Dilapor ke Poldasu – Oknum Rektor UMTS Dituding Plagiat Tesis PR III

Lazuardi MAg. saat menunjukkan bukti surat tanda pelaporannya ke Poldasu, Minggu (10/8). (Oryza Pasaribu/Metro Tabagsel)

SIDIMPUAN – Oknum Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) berinisial MP dituding telah melakukan plagiat (penjiplakan,red) tesis Pembantu Rektor (PR) III UMTS Lazuardi MAg. Tersis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan.

Lazuardi MAg mengaku menjadi korban atas tindak pidana plagiat berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 17 Tahun 2010.

Kepada METRO, Minggu (10/8) Lazuardi menceritakan, plagiat tesis yang dilakukan oknum MP terjadi pada saat menyelesaikan pendidikan S2-nya di Program Pasca Sarjana IAIN Sumatera Utara. Hal itu terkuak ketika diadakannya pemilihan rektor beberapa waktu lalu.

Saat itu, terang Lazuardi, sesuai dengan persyaratan, setiap calon rektor harus memperlihatkan bukti ijazah asli pendidikan terakhir.

Namun, MP yang sudah 7 tahun menyandang gelar magister ternyata tidak memiliki ijazah asli, karena persyaratan mengambil ijazah berupa perbaikan tesis belum terpenuhi. Lazuardi yang mengetahui hal itu, lantas membaca isi tesis MP yang berjudul ‘Perilaku Politik Warga Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan, Analisis Hasil Pemilu 2014’.

Ia melihat dan membandingkan dengan isi tesisnya yang berjudul ‘Pendidikan Wanita dalam Perspektif Pendidikan Islam Muhammadiyah, Analisis Terhadap Sistem dan Kebijakan’ yang dijadikan sebagai bagian dari tesis MP.

Baca Juga :  Stok Beras di Tabagsel Aman, Madina Terbanyak Utang Raskin

“Dan semua bukti-buktinya ada pada saya. Jadi sebagian isi tesis milik MPsama dengan tesis milik saya dan ini sudah pelanggaran undang-undang,” ungkap pria yang jauh lebih dahulu menyelesaikan S2-nya itu.

Terangnya lagi, atas hal tersebutlah, Lazuardi telah melaporkan MP ke Dit Reskrimsus Poldasu pada Jumat (23/5) lalu atas tuduhan tindak pidana undang-undang sitem pendidikan nasional pasal 70 Nomor 20 Tahun 2003 dan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010.

Lazuardi juga telah melaporkan hal yang sama ke pihak terkait seperti ke pihak Rektorat IAIN Sumut, Lembaga Penjaminan Mutu IAIN, Pasca Sarjana IAIN, Dirjen Dikti Kemendiknas, Dirjen Dikti Kemenag Pusat, Kopertis Wilayah I Sumut dan Kopertis Wilayah IX Sumut.

“Dan hal ini juga sudah dibenarkan oleh Direktur Pasca Sarjana IAIN Sumatera Utara Prof Dr Nawer Yuslim MA, berdasarkan suratnya Nomor In.07/G/PP.00.9/931/2014 pada Tanggal 1 April 2014 lalu. Jadi jelas kalau MP sudah melakukan tindak pidana undang-undang sistem pendidikan nasional pasal 70 Nomor 20 Tahun 2003 dan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 yaitu melakukan plagiat,” imbuhnya.

“Namun sayangnya hingga kini belum ada kejelasan dari laporan saya tersebut. Saya berharap kasus ini dapat segera terungkap kebenarannya agar tidak menjadi duri dalam daging bagi kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia ini,” pungkasnya.

Sementara itu, MP saat berusaha dihubungi melalui nomor teleponnya tak kunjung mengangkatnya. Bahkan ia dengan sengaja menolaknya (riject,red). Begitu juga dengan pesan yang METRO kirim tak juga mendapat balasan. Kasubdit IV/Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Teguh mengatakan, ia membenarkan adanya laporan tersebut dan hingga kini masih dalam proses lidik dan pemeriksaan saksi ahli.

Baca Juga :  3 Tersangka Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Kab.Palas Ditahan

“ Benar, laporannya masih kita lidik dan kumpulkan bukti-bukti. Begitu juga dengan meminta keterangan dari saksi ahli untuk dapat menetapkan hal ini masuk dalam tindak pidana atau bukan,” jelasnya. (yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*