Diduga, Beberapa Program Kegiatan BPP-KB Palas TA. 2015 “Dikorupsi”

BPPKB1 Diduga, Beberapa Program Kegiatan BPP KB Palas TA. 2015 DikorupsiPADANG LAWAS, Program Kegiatan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB) Kabupaten Padang Lawas (Palas) Tahun Anggaran (TA) 2015 dinilai bermasalah. Pasalnya, beberapa kegiatan diduga “fiktip”. Hal tersebut berdasarkan analisis pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPP-KB Palas Tahun 2015.

Dugaan tersebut pada analisis kegiatan Sosialisasi dan Advokasi UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang KDRT Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan sebesar Rp 22.040.000,- hal ini dinilai tidak dilaksanakan. Sosialisasi PIK-R Bagi Remaja Program Peningkatan Kualiatas Hidup Dan Perlindungan Perempuan sebesar Rp 41.950.000,- juga diduga fiktip, karena selama TA. 2015 kegiatan ini tidak pernah dilaksanakan. Hal ini diungkapkan salah seorang pegiat anti rasuah Padang Lawas, M. Edi Rz kepada Wartawan, kemarin

Pada kegiatan lain, lanjut Edi, program Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Perdagangan (Trafficking) dan Perlindungan Anak Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan juga diduga tidak terlaksana, namun anggaran tertampung.

Hal ini merupakan perbuatan korup yang sangat fantastis dengan dibarengi pembodohan kepada Masyarakat Palas. “Diduga ini tipu muslihat, dugaan seperti ini adalah Korupsi dan harus disikapi,” tutur Edi yang juga Ketua LSM GEMrAK Palas

Lebih lanjut dijelaskan Edi, beberapa informasi didapatkan melalui salah seorang pegawai BPP-KB Palas yang tidak bersedia disebutkan namanya menyebutkan, Kaban BPP-KB Palas juga memainkan anggaran perjalanan dinas. “Mereka menyebutkan kepada kita, anggaran perjalanan dinas Kaban KB sering diberikan kepada anaknya yang juga tenaga honorer dikantor tersebut,” jelasnya

Baca Juga :  Jalinsum Sipirok Kupak-kapik

Berdasarkan analisa, pada DPA BPP-KB Palas yang tertera di SiRUP LKPP, biaya Rapat Koordinasi Keluar Daerah untuk Tahun 2015 ditampung sebesar Rp 530.600.000,-

Pada pos anggaran lain, juga diduga telah sengaja dimainkan untuk mendapat keuntungan, yakni Pengadaan BKB Kit sebesar Rp 22.200.000,- Pengadaan IUD Kit sebesar Rp 33.700.000,- dan Pengadaan Kie Kit KKB sebesar Rp 198.000.000,- juga Pengadaan Obgyn Bed sebesar Rp 25.354.000,-. “Besar dugaan bahwa beberapa anggaran ini sengaja digelembungkan (Mark-Up.red),” bebernya geram.

Edi menegaskan, demi tujuan Padang Lawas “Bercahaya”, hal ini akan disampaikan kepada Penegak Hukum agar diperiksa. “kita akan membuat laporan resmi di Kejari, ini diduga ada unsur sengaja untuk memperkaya diri sendiri, anggotanya saja bercerita, ” tuturnya. (007)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*