Dihempas Cobaan Bertubi-Tubi, Siapa Yang Tahu Kapan Semua Susah, Sedih, Dan Derita Ini Akan Berakhir…?!

Oleh : Hasnul Hadiansyah Nasution

Entahlah bagaimana rasanya ketika penantian dan harapan perubahan hempas oleh cobaan & musibah bertubi-tubi? Sekuat apapun kita. Toh, akhirnya jatuh terpuruk & tersungkur di dalam penderitaan yang berkepanjangan, Tentunya teramat perih. Hati siapa yang sanggup untuk menanggung semua derita itu, Ada kemarahan, kekecewaan. ‘Kenapa harus sekarang Ya Allah? Kenapa Engkau berikan kami cobaan & musibah, ketika kami sedang Berbenah dan mulai berubah? Sampai kapan derita ini akan berakhir?

Hasnul Hadiansyah Nasution

Terkadang bahkan seringkali kita merasa capek dan jenuh dengan semua keadaan sekarang ini. Semua usaha dan daya upaya yang kita lakukan sepertinya tidak membuahkan hasil selain api panas yang semakin membara. Pemerintah, pemimpin, dan penguasa sudah buta, tuli, dan tidak lagi memiliki hati untuk merasakan.

Masyarakat pun tidak mau berubah dengan terus-menerus sombong dan tinggi hati, tak pernah juga mau merendahkan hati untuk belajar. Menjadikan keadaan semakin parah dan kita semua pun menjadi seperti sudah tenggelam ke dalam dasar samudra terdalam.

Satu demi satu masalah bermunculan, masalah yang baru dibuat seolah-oleh hanya untuk menutupi masalah yang sebelumnya agar semua lupa dan terfokus pada masalah yang baru.masalah pertama dating dari Nasib mantan Bupati pertama Padang Lawas yang ditimpa oleh kasus korupsi multiyears asyrah Lubis terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangan sebagai Bupati Palas dalam, menandatangani kebijakan dalam pembiayaan proyek pembangunan kantor bupati dan gedung DPRD Palas sebesar Rp 6,048 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009, ditambah Majelis hakim tipikor Medan menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda sebanyak 200 juta rupiah subsider 6 bulan penjara kepada Chairul Windu Harahap mantan Kadis PU Pemkab Palas Kerena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama dengan mantan Bupati Pemkab Palas, ( Senin 14 April 2014).

Masalah terahir dating dari adik kandung Bupati Padang Lawas Aminuddin Harahap, Adik Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap dihukum 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan Kamis (7/5). Majelis hakim yang diketuai oleh Parlindungan Sinaga menyatakan anggota DPRD Palas ini bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam penggunaan dana bantuan bencana daerah (BBD) tahun 2011 yang merugikan keuangan negara senilai Rp1,2 miliar.

Dan Setelah pemberitaan sejumlah media cetak, dugaan korupsi Plt Sekda Syamsul Anwar Lubis SE semasa mejabat Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisosnakertrans) Palas yang ditengarai merugikan keuangan daerah sebesar Rp 1,2 milyar rupiah. Dia diharapkan masyarakat Palas segera diperiksa dan digiring ke balik jeruji besi.

dan sekarang apa lagi?!

Memang sulit bila pemimpin dan penguasa berkoalisi. Pembuat peraturan dan mereka yang tidak mau mau memiliki peraturan main sendiri bersatu tanpa mempedulikan kepentingan masyarakat, bangsa, ataupun negara. Semuanya dibuat hanya untuk kepentingan pribadi dan segelintir kelompok serta golongan saja. Ya, mereka seolah-olah menari di atas penderitaan orang lain.

Baca Juga :  PRAKTEK JUDI TOGEL DAN KIM MERAJALELA DI SIPIROK

Banjir bandang yang terjadi di Desa Janji Lobi, apakah benar itu sebuah bencana yang terjadi akibat faktor alam?! Apa semua itu terjadi bukan karena kesalahan yang dilakukan oleh manusia?! Lantas kenapa sampai saat ini IlleGal Logging masih bebas ?! Bukankah ini sama saja dengan berarti masyarakan yang menderita dan masyarakat juga yang harus mempertanggungjawabkannya?! Bagaimana dengan tanggung jawab mereka yang melakukan semua ini?!

Duet tak sedap juga dilakukan oleh mereka yang menyerukan demokrasi dan kebebasan. Mengerti tentang demokrasi saja belum,sudah berteriak tentang keadilan. Kebebasan pun hanya menjadi sebuah atas nama untuk bisa melakukan apapun sesuai dengan kehendak dan keinginan. Apa bedanya dengan penguasa yang merasa memiliki peraturan dan permainan sendiri?! Di mana letak keadilannya?! Di mana demokrasi yang diserukan?! Mana ada seorang negarawan yang cinta bangsa dan daerah nya mengabaikan landasan dasar terbentuknya daerah itu sendiri?! Pancasila dan UUD’45 memangnya hanya sekedar sejarah yang patut dilupakan begitu saja?!

