Dipanggil Komdis, Okto Janji Perbaiki Sikap

“Ini kali pertama aku berurusan dengan Komdis. Aku kapok, tidak mau lagi. Aku menyesal.”

Oktovianus Maniani mengaku kapok berurusan dengan Komisi Disiplin PSSI. Penyesalan Okto disampaikan usai menghadiri sidang kasus penandukan kepada wasit Oki Dwi Putra saat Sriwijaya FC melawan Persisam Samarinda.

Okto memenuhi panggilan Komdis dan tiba di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 4 Februari 2011, sekitar pukul 14.00 WIB. Mengenakan kaos hitam dan celana jeans hitam, Okto ditemani manajer timnas U-23, Adjie Massaid dan asisten pelatih Widodo C Putro.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Okto selesai diperiksa oleh Komdis. Winger 20 tahun itu mengaku ditanyai sejumlah pertanyaan dari Komdis. Okto pun menegaskan kapok berurusan dengan Komdis. Sebelumnya, pemain 20 tahun ini sempat pasrah atas hukuman Komdis.

“Ini kali pertama aku berurusan dengan Komdis. Aku kapok dan tidak mau lagi. Aku menyesali perbuatanku. Ini pengalaman pahit buatku,” ujar Okto usai diperiksa Komdis.

Okto diperiksa Komdis karena menanduk wasit Oki Dwi Putra saat Sriwijaya FC dikalahkan Persisam Samarinda 4-1 pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL). Okto mengaku emosi karena merasa tidak dilindungi wasit dari permainan keras pemain Persisam.

“Aku tidak bisa bilang banyak (atas tandukan itu). Teman-teman bisa lihat sendiri pas pertandingan itu. Aku emosi dan menyesal,” pungkas Okto.

Sementara itu, manajer timnas U-23, Adjie Massaid mengaku keputusannya untuk mendampingi Okto karena winger 20 tahun itu tidak bisa ditemani manajemen Sriwijaya.

Baca Juga :  Prostitusi Terselubung Marak di Padang Lawas

“Okto sekarang bersama timnas U-23, dan itu merupakan tanggung jawab saya sebagai manajer. Ini tugas saya. Okto masih muda dan permasalahan sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu keputusan Komdis,” kilah Adjie. (sj) • VIVAnews

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*