Diperiksa Kejari Terkait Kasus PS Sidimpuan Rp. 2,7 M – Sarmadhan dan Bukhori Dianggap Tau Aliran Dana

Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan (Psp) telah memeriksa Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola (PS) Sidimpuan Sarmadhan Hasibuan, dan Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (Kadispenda) Psp Ahmad Bukhori, terkait kasus dugaan manipulasi dana dan data PS Sidimpuan senilai Rp2,7 miliar, Kamis (27/5). Mereka dimintai keterangannya karena dianggap mengetahui aliran dana tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Psp Indrasyah Johan SH melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel Polim Siregar SH kepada wartawan, kemarin (27/5) menyebutkan, Kejari Psp masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan manipulasi dana dan data PS Sidimpuan tahun 2008 sebesar Rp2 miliar, dan tahun 2009 sebesar Rp740 juta.

Kejari Psp, sebut Polim, telah memanggil beberapa pejabat dan mantan pejabat PS Sidimpuan untuk dimintai keterangannya. “Wakil Ketua Umum PS Sidimpuan yang saat ini menjabat Sekda Kota Psp Sarmadhan Hasibuan dan Kadispenda Psp Ahmad Bukhori telah dipanggil dan diperiksa karena mereka dianggap mengetahui aliran dana tersebut. Dan kita juga masih akan terus melakukan pemanggilan terhadap para pejabat lainnya yang diduga mengetahui aliran dana PS Sidimpuan,” ungkap Polim.

Sementara itu, Kadispenda Psp Ahmad Bukhori kepada METRO, Jumat (28/5), mengakui dirinya dipanggil dan dimintai keterangan oleh Kejari Psp pada Kamis (27/5). Pemeriksaannya tersebut terkait penggunaan anggaran PS Sidimpuan khususnya tata cara atau mekanisme pencairan dana dimaksud dari kas daerah.

Baca Juga :  Kepergok Gondol Komputer - Oknum Mahasiswa Padangsidimpuan Meringkuk di Lapas

“Kehadiran saya di sana (Kejari, red) sudah melalui persetujuan Sekda Psp selaku penanggung jawab anggaran. Saya ditanyai tentang mekanisme pencairan dana dari Dispenda ke Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga),” ujarnya tanpa menyebut apa-apa saja pertanyaan yang diajukan oleh Kejari.

Dijelaskan Bukhori, jika ada permintaan pencairan dana dari salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD), maka sesuai mekanisme, pihaknya akan terlebih dahulu melihat semua persyaratan yang dibutuhkan untuk pencairan dana.

“Contohnya, jika ada permintaan pencairan dana dari Dispora, dan setelah semua persyaratan pencairan dipenuhi, maka kita mencairkan dana tersebut. Kemudian Dispora lah yang menyalurkan dana itu sesuai mata anggaran dan kode rekening terkait dana tersebut. Dan selanjutnya itu adalah tanggung jawab dari SKPD bersangkutan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Bukhori, dirinya dimintai keterangannya mulai pukul 10.00 WIB dan keluar dari Kejari Psp sekitar pukul 17.15 WIB, atau sesaat setelah Sarmadhan Hasibuan meninggalkan Kantor Kejari Psp.

“Kejari ingin mengetahui bagaimana proses pencairan dana dimaksud kepada saya, dan sudah saya sampaikan. Itulah alasan mengapa saya sampai dipanggil dan memberikan keterangan di Kejari ini, karena status saya sebagai Kadispenda, atau dinas saya adalah yang memroses pencairan dana dari Dispora ataupun SKPD lainnya,” pungkasnya.

Data yang dihimpun METRO dari Kejari Psp, beberapa pejabat telah dimintai keterangannya dalam proses penyelidikan kasus dugaan manipulasi dana dan data PS Sidimpuan (dulunya bernama PSKPS) senilai Rp2,7 miliar. Di antaranya, bendahara PSKPS Julkarnaen, Wakil Manajer PSKPS Hadi Ashari Nasution yang juga Kepala Bappeda Psp, Kadispora Psp Solih Pulungan, Wakil Ketua Umum PS Sidimpuan yang juga Sekdako Psp Sarmadhan Hasibuan, Kadispenda Psp Ahmad Bukhori. Kemungkinan, dalam waktu dekat mantan Kadispora Psp Asgul Ildihan Dalimunthe yang saat ini menjadi anggota DPRD Tapsel periode 2009-2014 juga akan dipanggil Kejari untuk dimintai keterangannya.

Baca Juga :  Perampok di Sumut Gunakan Senjata Api Rakitan

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Sarmadhan_dan_Bukhori_Dianggap_Tau_Aliran_Dana

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*