Dipicu Sengketa Lahan Kebun PT SBI Torgamba

Puluhan Warga Ditembaki Polhut Dibom Molotov Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mencekam. Selasa (30/11) tragedi berdarah pecah akibat sengketa lahan. Puluhan warga Dusun Janji Mulya, Desa Seimeranti, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel, menyerang pasukan Polisi Kehutanan (Polhut). Massa ditembaki, sedangkan petugas dan markasnya dilempari bom molotov.

DIBAKAR- Mobil patroli Polhut di Torgamba yang hangus dibakar, Selasa (30/11).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu, dipicu sikap PT Sinar Belantara Indah (SBI) yang sebelumnya mengelola areal yang telah ditanami kelapa sawit. Sementara warga yang juga merasa berhak atas lahan itu, berupaya menguasainya kembali.

Informasi dihimpun, saat ini sebenarnya lahan itu berstatus stanvas pasca pertikaian kedua pihak. Maksudnya, baik warga maupun pihak PT SBI, sama-sama dilarang mengelola.

Namun kemarin masyarakat marah. Mereka berang atas sikap PT SBI yang belakangan nekad mengelola lahan itu, meski statusnya masih stanvas.

“Kami sudah menanami sawit di lahan itu, tapi kok tiba-tiba pula mereka (PT SBI, red) malah menanami bibit akasia di lahan kami!” tukas sejumlah warga yang ditemui di areal lahan sengketa.

Kesal karena lahan yang diklaim sebagai haknya ditanami bibit akasia, warga pun beramai-ramai mendatangi karyawan kebun PT SBI yang sedang bekerja di areal tersebut. Kedatangan massa membuat pekerja perusahaan perkebunan itu mundur.

Begitu mundur, para pekerja mendatangi petugas Polhut yang telah menunggu di perbatasan lahan sengketa. Di sinilah bentrokan memuncak. Petugas yang sudah siaga, langsung menembaki warga dari jarak yang cukup jauh.

Karena sejata berpeluru serbuk, massa yang marah tak gentar. Mereka terus mengejar petugas Polhut. Bahkan mobil dinas yang digunakan aparat kehutanan itu dibakar secara brutal. Akibatnya petugas terpukul mundur.

Sementara massa terus mengejar, bahkan melempari petugas dengan botol bersumbu berisi bensin, atau dikenal dengan istilah bom molotov. Dalam situasi terjepit itulah, sejumlah tembakan semakin brutal diarahkan pada warga. (mag-01)

10 Warga Luka Tembak

MESKI tak menimbulkan korban jiwa, bentrokan tersebut mencederai sedikitnya 10 warga. Mereka terluka di sekujur tubuhnya. Disebutkan sumber medis, korban terluka akibat tembakan jenis shotgun.

Baca Juga :  Masyarakat Medan Diguncang Isu Baku Tembak dan Perampokan

Informasi dihimpun, kesepuluh korban terluka tembak itu yakni Sukidi, Taufik Herman, Suparman, Rony Budianto, Bambang Aryo, Herman, Ewin, Wawan, Emen, dan Mijan.

“Kesepuluh korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Indah Baganbatu,” kata Abdul Hakim Nasution, salah seorang tokoh masyarakat Desa Seimeranti, seraya menyebutkan, beberapa korban dianiaya secara tidak manusiawi.

Penyiksaan itu, kata Abdul Hakim, diderita para korban dengan cara diseret hingga puluhan meter, bahkan diinjak-injak meski dalam kondisi yang sudah tidak berdaya lagi. “Banyak darah berceceran di lokasi kejadian. Mereka menyeret beberapa korban hingga wajah korban lebam-lebam,” sebutnya seraya menuding, aparat kehutanan berpihak sehingga melindungi karyawan dan pihak PT SBI.

Dilanjutkannya, akibat bentrokan kemarin, mereka resah dan takut bahkan trauma. Sebab pasca pertikaian berdarah itu, beberapa petugas Polhut mendatangi warga. Aparat itu mengaku-ngaku sebagai pasukan khusus dari Angkatan Udara (Paskas).

“Mereka sebagian besar menggunakan senjata api laras panjang,” sebut Abdul Hakim, diamini warga lainnya.

Atas kerisauan warga itu, Abdul Hakim memohon aparat kepolisian segera mengusut tuntas kejadian itu.

“Kami meminta polisi berpihak pada kami yang lemah ini. Tolong lindungi kami para warga,” pintanya yang kemarin didampingi puluhan warga.

Pantauan METRO di lokasi kejadian, beberapa titik terlihat gumpalan darah. Warga mengatakan, cairan kental yang mulai menghitam itu berasal dari tubuh para warga korban tembakan. Di sana juga terlihat satu unit mobil Patroli milik petugas Polhut yang hangus terbakar.

Taufik Herman, salah seorang warga terlihat lemas dan tak berdaya di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, dirinya belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan Rony Budianto, korban lainnya mengaku mengalami luka-luka di sekujur tubuh akibat peluru shotgun yang diletuskan oknum Polhut.

Di Bahu Bersarang

48 Peluru

Hingga tadi mlam, peluru yang bersarang di tubuh Salah seorang korban, Herman, belum bisa dikeluarkan tim medis.

“Menurut dokter, di bahu kanan saya ini, paling tidak ada bersarang 48 butir peluru,” kata Herman.

Baca Juga :  5.000 Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Kembali ke Rumah

Sementara, dr Riyono menyebutkan, ada delapan korban yang ditanganinya di rumah sakit tersebut. Korban atas nama Sukidi telah dibawa ke rumah sakit di Medan karena mengalami luka di kepala yang sangat serius. Kondisinya sangat kritis. Sedangkan mereka yang menderita luka-luka ringan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Masih menurut Riyono, dirinya merujuk Taufik dan Herman ke Rumah Sakit Pekanbaru (Riau) atau Medan (Sumut), lantaran peralatan medis mereka tidak memadai untuk menangani luka seserius itu. Hal itu juga disebutkan dr Riyono kepada Kapolres Labuhanbatu, AKBP Robert Kennedi SIK SH MHum yang tengah terjun ke lokasi.

Sedangkan Robert Kennedy belum mau memberikan tanggapannya. Katanya, pihaknya masih butuh waktu untuk pemeriksaan.

“Saya belum dapat memberikan keterangan, karena saya belum melihat lokasi dan belum mengetahui kejadian yang sebenarnya,” kata Robert.

Anehnya, Robert menyebutkan, dalam peristiwa itu tidak ada korban yang tertembak senjata api.

“Tidak ada korban yang tertembak senjata api,” katanya seraya menyebutkan, pihaknya akan memeriksa petugas Polhut. Setidaknya, identitas delapan oknum sudah mereka kantongi.    (Metro Siantar)

Nama Korban Bentrok

1. Sukidi (kritis)
2. Taupik Herman (kritis)
3. Suparman
4. Rony Budianto (kritis)
5. Bambang Aryo
6. Herman
7. Ewin
8. Wawan
9. Emen
10. Mijan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*