Diduga Terima Suap Rp 1 M, Bupati Mandailing Natal Ditangkap KPK

Sejumlah warga menyaksikan rumah pribadi Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara yang digeledah KPK di Jalan Sei Asahan Medan, Sumut, Selasa (14/5). (sumber: Antara)

Jakarta – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Medan Rabu (15/5). Penangkapan tersebut merupakan rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sejak Selasa (14/5) kemarin.

“KPK telah mengamankan Bupati Madina HIB di sebuah tempat di Medan,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (15/5).

Dalam penangkapan sebelumnya, penyidik KPK berhasil mengamankan PLT Kadis PU Kabupaten Madina Khairul Anwar dan seorang kontraktor swasta bernama Surung Pandjaitan.

Penangkapan tersebut terkait dugaan pemberian sesuatu kepada penyelenggara negara dan atau pegawai negeri terkait dengan alokasi dana Bantuan Dana Bawahan (BDB) dari Provinsi Sumut kepada Kabupaten Madina APBD TA 2013.

“Bupati Madina HIB dan Plt Kadis PU Madina KRL menjanjikan salah satu proyek kepada kontraktor swasta SP, dan untuk itu kontraktor swasta tersebut diminta memberikan sejumlah fee,” ujar Johan.

Dalam penangkapan tersebut KPK juga menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 miliar. Uang tersebut diperoleh penyidik dari dalam rumah Hidayat di Jalan Sei Asahan No 76 Medan.

“Dalam penggeledahan di kediaman HIB, KPK menemukan uang yang dibungkus plastik di dalam lemari filing cabinet yang bernilai sekitar Rp 1 miliar, uang itu diduga pemberian dari SP,” kata Johan.

Baca Juga :  Hasil Pemeriksaan - Bentrok Batang Toru Dicurigai Digerakkan Seorang Dosen Asal Padangsidimpuan

Johan mengatakan, saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Sumut. Rencananya, ketiganya akan dibawa ke Kantor KPK, Jakarta pada sore hari ini.

“Sekarang masih berkoordinasi, kemungkinan akan dibawa ke Jakarta sore ini, status mereka masih terperiksa,” ujar Johan. (beritasatu.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Mudah-mudahan tindakan KPK ini memberi dampak psikologis yang positif bagi pejabat-pejabat pemda di Tapanuli khususnya di Tapanuli Selatan….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*