Diduga Terlibat Pencurian Kayu dan Mengeluarkan SKSKB – Poldasu Periksa Camat Siais Angkola Selatan dan Mantan Dir PT OPM

www.harian-global.com

IlustrasiKoruptor+(2) Diduga Terlibat Pencurian Kayu dan Mengeluarkan SKSKB Poldasu Periksa Camat Siais Angkola Selatan dan Mantan Dir PT OPMCamat Siais Angkota Selatan, Tapanuli Selatan, Handy T Pulungan dan mantan Direktur PT Ondop Perkasa Makmur (OPM), Tom Sihar Silaen diperiksa petugas Sat IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Reskrim Polda Sumut, Rabu (31/3) sekira pukul 12.00 WIB.
Handy T Pulungan diperiksa dengan sangkaan mengeluarkan Surat Keterangan Sah Kayu Bulat (SKSKB), yang seyogiannya dikeluarkan pihak yang berwenang, yakni Dinas Kehutanan. Sedangkan mantan Dir PT OPM sebagai terperiksa dalam sangkaan menyuruh orang lain mencuri kayu dari PT PLS yang berada di areal PT OPM.
Kasat IV/Tipiter Polda Sumut, AKBP Manumpak Butar-butar mengatakan,  sampai saat ini keduanya masih berstatus saksi. Namun tidak tertutup kemungkinan statusnya meningkat menjadi tersangka sesuai bukti-bukti yang didapat.
Dikatakan, keduanya diperiksa menyusul ditangkapnya dua truk kayu bulat pada 13 Maret 2010 di kawasan Siais Angkola Selatan. Setelah diperiksa, surat-surat kayu tidak ada. Lalu kayu diamankan ke Polres Tapanuli Selatan,  sedangkan kedua supir diperiksa.
Berdasarkan pengakuan para supir, diketahui bahwa kayu tersebut diperoleh dari PT OPM atas peran Camat Siais, Handy Pulungan. Selain itu, kuat dugaan Tom Sihar Silaen juga ikut terlibat. Dengan keterangan itu, polisi memanggil keduanya untuk diperiksa.
Namun, sambung Manumpak Butar-butar, Handy T Pulungan mengaku tidak pernah menerbitkan SKSKB tapi pernah membuat surat permohonan kepada PT OPM untuk membantu memberikan kayu hasil tebangan yang tidak dipakai untuk memperbaiki sebuah jembatan yang putus.
“Handy Pulungan membantah menerbitkan SKSKB tapi dia mengaku ada membuat proposal ke PT OPM untuk membantu memberikan kayu memperbaiki jalan,” ujar Butar-butar. Demikian juga Tom Sihar Silaen membantah menyuruh orang lain mencuri kayu dari kawasan PT OPM maupun PT PLS.
Butar-butar menambahkan, kayu itu untuk kepentingan masyarkat, bahkan mereka mengambil kayu hasil tebangan tahun 2006 sekitar 4 truk. Amatan Global hingga pukul 15.00 WIB, Tom Sihar Silaen dan Handy Pulungan yang mengenakan pakian dinas lengkap PNS masih menjalani pemeriksaan di ruang Tipiter lantai II Mapolda Sumut.
Sumber di Mapolda Sumut menyebutkan, seorang pengusaha turunan Tionghoa berinitial HY menyuruh Tom Sihar Silaen mengambil kayu dari PT OPM. Kemudian, Tom Sihar Silaen menyuruh Camat Siais menerbitkan surat.  Selanjutnya, mereka mengambil kayu puluhan meter kubik. Namun saat kayu dibawa ke lokasi penampungan, ditangkap polisi.
Sebagaimana diketahui, Tom Sihar Silaen dan Heri Jusman dipecat dari PT OPM sejak Desember 2009 karena mengingkari perjanjian, yang mana kayu yang diambil dari kawasan HGU PT PLS di bawa ke shaw mill Rimba Jaya namun diam-diam dijual ke shawmill lain.
Setelah keduanya dipecat, mereka justru memalsukan surat-surat dan stempel PT PLS dan membuat kepengurusan baru. Dalam kepengurusan baru, Tom Sihar Silaen diangkat sendiri sebagai Direktur sedangkan Heri Jusman diangkat sebagai Dirut.
Kemudian mereka dapat memperoleh Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) dari Bupati Tapsel. Ratusan kubik kayu sudah sempat mereka ambili. Akhirnya, pihak PT PLS melaporkan Heri Jusman dan Tom Sihar Silaen ke Dit Reskrim Poldasu. Keduanyapun ditetapkan sebagai tersangka.
Namun kasus itu tidak sampai ke kejaksaan karena kedunya mengaku salah dan bersedia mengembalikan seluruh aset PT PLS yang mereka kuasai selama ini dan berjanji tidak lagi mengaku sebagai pemilik PT PLS. Pihak PT PLS mau berdamai disebut-sebut atas unsur paksaan dari pihak ketiga, karenanya PT PLS melapor ke Propam Poldasu.

Baca Juga :  Pertemuan Komisi A DPRD SU dengan Masyarakat Sipirok - RUTRK Sipirok Harus Segera Dipertanggungjawabkan
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*