Dicurigai Sebagai Penculik Anak – Telinga Sugiono Ditebas, Dimassa Hingga Sekarat

  • Warga Resah, Pendatang jadi Bulan-bulanan
  • Telinga Sugiono Ditebas, Dimassa hingga Sekarat
DIRAWAT: Sugiono dalam perawatan petugas medis RSU Deliserdang, kemarin.//Batara/Sumut Pos

LUBUK PAKAM-Isu penculikan anak terus memakan korban.  Minggu (12/12) kemarin, giliran Sugiono (30), sekarat dipukuli orang sekampung di Dusun Kampung Tanjung, Desa Limau Mungkur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deliserdang.  Sugiono yang dicurigai warga sebagai penculik anak tidak hanya sekarat, daun telinga kanannya putus ditebas warga.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini di lokasi menyebutkan, peristiwa naas yang dialami warga Dusun Kampung Tengah, Desa Jati Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kisaran, itu terjadi  Minggu (12/12) pagi, sekira pukul 09.15 WIB.

Pria berkulit gelap itu kritis setelah dihakimi massa. Sugiono menderita luka robek di belakang kepalanya, jari tengah sebelah kiri nyaris putus, bibir pecah dan bengkak, wajah memar dan bahkan daun telinganya sebelah kanan di potong massa.

Sugiono berangkat dari Kisaran dan tiba di Terminal Terpadu Amplas, Medan, Sabtu (11/12). Kedatangan Sugiono bertujuan mencari alamat saudaranya Jumiran alias Demong yang tinggal di Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir. Dari Terminal Amplas, Sugiono menumpang angkutan kota hingga tiba di Simpang Kayu Besar, Tanjung Morawa.

Karena tidak lagi punya uang, Sugiono melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Limau Mungkur yang berjarak sekira 18 kilometer dari kota Simpang Kayu Besarn
atau 10 kilometer dari Kota Tanjung Morawa.

Beberapa jam berjalan kaki Sugiono tiba di Desa Limau Mungkur. Sayangnya di sana alamat saudara yang dimaksud tak ditemui. Karena kelelahan, Sugiono menumpang duduk dan tertidur di sebuah kedai tuak di Dusun Kampung Tanjung, Desa Limau Mungkur, hingga pagi hari.

Tak disangka, kehadiran Sugiono dikampung itu menimbulkan kecurigaan warga. Apalagi sebelumnya pria itu sempat terlihat mondar-mandir di seputar kampung tersebut. Beberapa warga lantas mendatangi Sugiono yang kala itu mengenakan kemeja abu-abu dan celana jeans warna biru.Sugiono menjelaskan maksud asal dan maksud kedatangannya. Sayang, nama Jumiran alias Demong tidak ada di desa itu dan menambah kecurigaan warga. Puncaknya, Sugiono tak mampu menunjukkan KTP atau kartu identitas lainnya. Saat itu juga warga meyakini kalau Sugiono merupakan anggota komplotan penculik anak yang isunya merebak akhir-akhir ini. Tanpa dikomando warga langsung menghakimi Sugiono hingga kritis tak sadarkan diri.

Baca Juga :  AJI Medan Optimis Pers di Sumut akan Idependen

Kabar penganiayaan tersebut sampai ke Polsek Talun Kenas. Kapolsek AKP TJ Tarigan bersama anggotanya meluncur ke TKP dan segera mengevakuasi Sugiono ke RSUD Deliserdang.

Di rumah sakit diketahui, Sugiono mengalami luka di kepala bagian belakang, pipi kanan dan kiri mengalami memar, bibir atas bengkak, jari manis tangan sebelah kirinya nyaris putus akibat luka sobek. ”Untuk sementara, luka diduga karena benda tumpul. Tetapi korban belum divisum,” bilang dr Erizal Kaban dokter jaga ruang ICU RSU Deli Serdang.
Tiga puluh menit setiba di IGD RSUD Deliserdang, Kapolres Deliserdang AKBP Pranyoto SIK juga tampak hadir dan memerintahkan Kapolsek Talun Kenas untuk mengusut kasus pengeroyokan dan mengamankan para pelakunya.
Terkait peristiwa ini, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan mengimbau warganya tidak cepat terpancing isu penculikan anak yang belum tentu terjadi. Warga juga diminta untuk tidak main hakim sendiri. ”Menimbulkan polemik serta permusuhan di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, sebaiknya menyerahkan kasus tersebut kepada aparat hukum,” sebutnya, kemarin.

Sedangkan Kapolda Sumut Irjen Pol Oegreseno selaku pihak yang punya otoritas menjaga keamanan di wilayah Sumut meminta masyarakat tidak cepat percaya teror melalui SMS terkait penculikan anak, remaja dan orangtua untuk menjual organ tubuh manusia.

Kapolda meminta masyarakat tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri hingga orang yang tidak mengerti apa-apa menjadi korban. ”Masyarakat diimbau tidak percaya isu-isu yang berkembang sebelum ada penjelasan dari pihak Kepolisian,” ujar Kapolda, Minggu (12/12) siang.

Kapolda kembali mengingatkan, kalau pun  masyarakat meyakini isu tersebut benar, masyarakat diminta menyerahkannya pada penegak hukum. ”Laporkan kepada pihak Kepolisian, kita segera mengambil tindakan secara profesional dan proporsional,” ucapnya.

Hingga kemarin, pihak Poldasu sendiri belum menerima pengaduan apapun terkait isu penculikan anak dan ekses yang diakibatkannya. Begitupun, polisi akan tetap melakukan penyelidikan kebenaran isu tersebut, atau  cuma sekadar pengalih isu.

Baca Juga :  Pemprovsu Targetkan Jalan Mantap Rantauprapat – Batas Paluta

Kapoldasu sudah mengintruksikan kepada seluruh jajarannya di Polres-polres untuk untuk berkoordinasi dengan Muspida menghentikan isu tersebut dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat agar jangan termakan isu tersebut.

Kassubid Dok Liput Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan juga mengimbau masyarakat tidak termakan isu penculikan.  ”Mari bersama-sama kita menjaga kondusifitas wilayah masing-masing demi terciptanya Kamtibmas,” katanya.

Sementara itu, dari hasil rekaman SMS yang beredar di masyarakat dan didapat wartawan koran ini berisi, forward from bapak Slamet Riyadi. Sumber: Polres Labuhan Batu mohon maaf untuk semuanya, diumumkan bahwa ada penculikan anak sudh sampai di Desa Sidodadi, Perbaungan. Sudah dapat 4 anak yang diambil anggota tubuh bagian dalam, terutama, mata, hati, jantung, ginjal. Penculiknya baru tertangkap 2 orang sedangkan yang menyebar sebanyak 148 orang. Yang diculiknya ada pemuda, pemudi, orang tua dan anak kecil. Tolong kirimkan kesemua nomor yang ada di kontak anda. Berita ini kenyataan. Mohon kerjasamanya.waspadai mobil APV Silver dengan nomor polisi B 1857 BG. Aku serius!

Akibatnya, banyak masyarakat yang termakan isu tersebut. Sehingga masyarakat main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai masuk ke daerah mereka. (hariansumutpos.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*