Dilaporkan ke Kapolri, Jabatan Kapolda Sumut Terancam

20110810102206909 Dilaporkan ke Kapolri, Jabatan Kapolda Sumut Terancam
Kapoda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro (Google)

Penanganan kasus oleh Polda Sumut terhadap Ignatius Sago (67) yang dituduh melakukan penipuan sebesar Rp 250 juta berdasarkan laporan pengaduan Octo Simanjuntak akhirnya berbuntut panjang. Keluarga Sago yang merasa tidak mendapatkan keadilan melaporkan penyidik ke Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH), Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), dan Ombudsman. Jabatan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro pun bisa terancam.

Laporan pengaduan dari keluarga Sago Ignatius melalui kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis tersebut atas dasar penetapan tersangka oleh penyidik terhadap tertuduh. Penyidik juga membantarkan Sago ke Rumah Sakit Bhayangkara tanpa status yang jelas. Sebelumnya, tidak ada surat perintah penahanan dikeluarkan penyidik terhadap Sago. Oknum penyidik justru mengeluarkan surat perintah itu, Selasa (22/11) malam. Surat itu muncul setelah SP memberitakan, “Polda Sumut “Sandera” Seorang Warga Tanpa Status.

“Surat perintah itu sudah diserahkan tadi malam. Status Sago sebagai tersangka namun tidak ditahan karena sakit. Dia mendapatkan status sebagai tahanan kota. Tersangka ini dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu, persisnya setiap Senin dan Kamis wajib melapor,” ujar seorang sumber SP di Markas Polda Sumut. Petugas itu pun mengaku mendengar laporan pihak penyidik dilaporkan keluarga Sago.

Menurut sumber itu, Octo Simanjuntak pun pernah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan di Mabes Polri. Namun Octo tidak ditahan karena berbagai pertimbangan. Tidak adanya penahanan membuat Octo seperti merasa besar kepala, kemudian diduga dengan menggunakan jalur kekerabatan dengan petinggi polisi memanfaatkan laporan pengaduan balik terhadap Sago. Sago pun akhirnya dijadikan tersangka.

Baca Juga :  Api Berkobar di Kompleks Kampus USU Medan

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokad Indonesia (Ikadin) Bidang HAM, Djonggi Simorangkir menegaskan, mafia hukum muncul di tanah air karena adanya keterlibatan aparat penegak hukum. Pergerakan kelompok hitam ini tidak akan berhenti selama pimpinan seragam cokelat tersebut tidak diganti. Hal dikhawatirkan, keterlibatan mafia hukum justru bisa menimbulkan pergerakan massa. Polisi tidak bakal dipercaya dan bisa menjadi lawan masyarakat.

“Tidak sedikit kasus tanah yang melibatkan oknum aparat di Medan. Selain kasus tanah perkebunan di Mandailing Natal yang pada akhirnya menjerat Sago, kasus lainnya terdapat di kawasan Jl Jati, Kelurahan Pulo Brayan. Pemukiman ,masyarakat yang sudah memiliki sertifikat atas kepemilihan lahan justru dieksekusi pengadilan. Laporan masyarakat ke polisi pun seperti tidak digubris. Padahal, sudah sangat jelas adanya keterlibatan oknum polisi,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu cara untuk menghentikan pergerakan mafia hukum adalah dengan mengganti atau mencopot Kapolda Sumut. Sebab, Kapolda Sumut adalah orang yang pertama bertanggungjawab. Mafia tidak akan bergerak tanpa ada yang melegalisir. Misalnya, kasus eksekusi pemukiman warga di Pulo Brayan, isi putusan menguasai lahan namun dipaksakan dieksekusi.

“Kasus ini menimpa keluarga saya. Sayangnya, polisi seperti terkesan melakukan proses pembiaran. Padahal, ada dugaan tindak pidana di dalam kasus tersebut. Mafia merupakan otak pelakunya. Bahkan, oknum hakim pun terlibat. Tidak tertutup kemungkinan, oknum aparat merupakan bagian dari pada mafia hukum tersebut. Kasus tersebut jelas terbukti keterlibatan mafia,” ungkapnya.

Baca Juga :  DOWNLOAD BUKU; TRILOGI THE LORD OF THE RING

Sementara itu, Kepala Bidang Dokumentasi dan Liputan Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyampaikan, Sago sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan. Namun tersangka ini tidak ditahan karena sedang sakit. Penyidik pun mempunyai cukup bukti yang kuat dalam memberikan status tersangka tersebut. “Penyidik mempunyai temuan yang dijadikan bukti yang kuat dalam menetapkan status tersangka terhadap Sago,” sebutnya. [155]

www.suarapembaruan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*