Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi…

Sabtu, 29 Agustus 2009

SIDIMPUAN-METRO
Puluhan sopir angkutan Kota link 04 jurusan Batunadua-Pusat Kota kembali berunjukrasa ke kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Selasa (18/8), setelah kembali gagalnya pengoperasian Terminal Batunadua. Dan seolah tak berhenti berjanji, Sekretaris Daerah Pemko Padangsidimpuan, Sarmadhan Hasibuan menyatakan, terminal pasti akan beroperasi 15 Oktober mendatang.

Puluhan sopir angkutan kota (angkot) link 04 berunjukrasa dengan membawa armadanya ke kantor Wali Kota Padangsidimpuan di Jalan Sudirman (eks Jalan Merdeka). Para sopir mengaku berunjukasa karena kesal atas sikap Dinas Perhubungan yang selalu mengumbar janji akan mengoperasikan Terminal Batunadua.
Kata para sopir, sesuai janji Pemko Padangsidimpuan Selasa (30/6) lalu, mulai 1 Agustus Terminal Batunadua total difungsikan, dan seluruh loket-loket atau pool yang berada di luar terminal dipindahkan. Namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
Ironisnya, walau pengoperasian Terminal Batunadua belum optimal, Pemerintah Kota Padangsidimpuan malah mendapat bantuan dana dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sebesar Rp12,5 milliar untuk pembangunan Terminal Pal IV Pijor Koling. Dan menurut Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, Sarmadhan Hasibuan, beberapa waktu lalu, turunnya dana pusat tersebut berkat kerja keras pihaknya melobi pusat.
Aksi demo para sopir angkot mendapat pengawalan ketat dari personil Polresta Padangsidimpuan dan Satpol PP. Sementara dalam orasinya, para sopir kembali menagih janji Kadis Perhubungan Padangsidimpuan, Ahmad Husni Nasution agar mengoperasikan terminal, sesuai hasil rapat pada 30 Juni lalu bersama Organda dan para sopir.
Setelah lama berorasi, akhirnya para demonstran diterima Sekda Pemko Padangsidimpuan Sarmadhan Hasibuan, Asisten I bidang pemerintahan Rahuddin SH, Kadis Perhubungan Ahmad Husni Nasution dan Kabag Hukum Iskandar SH. Hadir juga Ketua Organda Padangsidimpuan Abdul Jalil Girsang, Koordinator Kota (Korkot) Nurdin dan puluhan sopir sebagai perwakilan para demonstran.
Para pejabat, sopir, dan Ketua Organda selanjutnya berdialog. Pihak sopir sendiri menuntut agar Terminal Batunadua difungsikan sebagaimana layaknya sebagai tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, serta menjual tiket. Selain itu loket-loket yang ada di sepanjang Jalan Sitamiang dan Sitanggal hingga ke sekitaran Masjid Al Irwan ditertibkan dan masuk ke terminal atau pindah ke sebelah atas terminal.
Para sopir juga menuntut Pemko Padangsidimpuan untuk merealisasikan janji yang sudah diucapkan pada 30 Juni lalu, di mana Terminal Batunadua akan beroperasi maksimal.
Menanggapi hal tersebut, Sarmadhan Hasibuan mengatakan, pemko berjanji akan menertibkan seluruh terminal pada 15 Oktober mendatang, dan mulai Selasa (18/8) Terminal Batunadua akan difungsikan sebagai tempat naik dan turun penumpang dengan pengawalan dari Dinas Perhubungan.
“Tanggal 15 Oktober terminal sudah total berfungsi dan pool atau loket-loket yang ada di sepanjang Sitamiang, Sitanggal hingga ke sekitaran Masjid Al Irwan sudah masuk ke terminal atau pindah ke sebelah atas terminal. Mulai hari (kemarin) fungsi terminal sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang harus dimulai. Jika janji Pemko Psp ini nantinya tidak terbukti saudara-saudara sekalian boleh datang untuk melakukan aksi demo,“ kata Sarmadan.
Menanggapi hal tersebut para supir angkot Link 04 bersedia menerimanya hanya saja mereka berjanji dalam seminggu ini, jika apa yang sudah dikatakan Sarmadan tidak juga terlaksana, maka mereka mengancam akan kembali melakukan aksi demo.
“Kita lihat saja sampai 15 Oktober. Dan jika janji untuk mengoperasikan terminal ini dimulai dari sekarang tidak terlaksana maka kita akan melakukan aksi demo,“ ujar korkot Nurdin.

