Diberitakan Diduga Sunat BSM, Kepala SDN 0804 Botung Hina Wartawan

Setelah gencar diberitakan sejumlah media terkait pemotongan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) oleh  Kepala SDN 0804 Botung, Kec. Batang Lubu Sutam, Palas. Lokot Nasution kembali membuat sensasi dengan mengumpulkan seluruh Orang Tua siswa penerima BSM, di ruangan SDN 0804 Botung, Rabu (18/3/2015)

Informasi yang dihimpun dari beberapa orang tua siswa yang menghadiri pertemuan tersebut mengatakan, pertemuan dilaksanakan untuk meminta tanda tangan persetujuan orang tua siswa terkait pemotongan yang terjadi. “Kita disuruh menanda tangani bahwa kita setuju bantuan BSM tersebut dipotong,” ujar salah satu orang tua siswa yang meminta namanya disembunyikan.

Orang tua siswa tersebut juga menjelaskan, kepala SDN 0804 menyebutkan bahwa pemberitaan tentang pemotongan BSM sebelumnya bisa diamankan. “Katanya pemberitaan dikoran kalo dikasih Rp 1jt sudah pasti diam wartawannya,” bebernya

Terpisah, Pengamat Pendidikan Palas Sahat Gemayel Lubis menyayangkan, apabila seorang Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah menyebutkan perkataan seperti itu. “Bagaimana bisa dia berkata seperti itu, tidak ber etika ucapan tersebut. Seolah-olah dia bisa mengatur institusi pendidikan semaunya, apalagi mau menyuap wartawan terkait pemberitaan, itu merupakan kesalahan besar yang tidak termaafkan bagi wartawan,” kesalnya

Lanjut sahat, kita sebagai wartawan dengan tegas mengecam perkataan itu. Apalagi Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) adalah Program Nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah dengan membantu siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak dalam  mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, kenapa dipotong. “Kita akan laporkan, itu termasuk Korupsi kan,” ujar sahat

Baca Juga :  Bin Hammam Mundur dari Pemilihan Presiden FIFA

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Repormasi (PWIR) Padang Lawas, M. Efendi Pohan mengecam perkataan Kepala Sekolah tersebut. Efendi menjelaskan, perkataan seperti itu merupakan penghinaan bagi wartawan. “Kita mengecam perkataan seperti itu, amanah UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatakan, wartawan dilarang menerima suap dalam bentuk apapun, apalagi keterkaitan dengan pemberitaan, masa dia ngomong mau menyuap wartawan,” sebutnya geram

Fendi menjelaskan, akan mencari tau kebenaran ucapan tersebut, apalagi berkaitan dengan pemotongan Dana BSM bagi siswa miskin merupakan tindak pidana. “Kita akan telusuri itu, apalagi itukan Pidana,” tambahnya

Sebelumnya diberitakan, dari 80 siswa penerima BSM di SDN 0804 Botung, Kec. Batang Lubu Sutam, diduga terjadi pemotongan sebesar Rp 50rb per orang dengan dalih sebagai biaya administrasi. Kejadian tersebut dilakukan di BRI Pasar Ujung Batu Kec. Sosa kala mencairkan Dana BSM tersebut oleh masing-masing siswa penerima.

Hingga berita dinaikkan, belum ada penjelasan baik dari Kepsek juga dari Kepala Dinas Pendidikan Palas, Dra. Hj. Hamidah Pasaribu, M. Pd karena sedang tidak berada dikantor, juga HP  kepsek saat ditelepon tidak diangkat.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*