Dirazia, Cewek Cantik Nangis Meronta-ronta – 15 Pasangan Diamankan dari Tor Simarsayang & By Pass

By Pass Sidimpuan (analisa)

Seorang cewek cantik berkulit putih dengan rambut sepunggung meronta-ronta dan menangis saat petugas mengajaknya naik ke mobil patroli, Minggu (24/7). “Kami tidak melakukan apa-apa. Kami hanya makan di sini,” ujarnya diamini lelaki di sampingnya.

Namun, petugas tetap tidak menggubris tangisan cewek cantik tersebut. Akhirnya, pasangan itu pasrah ketika petugas menggiring mereka dari Jalan By Pass menuju Mapolres Psp. Mereka tidak berdua, ada pasangan lainnya yang juga terjaring razia.

Razia bertajuk operasi cipta kondisi 2011 ini dilakukan aparat Polres Padangsidimpuan (Psp) bersama Satpol PP, Kodim 0212/TS, dan Sub Denpom ini, merupakan upaya untuk membersihkan penyakit masyarakat (pekat) menjelang bulan suci Ramadan.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 15 pasangan yang mayoritas masih pelajar dan 15 sepedamotor dari Jalan By Pass dan Tor Simarsayang. Mereka diamankan karena berduaan di dalam tenda yang tingginya melebihi aturan, yakni 30 centimeter.

Kapolres Psp AKBP Andi Taufik melalui Wakapolres Psp Kompol Maradolok Siregar, mengatakan razia yang mereka lakukan sesuai dengan arahan poldasu. Tujuannya, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif selama Ramadan sehingga umat muslim nyaman dan tenang serta khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam operasi itu, terang wakapolres, belasan pasangan yang terjaring digiring ke Mapolres Psp, lalu diberikan pengarahan dan pembinaan. Sebelum dijemput orangtua masing-masing, mereka terlebih dahulu membuat surat perjanjian.

Baca Juga :  Diprediksi Hanya 2 Caleg Perempuan Lolos DPRD Paluta

Kasatpol PP Psp Erwin H Harahap, menambahkan, selain operasi cipta kondisi yang dilaksanakan Polres Psp, razia ini juga berdasarkan s nota kesepahaman yang ditandatangani oleh seluruh muspida plus, tentang pemberantasan segala macam praktik maksiat yang ada di Kota Psp.

Setelah aksi ini, sambung Erwin, sebagai bentuk tindak lanjutnya, pemko akan menyurati pemilik kedai, kafe, dan tenda biru serta hotel yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat. Isinya, meminta pengusaha untuk membenahinya. Untuk pemilik kafe sebaiknya tidak menyediakan tempat tertutup yang bisa digunakan untuk tempat mesum atau jika tenda biru, seperti di Tor Simarsayang dan Jalan Baru By Pass harus terbuka dan tidak ditutupi. Sedangkan pemilik hotel, tidak menyediakan pekerja seks komersial (PSK).

“Seminggu ini akan segera kita surati. Jika tidak diindahkan maka bersama dengan muspida plus akan kita bongkar paksa,” tegasnya.

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*