Dirut Bank Sumut – Di Sumut Hanya 0,14 Persen Orang Kreatif

SIDIMPUAN- Hasil penelitian di negara-negara maju, ditemukan hanya 2 persen orang yang berfikir kreatif dan bertindak inovatif dalam menjalani hidupnya (enterprenur). Sementara di Sumut, hanya ada 0,14 enterprenur.

Hal ini disampaikan Dirut Bank Sumut, H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM di hadapan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimpuan (Psp) di acara Studium General Mahasiswa Baru STAINPsp TA 2011-2012,  di auditorium STAIN Psp, di Sihitang, Psp Tenggara, Psp, Rabu (28/9).

Kemudian, tutur Gus Irawan berdasarkan hasil penelitian, 98 persen yang hidupnya sejahtera adalah enterprenuer atau pebisnis, sementara 2 persen lainnya adalah profesional dan warisan.

Acara dihadiri Ketua STAIN Psp, Dr Ibrahim Siregar MCL, para Pembantu Ketua (PK) STAIN Psp, civitas akademika, Ketua Pengadilan Agama (PA) Psp, H Haspan Pulungan SH, muspida plus, Plt Sekdakab Tapsel, Aswin Siregar, sejumlah pimpinan bank Cabang di Psp, sejumlah pengusaha dan lainnya.

Dia berharap para mahasiswa di era persaingan yang ketat ini, dalam mencari lapangan kerja harus membangun jiwa entreprenuer. Artinya tidak hanya sebagai seorang pencari tenaga kerja, tapi bisa menciptakan lapangan kerja. “Kalau enterprenuer di Sumut hanya 0,14 persen berarti ada peluang yang bisa dicapai adek-adek mahasiswa untuk menjadi seorang enterprenuer,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan juga menyampaikan dalam sunnah nabi, ada10 pintu rezeki untuk mencapai hidup sejahtera, salah satunya adalah berniaga. Namun, kerap seseorang yang ingin membangun usaha, selalu mengatakan kendala utama ada pada modal, padahal sebenarnya, itu ada pada dalam diri sendiri.

Baca Juga :  Disdik Tapsel Potong Ratusan Juta Dana Intensif Guru

Gus Irawan dalam studium yang bertemakan ‘Membangun enterprenuer untuk hidup lebih sejahtera,’ juga mengajak mahasiswa untuk merubah minset bahwa usai menyelesaikan studi nantinya tidak harus semata-mata harus bekerja dan masuk PNS. Nantinya mahasiswa harus bisa menjadi seorang enterprenuer sesuai dengan kemampuan maisng-masing.
Dijelaskan, secara umum kondisi kewirausahaan saat ini belum menggembirakan disebabakan beberapa hal diantaranya, tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah, partisipasi kerja rendah berakibat banyak pengangguran. Belum fokus dan oiptimalnya pengembangan kewirausahaan di pusat dan daerah, belum serasinya kebijakan pemerintah pusat, propinsi dan daerah dalam pengembangan kewirausahaan.

Sebelumnya, Ketua STAIN Psp DR Ibrahim Siregar dalam sambutannya berharap Gus Irawan salah satu tokoh di Sumut bisa tetap sukses termasuk sukses untuk menjadi seorang eksekutif sehingga bisa mendorong peningkatan status STAIN Psp menjadi sebuah IAIN nantinya.

Sementara Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu yang diwakili Plt Sekdakab Aswin Siregar menegaskan, dukungannya atas upaya STAIN Psp dalam meningkatkan statusnya menjadi IAIN. (neo/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. memang sudah seharusnya sejak mahasiswa sudah membangun jiwa enterprenurship, sehingga ketika selesai kuliah bukan lagi sebagai pencari kerja, tapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan
    akan muncul enterprenur -enterprenur muda dari SUMUT.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*