Didesak Balikin Mobil Dinas, Mantan Sekda Kabupaten Padang Lawas Utara Minta Rp52 Juta

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Lawas Utara Drs H Panusunan Siregar diminta segera mengembalikan mobil dinas jenis Fortuner bernomor polisi BB 10 J. Sebab mobil tersebut akan digunakan sebagai kendaraan operasional Plt Sekdakab yang baru.

Wakil Bupati Paluta H Riskon Hasibuan didampingi Asisten III Drs Hailullah Harahap kepada METRO, Kamis (14/4) mengatakan, mantan Sekdakab Panusunan Siregar yang sudah memasuki usia pensiun, belum mengembalikan mobil dinasnya terhitung sejak Husni Afgani Hutasuhut SE resmi menjabat Plt Sekdakab, Senin (14/3) lalu.

“Sejak saudara Husni menjabat Plt Sekda, atau hingga sejak diserahterimajabatan kepada Husni, Senin (14/3), mantan Sekdakab belum mengembalikan kendaraan operasional tersebut,” ucap keduanya. Ditegaskan Wabup, pihaknya juga telah melayangkan surat perintah pengembalian, namun tidak digubris mantan Sekdakab.

“Kendaraan jenis Fortuner tersebut sangat dibutuhkan Plt Sekdakab Paluta Husni Afgani Hutasuhut untuk menjalankan tugas. Jika mantan Sekdakab tidak menggubris surat kita itu, kita akan kembali menyuratinya. Dan kalau tidak ada lagi itikadnya, kita akan menggunakan Satpol PP untuk melakukan penarikan,” ungkapnya.

Panusunan: Uang Saya Rp52 Juta Belum Diganti
Mantan Sekdakab Paluta Panusunan Siregar ketika dikonfirmasi METRO melalui telepon selularnya, Kamis (14/4) siang, membenarkan dirinya belum memulangkan mobil dinas jenis Fortuner BB 10 J ke Pemkab Paluta sejak dirinya tidak lagi menjabat Sekdakab.

Itu dilakukan Panusunan karena hingga saat ini Pemkab tidak kunjung mengganti kekurangan uang pribadinya sekitar Rp52 juta yang digunakan untuk menambah kekurangan pembelian tiga mobil dinas jenis Fortuner di Pemkab tahun 2009.
Diceritakan Panusunan, pada tahun 2009 lalu, Pemkab membeli tiga mobil dinas jenis Fortuner yang peruntukkan untuk Wakil Bupati Paluta, Ketua DPRD, dan Sekdakab. Akan tetapi, ketika dibeli, harga mobil tersebut tidak sesuai dengan dana yang dianggarkan dalam APBD alias kurang sekitar Rp109 juta. Sebab saat itu harga mobil Fortuner mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Animo Masyarakat Palas Berkebun Sawit Tinggi

Ditambahkan Panusunan, dirinya sebagai salah satu pimpinan di Pemkab Paluta diminta untuk mengatasi dahulu kekurangan uang itu, yang nantinya akan dikembalikan. “Sebagai pimpinan yang bertanggung jawab, kekurangan dana pembeliannya saya tanggulangi sebanyak Rp109 juta. Itu uang pribadi saya. Karena sebagai pimpinan, saya tahu itu demi kepentingan pemerintahan, dan saya rasa saya cukup baik sebagai pimpinan mau menanggulangi itu,” ungkapnya.
Panusunan mengaku sudah menerima surat dari Pemkab Paluta untuk mengembalikan mobil dinas Fortuner, dan dirinya mengerti bahwa tidak ada haknya untuk memakai dan ‘menahan’ mobil dinas itu sejak dirinya tidak menjabat Sekdakab lagi.

“Kepala Inspektorat sudah datang dan sudah saya sampaikan. Wakil Bupati dan Plt Sekda tahu itu. Saya sampaikan, kapanpun, jam berapapun dan detik berapapun saya mempersilakan Pemkab mengambil mobil tersebut tapi dengan catatan harus mengganti kekurangan uang pribadi saya yang terpakai tinggal Rp52 juta lagi,” tuturnya sembari mengatakan sekitar tahun 2010 lalu, uangnya yang terpakai Rp109 juta itu sudah diganti sekitar Rp57 juta, sehingga masih kurang sisanya sekitar Rp52 juta lagi.

“Ini sudah 3 tahun dan itu ada batasannya, dan uang pribadi saya yang dipakai belum penuh diganti. Bagaimana kebijakan mereka, itu terserah mereka. Tapi kekurangannya harus diserahkan kepada saya. Tanya saja Kepala Inspektorat, tahu itu. Mobil dinas Fortuner itu masih dalam kondisi baik,” tambahnya lagi. Kepala Inspektorat Paluta, Tongku Palit Hasibuan dihubungi secara terpisah membenarkan mantan Sekdakab Panusunan belum mengembalikan mobil dinasnya. Namun menurut Tongku, semua urusan mobil dinas mantan Sekda Panusunan telah diserahkannya sepenuhnya kepada Plt Sekdakab. (thg/neo) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pemko Sidimpuan Terima 410 CPNS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*