Diduga Ada Sogok Untuk Lulus UN di P.Sidimpuan

P.SIDIMPUAN – Siswa salah satu SMA swasta peserta Ujian Nasional (UN) diduga telah memberikan sejumlah uang (menyogok) kepada oknum Dinas Pendidikan Nasional Kota Padangsidimpuan, untuk kelulusan Ujian Nasional.

Peserta UN disebut-sebut adalah siswa yang jarang masuk sekolah tetapi data kehadirannya sudah dikondisikan oleh sekolah. Sedangkan per siswa dikutip bervariasi mulai Rp2 juta, Rp 5 juta dan Rp 20 juta.

Hal itu dikatakan salah satu Kepsek SMA yang tidak mau disebukan identitasnya beberapa waktu lalu.

Menurut Kepsek tersebut, sebelumnya kaki tangan (suruhan) dari kepala sekolah salah satu SMA  swasta di Kota Padangsidimpuan, ini sudah menghubungi para siswa SMA yang jarang masuk.

” Tetapi, rata-rata SLTA swasta di Kota Padangsidimpuan mengikuti pola sogok – menyogok terhadap salah satu oknum Diknas untuk kelulusan UN. Bukan saja tahun ini, tahun yang lalu juga begitu,’’ ujar Kepsek itu.

Tidak hadir 70 peserta
Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan, Masuddin Lubis, ketika dikonfirmasi mengakui tidak mengetahui sogok-menyogok yang dilakukan para Kepsek SLTA swasta kepada oknum Diknas, apalagi jabatan yang diembannya masih baru diterimanya.

”Saya tidak mengetahui permainan yang kurang terpuji tersebut antara Kepsek dan oknum pegawai Diknas Kota Padangsidimpuan. Tetapi yang saya tahu, soal UN dikawal ketat aparat kepolisian saat berlangsungnya UN mulai18 sampai 21 April 2011.Sehingga dugaan permainan itu di luar sepengetahuan saya,’’ tutur Masuddin.

Baca Juga :  Dana Pilkada Putaran Kedua Ditampung di P-APBD

Selain itu, kata Masuddin, peserta UN Tingkat SLTA se-Kota Padangsidimpuan 5183, absen di hari pertama (Senin 18/4) 64, pada hari kedua 4 absen. Hari ketiga absen 2 untuk seluruh SMA, MA dan SMK Negeri dan Swasta. Hari terakhir (keempat) khusus untuk UN di SMA dan MA absen 21 orang. Untuk UN SMK hanya tiga hari dilaksanakan selebihnya untuk UN SMA dan MA (Madrasah Aliyah).

‘’ Alasan para siswa yang tidak mengikuti UN, karena demam dan lainnya, bila dipaksakan mereka tidak sanggup, makanya diberikan keringanan, dan bila sehat akan mengikuti ujian ulangan, ‘’ demikian Masuddin. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*