ditulis, reaksi pun muncul dari pengikut Wimar di Twitter. Reaksi itu pun disampaikan Wimar ke Metro TV. Selain menyampaikan reaksi tersebut, Wimar juga mengisyaratkan mundur sebagai pembawa acara Talk Indonesia. Solusi itu, kata Wimar, adalah yang terbaik agar tidak terjadi permasalahan.

“Saya kan di sini (membawakan acara Talk Indonesia) cuma senang-senang. Bukan untuk uang,” ujar bekas juru bicara almarhum Presiden Abdurrahman Wahid tersebut. “Saya juga berterima kasih kepada Metro TV sudah diberi kesempatan.”

Akan tetapi –masih pada 5 April 2011 — sekitar sejam setelah mengirim reaksi tersebut, Wimar diberitahu bahwa acara “Talk Indonesia” ditiadakan.

Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo membantah penghentian acara “Talk Indonesia” terkait kritik Wimar Witoelar di Twitter.

“Enggak ada kaitannya sama itu,” ujar Suryopratomo melalui sambungan telepon, Kamis (7/4). “Wimar saja yang bikin ribut.”

Menurut Suryopratomo, penghentian acara “Talk Indonesia” merupakan urusan divisi program di Metro TV. Penghentian “Talk Indonesia” terkait evaluasi divisi program terhadap acara-acara Metro TV di akhir pekan.

“Evaluasi itu hal biasa dalam dunia televisi. Rating dan share merupakan pekerjaan programming,” kata mantan Pemimpin Redaksi Kompas ini.

Mengenai anggapan acara tersebut dihentikan karena kritik Wimar terkait pemberitaan Metro TV, Suryopratomo mengatakan, “Kalau Wimar mengkritik pemberitaan Metro TV itu hak dia. Sah-sah saja.”

Baca Juga :  Film Soekarno Digarap dalam Sejumlah Versi

Suryopratomo mengatakan akhir pekan ini “Talk Indonesia” tidak akan ditayangkan lagi. “Sudah enggak ada lagi,” kata Suryopratomo. Sebagai gantinya, Metro TV saat ini tengah mempertimbangkan untuk membuat acara yang mengenai resensi buku.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*