Dimana Letak Perbedaan-Perbedaan Mendasar Adat Batak Toba dengan Adat Batak Tapsel

Oleh : Feber Sormin, SE. *)

Sering kali kita menemukan perbedaan-perbedaan pendapat diantara sesama Orang Batak baik di Bona Bula, di Huta, Bona pasogit, Parkotaan atau dimanapun itu berada, jika berbicara Ada istiadat Batak maka selalu menarik untuk di dengar walaupun sudah berulang-ulang didengar, Apalagi bagi yang pertama kali mendengar.  Hal-hal pendapat2 menurut masing2 akan tercetus saat pembicaraan2 adat istiada Batak dan akan sering muncul membicarakan perbedaan adat istiadat  dari asalnya dengan Adat Batak Toba. Namun jarang kita temukan secara terbuka diungkapkan apa-apa saja sih perbedaan2 adat istiadat tersebut walaupun kalau dibilang pada umumnya bermula dari Adat Batak itu merupakan satu asal. Kita misalkan saja Adat Istiadat yang ada di Tapanuli Selatan, jika kita bandingkan ke antara adat istiadat Tapanuli Selatan denga adat istiadat Batak Toba, maka jika yang membicarakan adat batak itu adalah orang Toba, maka tidak jarang kita temukan dengan tanpa ragu2 mengatakan orang yang mengikuti adat Tapanuli Selatan tidak konsisten dengan adat yang sudah ditetapkannya. Jika yang berbicara itu adalah orang2 yang masih asli berasal dari Tapanuli Selatan maka akan sering kita temukan mengatakan bahwa Adat Toba itu, Kaku, Keras, tidak flexyble dan ada rasa Egos serta mengatakan Adat Istiadat Selatan lebih baik dari Adat Toba. Dan masih banyak lagi hal2 yang bisa kita dengar jika berbicara tentang adat istiadat Batak. Bagaimana kalau yang berbicara itu sesama orang Batak Keturunan Kota dan dibicarakan di warung di tengah-tengah Kota yang jauh dari wilayah Sumatera Utara???? maka yang kita temukan sering hanya menanggukkan kepala saat mendengar seakan mengerti dan memahami, pahadal sama sekali tidak punya pegangan/dasar menganggukkan Kepala. Dan yang paling celakanya jika Orang Batak yang asli dari Bona bulu/Bona Pasogit atau berasal masih dari wil. Tanah Batak dan tinggal di tengah kota, mengaku mengenal sekali adat batak dimana asalnya… bisa-bisa dia akan dijadikan menjadi Raja Adat di Kota dimana dia berada.. padahal untuk menjadi seorang Raja Adat Batak tidak hanya sekedar mengetahui adat saja, namun ada prosesnya sehingga mendapat pengakuan menjadi Raja Adat Batak/Parhata di Pesta adat Batak.

Baca Juga :  Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (2)

Berangkali, ada yang mengetahui seluk beluk perbedaan-perbedaan Budaya Batak antara Adat Batak Toba dan Adat Batak Selatan pasti ada perbedaan dan persamaannya. Dengan mengungkapkannya melalui tulisan di websiste seperti di website apakabarsidempuan.com akan membawa dampak yang baik dan berguna bagi masyarakat luas dimanapun masyarakat yang hendak mengetahui seperti apa sih adat Batak toba itu dalam satu kegiatan pesta, seperti apa sih adat Selatan misalnya dalam hal Pamuli Boru, dalam hal Panggoaran, Partuturon. Yang jelas, yang menurut saya, bahwa di adat istiada batak, Panggoran di Batak secara umumnya hanya mengenal silsilah Laki-laki, tidak mengenal silsilah Perempuan. Dan kalaupun tidak ada Lelaki/Anak Lelaki/Pahoppu laki-laki maka biasanya sering dibuat Oppu Panggoaran dari keturunan yang perempuan yang tertua. Apakah pendapat itu benar atau tidak?, berangkali yang mengetahuilah yang bisa menjelaskannya.

Horas: Fsormin

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*