Dindik Dibobol Maling, 500 Juta Amblas

Maling menyantroni ruang Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Kota Bogor, Selasa (12/10/2010) dini hari.

Mereka mengambil uang sebesar Rp 500 juta yang rencananya akan disalurkan Selasa ini untuk berbagai kegiatan di lingkungan dinas tersebut. Namun demikian, Kepala Dinas Pendidikan Aim Hermana membatah adanya pencurian uang sebanyak itu.

1951404p Dindik Dibobol Maling, 500 Juta Amblas
Illustrasi

Informasi yang terkumpul dari pihak kepolisan Polres Bogor Kota, pencurian terjadi sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Adalah Ny Lilis, pegawai di bagian tersebut, yang pertama kali mengetahui ruang tersebut sudah dimasuki maling, sekitar pukul 07.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Aim Hermana membenarkan salah satu ruangan Bagian Keuangannya dimasuki kawanan pencuri. Namun ia membantah, bahwa uang dinas kantornya, sebesar Rp 500 juta, hilang akibat kejadian tersebut.

“Benar ada pencuri masuk ke ruang bagian keuangan. Tetapi, tidak benar pencuri itu berhasil membawa kabur uang, apalagi sampai Rp 500 juta. Berangkas uang masih ada, tidak dirusak,” kata Aim, yang dihubungi sekitar pukul 20.00 WIB.

Walaupun mengatakan tidak ada uang yang hilang, namun Aim mengakui, sampai malam itu sejumlah pegawainya masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Ia juga mengatakan, dirinya belum mengetahui isi brangkas tersebut.

“Saya tidak tahu apa saja isi brangkas itu, karena belum dibuka. Polisi juga melarang kami untuk membuka atau masuk-masuk ke lokasi pencurian itu. Sekarang beberapa pegawai sedang menjalani pemeriksaan oleh polisi,” kata Aim, yang masih berada di kantornya.

Baca Juga :  Cuti Bersama - Dokter Liburan, Pasien RS Telantar

Sampai pukul 19.00 WIB, sejumlah polisi masih berada di kantor dinas itu di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Utara.

Pada pukul 16.00 WIB, polisi mendatangkan anjing pelacak dari Brimob Kelapa Dua Depok. Namun, anjing pelacak tersebut juga kesulitan mengidentifikasi arah pelaku datang atau kabur dari ruangan tersebut.

“Kalau, tidak ada yang hilang, masak kami harus berlama-lama di sini melakukan olah tempat kejadian perkara. Laporan resmi dari seorang pegawai di sini, uang yang hilang memang Rp 500 juta, yang baru diambil dari bank kemarin (Senin) siang,” kata seorang perwira polisi yang enggan disebut namanya.

Dari laporan pegawai Disdik itu, bungkusan uang tersebut tidak disimpan di dalam dinding. Melainkan disimpan di sela antara belakang brankas dan di dinding, di dalam ruangan kecil di bawah tangga di ruang kerja Bagian Keuangan. Maling mengacak-ngacak ruangan kecil di bawah tangga itu, yang pintunya terbuat dari kayu.

Polisi menduga maling masuk dari jalan masuk biasa, yakni lewat pintu. Sebab, tidak ada bekas-bekas kerusakan atau jejak-jejak yang membutikan pela ku masuk dari jendela yang berada di atas ruang tersebut.

Dan, tidak mungkin pula pelaku melompat dari jendela itu untuk mendarat di lantai rungan bagian keuangan, sebab tinggi jendela itu dari lantai sekitar tujuh meter.

Di ruangan di bawah tangga itu, ditemukan sebilah obeng dan linggis yang masih baru. Selain itu juga ditemukan serpihan kayu/kusen pintu. Namun, dari bekas congkelan atau serpihan kayu, pelaku mencongkelnya dari dalam ruangan.

Baca Juga :  Jawab Keresahan Soal Tax Amnesty, Ini Isi Aturan Baru Dirjen Pajak

“Jadi, banyak yang janggal. Masak, pintu dicongkel dari dalam. Itu artinya, pelaku sudah ada di dalam ruangan tersebut. Keterlibatan orang dalam? Segala kemungkinan harus diselidiki,” kata perwira posisi,yang masih berada di lokasi kejadian.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2010/10/12/20570492/Dindik.Dibobol.Maling..500.Juta.Amblas-3

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*