Diduga Hasil Pembalakan Liar – Polres Tapsel Bekuk Supir dan Pemilik Kayu

Kedua terduga pelaku saat dimintai keterangan oleh petugas Buser Satreskrim Polres Tapsel, Selasa
(11/12). (Oryza)

TAPSEL – Satu unit mobil truk BK 8331 YF bermuatan kayu olahan sebanyak kurang lebih 5 kubik diamankan, Selasa (11/11) sekitar pukul 21.00 WIB. Supir dan pemilik kayu pun turut diboyong Tim Buser Satreskrim Polres Tapsel.

Pantaun Metro Tabagsel, Selasa (11/11) sekitar pukul 21.30 WIB, satu unit truk yang mengangkut kayu olahan beserta supir dan pemiliknya diboyong petugas dari Tim Buser Unit Satreskrim Polres Kota Psp, diketahui sebanyak kurang lebih 5 kubik kayu yang sudah dalam bentuk potongan papan tersebut berasal dari hasil perambahan hutan di daerah Hutan Nahornop, Desa Sungai Datar Dolok, Paluta.

“Iya benar, Tim Buser kita yang menangkapnya Selasa (11/11) saat melintas di Jalan Umum Desa Aek Salak, Kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta,” ungkap Kapolres Tapsel AKBP Parluatan Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Edison Siagian.

Ceritanya, sebelum dilakukan penangkapan pihaknya kerap mendapat informasi dari masyarakat yang menyampaikan di Desa Sungai Datar Kecamatan Dolok Paluta tepatnya di Hutan Nahornop yang menjadi kawasan Hutan Lindung, sering kali terjadi aksi pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak mempunyai hak untuk menebangi pohon-pohon di tempat tersebut, mendapat info itu sejumlah petugas (Tim Buser,red) dari Satreskrim Polres Tapsel pun melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  OJK Sosialisasi di Pemkab Tapanuli Selatan

Hasilnya, Selasa (11/11) sekitar pukul 16.30 WIB, pihaknya mendapatkan satu unit mobil jenis truk yang sedang melintas di Jalan umum dan diketahui mengangkut sebanyak 5 kubik kayu olahan yang diduga kuat merupakan hasil dari illegal logging.

“Begitu kita minta surat-suratnya, pemilik kayu dan supir yang mengangkut kayu tersebut tidak dapat memberikannya, makanya kita boyong ke Mapolres untuk dilakukan penyidikan,” terangnya. Adapun kedua terduga pelaku tersebut, terang Kasat Reskrim bernama Mukti Harahap (44) warga Simpang Dusun Hajoran, Desa Ranto Jior, Kecamatan Sei Kanan, Labusel yang diketahui sebagai pemilik kayu dan Sujarwo (41) warga Desa Situmbaga Halongonan Palas yang bertindak sebagai supir.

“Sampai saat ini keduanya berikut barang bukti sudah kita amankan di Mapolres. Lebih lanjut kita akan melakukan pemeriksaan untuk mengecek tunggul guna menguatkan alat bukti,” pungkasnya.

Sementara itu, Mukti Harahap yang diketahui sebagai pemlik kayu, saat ditemui di ruangan Satreskrim Mapolres Tapsel mengaku, kayu-kayu tersebut mereka beli dari warga di Desa Sungai Datar Dolok seharga Rp2 juta. Rencananya kayu-kayu itu akan digunakan untuk proyek bedah rumah yang ada di tempat tinggalnya di daerah Labuhan Batu Selatan.

“Rencananya kayu ini mau kami bawa ke Sei Kanan tempat tinggal saya untuk kegunaan proyek bedah rumah. Saya beli seharga Rp2 juta,” terangnya.

“Kalau untuk surat-suratnya memang tidak ada, namanya kita beli dari warga. Saya juga tidak tahu kalau kayu ini ilegal atau tidak,” kilahnya. (yza)

Baca Juga :  Gabah Kering Rp2.900 per Kg Di Kec. Barumun

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*