Diringkus Timsus JNC, Oknum Polisi Nyesal Konsumsi Sabu

SIDIMPUAN- Lagi, citra kepolisian tercoreng! Setelah Briptu Adi Sucipto Saragih ditangkap atas tuduhan merekrut juru tulis togel, kemarin giliran Briptu A yang diringkus. Pria ini ditangkap saat hendak menyabu. Namun, penangkapan keduanya membuktikan Polres Psp tidak tebang pilih.

Briptu A tidak sendiri. Ia diringkus Tim Khusus 11 Anti Judi, Narkoba dan Curi (JNC) Polres Padangsidimpuan (Psp) bersama Erwin Syahputra (32) dari tepi Jalan Imam Bonjol, Selasa (29/11) malam. Dari keduanya, diamankan sabu seberat 4,54 gram.

Tim JNC juga menangkap bandarnya Saut Halomoan Sitorus (40), sekitar pukul 19.00 WIB. Saut diciduk dari rumahnya di Gang Garuda, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Psp Selatan.

Kapolres Psp AKBP Andy S Taufik didampingi Kasat Narkoba AKP Timbul Sihombing menjelaskan, penangkapan salah satu bandar sabu di Psp berdasarkan pengembangan informasi. Dari keterangan Briptu A, barang yang mereka beli berasal dari Sahat yang 2 bulan lalu baru saja divonis bebas majelis hakim PN Psp dengan kasus yang sama.

Kemudian, timsus JNC mendatangi rumah tersangka di Gang Garuda, Kelurahan Aek Tampang. Selanjutnya, dari dalam kamarnya ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 3,10 gram sabu, uang Rp12 juta dan sejumlah peralatan untuk memakai sabu.

“Briptu A dan Erwin kita bekuk di tepi jalan Imam Bonjol, sementara Halomoan Sitorus dibekuk di rumahnya. Setelah dilakukan penggeledahan, Timsus berhasil mengamankan sabu seberat 3,10 gram beserta uang tunai Rp12 Juta lebih yang merupakan uang hasil penjualan sabu kepada dua tersangka pengedar yang ditangkap beberapa menit sebelumnya,” terang Kapolres.

Baca Juga :  Jalinsum Pasar Aek Godang Paluta Dipenuhi Lubang

Ditambahkan Kapolres, atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenai pasal 114 ayat 1 Subsider 112 (1) Sub pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, pada saat proses penangkapan Sahat sempat terjadi insiden berupa aksi pelemparan terhadap Timsus yang diduga dilakukan para pendukung tersangka.

“Saat hendak membawa tersangka, sempat ada lemparan dari dua arah yang kemungkinan dilakukan yang merupakan pendukung tersangka. Namun, lemparan itu hanya beberap kali dan tidak mengenai para personil yang tengah menjalankan tugas,” ceritanya.

Terkait kembali ditangkapnya salah seorang anggota Polres Psp dalam rentang tiga hari Kapolres mengatakan, jika hal ini menunjukkan bentuk keseriusan pihaknya dalam memberantas JNC di daerah ini. “Ini bukti jika, kita tidak main-main dalam memberantas minimal menekan angka JNC di daerah ini. Siapapun yang terlibat akan ditindak tegas,” tegasnya.
Selain itu Kapolres mengaku bahwa sudah lama mencurigai Briptu A, tapi belum ada bukti, sehingga tidak bisa memberikan tindakan. “Sebenarnya saya sudah lama curiga terhadap Briptu A, tapi kami belum mendapatkan barang buktinya,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan tes urine, ketiganya pemakai dan pengedar norkoba tersebut positif menggunakan narkoba.
Diakuinya, dalam rentang waktu setahun bertugas di daerah ini, dirinya selalu menekankan terhadap seluruh personel agar jangan terlibat JNC.

Baca Juga :  BOS Diduga Jadi Mata Pencaharian

“Hampir setiap hari saya selalu tekankan kepada para personel untuk menjauhi segala perbuatan yang menyalahi hukum. Jadi, tidak salah jika kemudian dilakukan tindakan tegas terhadap para personel yang terlibat JNC,” ucapnya.
Diharapkannya, masyarakat terus mendukung kinerja Timsus 11 anti JNC agar angka kasus JNC di Kota Psp ini dapat diminimalisir.

Sementara itu, Briptu A mengaku sudah lebih setahun menggunakan narkoba jenis sabu. Ia menyesal karena sudah menggunakan narkoba. Begitu juga tersangka Erwin. Ia mengaku sudah setahun memakai sabu yang didapatkannya dari Sahat.
Sementara tersangka Sahat mengaku sudah menjadi pengedar dan sekaligus pemakai selama 7 bulan. “Barang itu saya dapatkan dari salah seorang bandar di Kota Sibolga,” tuturnya. (phn)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*