Ampun!!!

Sudah banyak terbukti bahwa tong kosong selalu nyaring bunyinya. Sama saja, sama-sama tidak memikirkan nasib orang banyak. Berapa banyak uang yang diterima dan masuk ke kantong?! Bukan hanya dari donatur saja tetapi juga dari hasil intimidasi terhadap mereka yang ingin kasus dan permasalahannya tidak diungkap. Uang bungkamlah, singkatnya. Duh!!!

Paling parahnya lagi, semua sudah menjadi tidak jelas. Pembodohan dan kebohongan yang merajalela membuat semua semakin mudah untuk dibodohi dan dibohongi. Disadari tak diasadari, diakui tak diakui, telah juga melakukan kelanjutan dari pembodohan dan kebohongan. Kebenaran dan tuntunan sendiri pun bisa dijual dengan sebegitu mudahnya, kok!!! Banyak lagi yang mau percaya dan membeli jualannya. Sungguh saya tidak habis pikir, betapa kejamnya manusia, ya?! Sang Pencipta pun bisa diperlakukan demikian.

Sebetulnya tidak terlalu sulit untuk mendeteksi apa yang sebenarnya terjadi bila saja semua mau merendahkan hati dan mau terus belajar. Data, angka, riset, dan analisa yang dimunculkan bila coba diperhitungkan kembali, apa bisa masuk di akal?! Mana ada pertumbuhan yang meningkat?! Apa semua merasakan penurunan harga?! Redenominasi dan sanering yang digembar-gemborkan pun hanya membuat semua yakin bahwa hanya penghilangan tiga angka nol di belakang angka. Sebegitu mudahnyakah menghilangkan itu?!

Kita memang sangat mudah untuk menjadi percaya dengan apa yang kita lihat dan kita dengar saja karena sudah menjadi sebuah kebiasaan yang buruk. Berapa banyak di antara kita yang langsung membuat asumsi dan memiliki interpretasi tanpa mau mencari tahu apa duduk persoalan yang sebenarnya?! Sudah terbukti, kan, kalau kita paling senang bergosip?! Jika tidak, mana mungkin acara gosip dan entertainment di media itu laris manis?! Media juga tidak akan memunculkannya terus menerus dan tidak akan bertahan bila konsumennya tidak ada. Ya, kan?!

Baca Juga :  PKS..!, Segeralah Ber-OPOSISI

Soal Korupsi, yang seringkali di uraikan. Meski berulang kali menyebutkan bahwa Korupsi itu tak mesti Uang dan, Korupsi itu adalah titik awal dari hancurnya daerah itu, namun berapa banyak yang mau mencoba untuk membuka hati dan pikiran untuk mencoba mengerti dan memahaminya dengan menjadi jujur pada diri sendiri?!

Ya, bisa dimengerti dan dipahami juga, memang tidak mudah bila pemahaman tentang kata itu sendiri tidak ada. Membaca dan menulis pun hanya asal membaca dan menulis saja. Konteks di dalam sebuah tulisan tidak bisa dipahami dengan baik sehingga teks itu hanya menjadi sekedar untaian kata tak berarti dan tak bermakna.

Wajarlah bila kemudian Koruptor merajalela. Bagaimana seseorang bisa memiliki karakter dan pribadi yang kuat bila tidak mengenal apa dan siapa dirinya sendiri?!

Yang ada hanya karakter dan pribadi buatan yang dimunculkan hanya untuk mendapatkan nilai di mata yang lain (Asal Bapak Senang). Bila sudah demikian, empati dan simpati itu pun hanya sekedar di dalam mulut saja tidak sepenuhnya dari dalam lubuk hati terdalam. Rasa malu sudah tertutup dengan kepentingan. Makanya, daerah ini pun semakin tidak memiliki karakter dan kepribadian. Bagaimana mungkin bisa bila pribadi-pribadi yang ada di dalamnya juga demikian?!

Yah, ini hanya sekedar unek-unek dari saya saja. Sesekali bolehlah saya mengeluarkan isi hati dan perasaan saya yang sesungguhnya. Lagipula, siapa yang tahu kapan semua susah, sedih, dan derita ini akan berakhir?! Harapan itu selalu ada meski hanya waktu yang bisa bicara. Biarlah perjuangan itu terus berlanjut karena saya tidak ingin mimpi itu menjadi tidak ada. Mimpi itu sangat nyata bagi mereka yang meyakini dan mau memperjuangkannya.

Seandainya saja semua mau merasakannya dengan hati yang penuh dengan cinta, ketulusan, kejujuran, dan kerendahan hati tentunya semua ini akan segera berakhir. Semoga. Amin…Amin


email

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*