Seperti yang diwartakan koran ini, sesuai hasil rapat tim Badan Koordinasi Penertiban Lalu-lintas bersama Organisasi Angkutan Darat dan para sopir angkutan link 04, disepakati mulai 1 Agustus Terminal Batunadua akan difungsikan optimal, seluruh loket-loket yang berada di luar terminal akan ditertibkan, serta angkutan luar kota diharuskan masuk terminal.
Hasil kesepakatan itu dinyatakan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Padangsidimpuan, Drs Ahmad Husni bersama anggota dan tim Badan Koordinasi Penertiban Lalu-lintas (Bakortiblantas) kepada pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Padangsidimpuan dan para sopir angkutan Link 04. Bakortiblantas sendiri beranggotakan pihak kepolisian, polisi militer, TNI, pengadilan negeri, kejaksaan, dan dinas perhubungan.

Di samping itu, walau pengoperasian Terminal Batunadua belum optimal, Pemerintah Kota Padangsidimpuan mendapat bantuan dana dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sebesar Rp12,5 milliar untuk pembangunan Terminal Pal IV Pijor Koling. Padahal jika ditelisik ke belakang, pengoperasian Terminal Batubadua saja masih carut-marut. Bahkan, sesama sopir saling gontok-gontokan dengan petugas dinas perhubungan karena merasa dinas tersebut tak mampu mengakomodir angkutan kota untuk masuk terminal.
“Entahlah kenapa pemerintah pusat mengucurkan bantuan tersebut. Padahal baru saja sopir angkutan kota link 04 demo karena tak bisa lagi dapat penumpang dari terminal Batunadua. Tampak memang pejabat di Sidimpuan ini rakus akan anggaran untuk pembangunan. Tapi nantinya dana tersebut tak sepenuhnya bermanfaat,” kata Parlaungan Nasution salahseorang sopir angkutan kota yang dimintai tanggapannya atas pengucuran dana dari pemerintah pusat tersebut.
Nasution mengingatkan, pemerintah harus punya masterplan dalam pembangunan terminal Pal IV Pijor Koling agar nasibnya tidak seperti terminal Batunadua. “Pejabat jangan taunya cuma lobi anggaran. Coba lihat sekarang terminal Batunadua. Kalau memang pejabat itu bekerja dengan baik harusnya terminal Batunadua yang dibenahi baru kemudian membenahi terminal yang lain,” pungkasnya.
Sarmadhan Hasibuan sendiri pernah mengatakan, pengucuran dana untuk pembangunan terminal Pal IV Pijor Koling akan berlanjut hingga tahun 2010, hingga selesainya pembangunan terminal yang diharapkan menjadi terminal terbaik di Sumatera Utara.
“Ini hasil kerja keras kita melobi anggaran ke pusat. Dan dari 33 kabupaten/kota se Sumut, Padangsidimpuan satu-satunya yang mendapat kucuran dana dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kita berharap Terminal Pal IV Pijor Koling menjadi terminal madya terbaik di Provinsi Sumut,” kata Sarmadhan Hasibuan.
Bahkan, sangkin ngototnya Pemko Padangsidimpuan untuk mendapatkan dana miliaran rupiah itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padangsidimpuan sempat pun terbang ke Jakarta untuk pengurusan pencairan dana. (thg)

sumber: www.metrosiantar.com

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi...facebook Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi...twitter Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi...linkedin Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi...email Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi...print Didemo Sopir Angkot Sekda Psp Janji Lagi...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*