Diduga Memuat Minyak Tanah Oplosan, Tiga Mobil Tiga Pick Up Diamankan di Polres Tapsel

Salah Satu Pick-Up Yang bermuatan jerigen berisi cairan diduga minah, terparkir di pelataran Mapolres Tapsel. Ada Sebanyak 3 unit Pick-Up bermuatan jerigen berisi cairan diduga minah, dua unit mobil jenis Mitsubishi L300 berwarna hitam dengan penutup terpal berwarna biru berplat BK 9663 CF dan BK 9059 PI. Kemudian, pick-up lainnya adalah Daihatsu Grand Max berwarna hitam dengan Nopol BK 9796 CT.(POSPERA-TAPSEL)

Sedikitnya tiga mobil pick-up berisi minyak tanah diduga ilegal diamankan polisi Kepolisian Resort Tapanuli Selatan, Kamis (7/5) sekira pukul 23.00 WIB. Sesuai informasi, minyak tanah yang dibawa dari luar kota itu diperkirakan seberat 15 ton. Malam itu, mobil-mobil yang diamankan itu sempat diparkirkan di depan Mapolres Tapsel, atau di Jalan SM Raja Padangsidimpuan. Dimana awalnya terlihat satu unit mobil Daihatsu Grand Max BK 9955 CR berwarna hitam dengan muatan tangki yang diduga kuat berisi minyak tanah.

“Besok saja datang lagi,” ucap salah seorang petugas SPKT yang berjaga malam itu kepada Ketua LSM-POSPERA yang memantau peristiwa tersebut. Kemudian Kapolres Tapsel, AKBP Drs Parluatan Siregar MH yang dikonfirmasi juga mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait pengamanan terhadap mobil pengangkut minyak tanah itu.

“Saya masih di Medan, Senin ya,” ujarnya pada balasan pesan singkat yang dilayangkan malam itu. Hingga kemarin, Jumat (8/5), wartawan pun mencoba menggali kembali informasi terkait minyak tanah yang diduga illegal tersebut. Namun Kasat Reskrim AKP Agus M Butar-butar yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi adanya kejadian.

Baca Juga :  Desak Hitung Ulang - Ratusan Warga Duduki Kantor PPK Padang Bolak Julu

Dari pantauan di sana, sebanyak 3 unit pick-up bermuatan jerigen berisi cairan diduga Minah, terparkir di pelataran Mapolres Tapsel. Dari jumlah itu, dua unit mobil jenis Mitsubishi L300 berwarna hitam dengan penutup terpal berwarna biru berplat BK 9663 CF dan BK 9059 PI. Kemudian, pick-up lainnya adalah Daihatsu Grand Max berwarna hitam dengan Nopol BK 9796 CT.

Sementara itu Immanuel Ginting (42), supir salah satu pick up mengatakan, mobil yang dikemudikannya itu membawa minyak tanah seberat 2,5 ton dari Medan dengan tujuan Kota Padangsidimpuan. Namun saat melintas di Pal XI, ia diamankan polisi tepat di Rumah Makan Siang Malam, kawasan Pal XI.

“Kami yang L300, lain dengan Grand Max itu. Ada Tiga (Unit) Grand Max yang diamankan,” ucap pria kurus warga Medan Tuntungan itu. Dia menambahkan, minyak tanah itu akan diantarkan kepada seorang berinisial S yang beralamat di Kota Padangsidimpuan.

Ketika hal itu ditanyakan kembali kepada Kapolres, AKBP Parluatan Siregar memastikan dan berjanji akan memberikan keterangan lengkap seputar penangkapan tersebut hari ini, Sabtu (9/5). “Ya, Besok ya,” katanya, sementara itu, Ketua LSM-POSPERA Tapanuli Selatan Sabar M .Sitompul, sangat mengapresiasi penangkapan BBM jenis minah atau minyak oplosan yg ditangkap oleh pihak polres tapsel dibawah pimpinan AKBP parluatan siregar, kami mengharapkan kepada para tersangka di hukum seberat beratnya sesuai dgn pasal 55 UU NO:22/2001, tentang Minyak dan Gas (Migas) dengan ancaman hukuman selama 6 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp60 Miliar. Artinya polisi harus tegas menjalankan hukum itu sendiri, karena penyeludupan BBM ini sudah kejahatan nasional,dan apabila ada oknum2 aparat yg terlibat dalam penyeludupan bbm ini harus ditindak tegas,sesuai dgn hukum yg berlaku di negara ini,tegas pria yg dekat dgn beberapa tokoh nasional di jakarta, kami minta kepada semua pihak termasuk oknum penegak hukum dan masyrakat agar bersinergi bahu membahu membongkar penyeludupan bbm ini, karena akhir2 ini bbm jenis minyak tanah yg di pergunakan masyrakat di tabagsel 99% sudah di oplos oleh oknum dan agen2 minyak tanah ditabagsel cetusnya.

Baca Juga :  Batangtoru Digenjot Jadi Sentra Jagung

POSPERA TAPSEL – email

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*