Diduga Memeras Kadis PU Padang Lawas, Tokoh OKP Akhirnya Diperiksa Satuan Reskrim Unit Jahtanras Polresta Medan

DN alias UM (waspada.co.id)

Terkait kasus dugaan pemerasan sebesar Rp2 milliar, yang dilaporkan Kadis PU Padang Lawas (Palas) Chairul Windu ke Polresta Medan beberapa pekan lalu, penyidik Satuan Reskrim Unit Jahtanras Polresta Medan telah memeriksa tokoh Organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai  terlapor berinisial DN alias UM tadi sore.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnain,  melalui Kanit Jahtanras Yudi Priyanto kepada Waspada online Jumat  siang tadi Dijelaskannya, DN yang didampingi Penasehat Hukumnya itu diperiksa masih sebagai status saksi. Guna pengembangan penyidikan lebih lanjut, pihaknya masih akan memeriksa saksi-saksi dari pihak pelapor.

“Kemarin DN datang didampingi Penasehat Hukumnya untuk diperiksa, statusnya masih sebagai saksi dan untuk selanjutnya kita masih memeriksa saksi-saksi dari pihak pelapornya,” ujar Kanit Jahtanras.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus tersebut dilaporkan Kadis PU Padang Lawas  Chairul Windu Harahap, ke Polresta Medan pada tanggal 3 September 2010 lalu dengan LP/2222/IX/2010/SU/Resta Medan. Kasus dugaan pemerasan tersebut bermula dari DN bersama dengan komplotannya yakni I, D, JS, SN, AG, JH dan anak kandungnya,YIN yang berada di Hotel Metro Medan bertemu dengan korban untuk menagih proyek yang telah dijanjikan Kadis PU Palas mengingat YIN telah menyerahkan uang sebesar Rp 400 juta untuk dana mendapatkan proyek dari korban.

Namun setelah 1 bulan, proyek yang dijanjikan tak kunjung terealilasi, sesuai dengan kesempatan sebelumnya, akhirnya YIN bersama dengan ayahnya DN mendatangi kediaman korban di Komplek Risva V Medan Johor, namun tidak ketemu. Beberapa hari kemudian korban mengajak YIN dan DN bertemu di Hotel Metro untuk menanyakan kelanjutan tender proyek yang telah dijanjikan tersebut.

Baca Juga :  Proyek Disdik Kabupaten Labuhanbatu Diduga Diperjualbelikan

Namun entah bagaimana, tiba-tiba saja DN memaksa korban membayar uang kepadanya sebesar Rp2 milliar, sebagai uang pengganti pembatalan tender proyek yang telah dijanjikannya itu. Namun korban tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut dan akhirnya disepakati uang penggantinya berkurang menjadi Rp 700 juta. Sebagai jaminan dalam perjanjian itu mobil Mercedes Benc BK 74 JB milik korban pun ditahan DN.

Namun selama dalam upaya kesepakatan, korban mengalami pengancaman senjata api kearah kepalanya yang dilakukan oleh I yang diduga oknum anggota aparat keamanan. Bukan itu saja Kadis PU Palas inipun juga diancam akan dibunuh, jika tidak mau menandatangani surat pengakuan hutang yang disodorkan DN kepadanya. Merasa menjadi korban pemerasan dan penculikan yang disertai dengan pengancaman akhirnya kasus ini dilaporkan ke Mapolresta Medan. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. pantasan pembangunan jalan dan jembatan di palas molor terus….rupanya pak pejabat mau memperkaya diri alias mau korupsi uang negara dan uang rakyat….

  2. inilah potret pejabat pemkab palas yang memanfaatkan jabatan dengan segala cara untuk memperkaya diri.
    kasus pemerasan harus diproses secara pidana sampai tuntas dan pelapor juga harus diproses secara pidana karena telah memperjual belikan proyek pemkab palas untuk memperkaya diri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*