Diduga Hasil Illegal Logging – 3 Truk Muatan Kayu Diamankan Polres Tapsel

Dua dari tiga truk bermuatan kayu (satu di dalam Mapolres,red) yang diamankan pihak Polres Tapsel. (Oryza)

TAPSEL – Lagi-lagi pihak Mapolres Tapsel berhasil mengamankan tiga truk bermuatan kayu yang didugahasil dari pembalakan liar pada Minggu (14/12) sekitar pukul 02. 00 WIB kemarin saat melintas di sebuah Jalan di Desa Simataniari Angkola Sangkunur Kabupaten Tapsel. Pihak kepolisian juga turut menahan tiga supirnya.

Informasi yang METRO terima, Senin (15/12), dari ketiga supir yang ditahan yakni M Siregar (38) warga Batang Toru, Mansyur (26) warga Psp Batunadua, dan A Siregar (50) warga Palopat Maria Psp Hutaimbaru mengatakan, mereka ditangkap saat melintas di sebuah jalan yang terdapat di Desa Simataniari Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel.

“Kalau kayu-kayu itu kami tidak tahu statusnya seperti apa, yang ada kami hanya disuruh untuk mengangkutnya saja. Begitu kami melintas di sekitar daerah Desa Simataniari, tiba-tiba saja kami dihentikan oleh sejumlah petugas,” ungkap mereka.

Selanjutnya, terang mereka, petugas yang diketahui berasal dari Mapolres Tapsel meminta untuk menunjukkan surat-surat terkait kayu yang mereka bawa. Namun, karena tidak merasa memilikinya, akhirnya mereka pun pasrah untuk diboyong ke Mapolres Tapsel bersama dengan truk mereka yang keseluruhannya bermuatan kayu kurang lebih sebanyak 12,5 kubik.

“Mulanya kami berpikir hanya razia biasa. Rupanya sudah menjadi target. Padahal kami hanya seorang supir dan bukan pemilik kayu itu,” ujar A Siregar mengeluhkan status penahanannya bersama dengan dua temannya.

Baca Juga :  THR PNS Pemko Psp Segera Cair Rp1,5 Juta per Orang

A Siregar mengatakan, kayu yang diangkutnya itu berasal dari daerah Aek Rambe yang berada di sekitar Danau Siais. Rencananya kayu tersebut dibawa atas suruhan sesorang bermarga Pane untuk diantar ke daerah Panobasan Tapsel.

“Kalau truk yang ditahan itu punya toke saya, biasanya saya pakai hanya untuk mengangkut salak dari sini ke Medan dan Aceh. Tapi kemarin toke minta untuk mengangkut kayu. Saya juga tidak tahu bisa sampai seperti ini kejadiannya,” kesalnya.

Ia juga menceritakan, sebelumnya ia berangkat dari Palopat Maria menuju Desa Aek Rambe pada Sabtu (13/12) siang dan dimuat sekitar pukul 20.00 Wib. Lalu bersama dengan dua truk lainnya yang sebelumnya sudah berada di sana, mereka pun sepakat untuk berangkat bersama.

“Jadi ada tiga truk saat itu yang sama-sama berjalan pulang. Tapi kayu yang saya angkut mau dibawa ke Panobasan dengan jumlah sekitar 5 kubik, sedangkan dua truk lagi, kata mereka mau dibawa ke daerah batunadu Kota Psp,” ujarnya.

M Siregar dan Mansyur mengatakan, kayu yang mereka bawa berbeda tujuannya dengan yang dibawa oleh A Siregar. Sebab menurut keduanya, kayu tersebut mau dibawa ke daerah Psp Batunadua Kota Psp juga atas suruhan seseorang.“Kalau kayu yang kami bawa,

rencananya mau dibawa ke Batunadua, dan kebetulan saat itu kami bersamaan dengan abang ini (A Siregar,red). Kalau jumlahnya sekitar 7,5 kubik,” ujar keduanya. Akibat dari pekerjaan mereka yang hanya bertugas sebagai supir truk, pihak kepolisian pun menahan ketiganya bersama dengan truk bermuatan kayu yang mereka bawa.

Baca Juga :  PT. Sumatera Sylva Lestari Dan PT. SUmatera Riang Lestari Menari, Berlari Dan Menghindar Ditengah Konflik Sosial Berkepanjangan Di Bumi Padanglawas Sumatera Utara

“Kami juga tidak tahu kalau kayu-kayu itu ilegal atau tidak. Janganlah hanya kami yang ditahan, pemilik kayu dan orang yang menyuruh kami harusnya juga ikut ditahan,” keluh ketiganya dari balik jeruji tahanan sementara Polres Tapsel. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Psp AKP Edison Siagian SH melalui Kanit Tipiter Ipda Supriyadi tampak membenarkannya, namun sayangnya pihaknya enggan menjelaskan secara rinci tentang penangkapan tersebut. (Yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*