Diguyur Hujan Semalaman Aek Latong Lumpuh 9 Jam

12138413e9a767ff005dd2fdca2dd95f639fe24c Diguyur Hujan Semalaman Aek Latong Lumpuh 9 Jam
TERJEBAK MACET: Antrean kendaraan yang terjebak macet di Aek Latong, Rabu (29/6).

Jalinsum Aek Latong lumpuh total selama sepuluh jam, Rabu (29/6). Mulai pukul 04.00 dini hari hingga pukul 13.0 WIB, jalanan sepanjang tiga kilometer nyaris dipenuhi ratusan kendaraan yang antre. Situasi ini disebabkan permukaan jalan berlumpur, licin, dan bergelombang setelah hujan mengguyur semalaman.

Pantauan METRO kemarin sekitar pukul 08.00 WIB hingga tengah hari, setiap kendaraan yang melintas tampak kesulitan melintas karena jalanan licin dan bergelombang. Bahkan,  sebagian kendaraan harus ditarik dengan tali oleh warga.

Situasi ini menjadi tontonan gratis warga dan penumpang yang kendaraannya terjebak macet. Di beberapa sisi jalan, ratusan kendaraan berbagai ukuran berderet memanjang. Suasana semakin semrawut karena para pengendara berusaha saling serobot ingin di depan. Beberapa petugas kepolisian terlihat mengatur lalu-lintas. Namun, karena saling serobot akhirnya petugas kewalahan.

Salah seorang pengemudi truk, Rahman (32), kepada METRO mengatakan, mereka terjebak antrean sejak pukul 04.00 dini hari dengan tujuan Medan. “Kami hendak menuju Medan, tapi karena terjebak macet, terpaksa harus bersabar, yang penting selamat,” ujarnya. Rahman mengaku, ia khawatir melintas di Aek Latong bila baru selesai diguyur hujan. “Pokoknya ngeri lah, harus hati-hati, dan jangan lengah. Di samping itu, kondisi kendaraan harus benar-benar layak, terutama rem,” jelasnya.

Pengendara truk lainnya, Jefriyanto(29), menambahkan, Aek Latong merupakan jalur yang paling rawan dan ditakuti para pengendara. Tetapi karena pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat maka tidak heran masih banyak pengendara yang memilih Aek Latong sebagai jalur tranportasi angkutan. “Memang jaraknya lebih dekat jika dibanding jalur Sibolga, makanya kami tetap memilih jalur ini. Memang ngeri juga, tapi bisa diantisipasi dengan hati-hati dan memeriksa kondisi kendaraan,” katanya.

Baca Juga :  APBD Tapsel 2016 Direncanakan Rp1,3 Triliun

Melihat kondisi permukaan jalan yang bergelombang dan licin  para pegendara berharap perhatian serius dari pemerintah untuk membenahi jalan tersebut. “Butuh perhatian lebih serius karena sudah banyak korban di sini. Tolong lah perhatikan jalan ini, karena begitu besar manfaatnya bagi pengguna jalan,” kata beberapa pengendara. Perlu diketahui, penyebab terjadinya antrean kendaraan hingga 3 km diakibatkan tanjakan curam menuju Sipirok dengan kemiringan sekitar 35 derajat dan panjang sekitar 200 meter dengan satu tikungan ke kanan sekitar 75 derajat. Lalu, permukaan jalan yang licin akibat diguyur hujan karena jalan tersebut masih berupa tanah bercampur bebatuan. Di samping itu, salah satu hal yang menjadikan Aek Latong rawan macet adalah sikap saling mendahului atau kurangnya kesabaran dari pengendara sendiri, dan malah kerap tak menghiraukan petugas kepolisian yang berupaya mengatur agar tetap lancar. (ran/ann)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*