DID Rp. 24 M Pemko Padangsidimpuan Dicabut Dari Dinas PU

P.SIDIMPUAN – Alokasi Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp24 miliar yang diperoleh Pemko Padangsidimpuan dari pemerintah pusat atas prestasi terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah TA 2009 di Sumatera Utara dicabut dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Dana yang sudah sempat diplot untuk pembangunan sarana prasarana umum di bawah pengelolaan Dinas PU itu terpaksa dialihkan ke pembangunan bidang pendidikan pada Dinas Pendidikan Daerah Kota Padang Sidempuan.

“DID Rp24 miliar yang sempat diplot ke Dinas PU sudah dialihkan ke Disdik. Karena seperti itulah bunyi Petunjuk Teknis (Juknis) DID terbaru yang kita terima,” kata Walikota Padang Sidimpuan, Zulkarnaen Nasution.

Walikota Padang Sidimpuan mengungkapkan itu kepada wartawan, didampingi Sekretaris Daerah Sarmadhan Hasibuan, Inspektur Daerah Ikhpan Lubis dan Kadis Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Yusran Nasution.

Dijelaskan, pemindahan alokasi DID bukan karena faktor kesalahan dari Dinas PU atau keberhasilan Dinas Pendidikan. Tetapi hanya karena Juknisnya saja yang mengharuskan pengalokasian dana tersebut ke Dinas Pendidikan.

Target PAD
Pada kesempatan itu, Walikota Padang Sidimpuan juga menyinggung tentang pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2011. Katanya, hingga Mei 2011 estimasinya sudah mencapai 40 persen.

“Estimasi pencapaian PAD kita sudah 40 persen. Saya yakin di triwulan kedua ini bisa mencapai 50 persen atau lebih. Karena upaya pencapaian terus ditingkatkan dan triwulan kedua 2011 belum berakhir,” ujarnya tanpa menyebut berapa target PAD Pemko Padang Sidempuan di TA 2011.

Baca Juga :  Tim Voli Putra Madina Sabet Piala Dandim

Pencapaian estimasi 40 persen dari target PAD di 2011 ini dibenarkan oleh Kadis Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Yusran Nasution. Katanya, Pemko Padangsidimpuan terus meningkatkan upaya menambang PAD sehingga target benar-benar tercapai dan ada kemungkinan mengalami surplus.

“Penetapan PAD kita selalu berdasarkan potensi yang dimiliki daerah. Tahun ini kita yakin target tercapai dan mungkin lebih, mengingat banyaknya pertambahan bidang usaha yang bisa dikutip retribusi di pertengahan TA 2011,” katanya.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*