Disana Rusuh, Disini Rusuh, Dimana-mana Rusuh…

Bingung rasanya melihat berita-berita dalam seminggu ini baik Suraetkabar, televisi, maupun berita Online…… Bingung, Ngeri, Kecewa, Takut, Khawatir dl.. semuanya campur aduk…

Dimulai dari kerusuhan di Panggung DPR.

Anggota DPR memprotes Ketua DPR Marzuki Alie (berpeci, ketiga dari kiri) dalam rapat paripurna pembacaan kesimpulan akhir dan rekomendasi Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/3). Sidang paripurna berakhir ricuh karena Ketua DPR memaksa untuk menunda pengambilan keputusan paripurna terhadap kesimpulan dan rekomendasi akhir Pansus Century

Rapat DPR kasus Century terjadi kerusuhan – Demo Masa
Sebuah sidang paripurna yang membahas mengenai kasus century yang diselengarakan pada selasa 2 maret 2010 terjadi kericuhan yang di ikuti oleh aksi masa yang berada diluar melakukan aksi demontrasi secara anarkis

Ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang paripurna secara sepihak. Marzuki pun langsung diserbu puluhan anggota DPR yang marah.

Sebelumnya suasana sidang paripurna sudah sangat panas. Hujan interupsi datang silih berganti dan penuh pro kontra soal masa kapan waktunya pengambilan keputusan.

Saat suasana ricuh, Marzuki pun menutup sidang secara sepihak. “Dengan mengucap alhamdulillah, sidang paripurna DPR ditutup!” kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

Para anggota DPR mulai naik pitam. “Tidak bisa begitu! Hei pimpinan! Pimpin yang benar!” bentak para anggota dewan.

Lalu ada teriakan, “Ambil alih pimpinan sidang! Ambil alih pimpinan sidang!”.

Puluhan anggota Dewan lalu berbondong-bondong mendatangi Marzuki. Mereka terlibat saling dorong. Hingga pukul 12.30 WIB suasana sidang semakin kacau..

Lalu ditambah lagi dengan kerusuhan di Makassar

Mahasiswa Makassar Kembali Berbuat Anarki

www.liputan6.com,

Makassar: Mahasiswa kembali berbuat anarki di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/3). Padahal maklumat untuk mengakhiri kerusuhan di Makassar sudah disepakati oleh mahasiswa, polisi, dan Pemda. Mereka berunjuk rasa dengan kembali menutup jalan raya dengan menghentian sebuah truk kontainer yang melintas untuk menghalangi jalan, sekaligus jadikan panggung orasi. Ulah mahasiswa ini mengakibatkan ratusan kendaraan tertahan, hingga lalu lintas macet panjang.

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak polisi mengusut penyerbuan sekretariat HMI di Jalan Botolempangan oleh sejumlah personil dari Resmob Polda Sulsel. Mereka juga mendesak Kapolri mencopot Kapolda Sulsel, Irjen Adang Rochyana, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penyerbuan di sekretariat HMI.

Berjarak sekitar 300 meter dari lokasi, polisi antihuruhara berjaga-jaga di bawah jembatan layang. Setelah beraksi sekitar 30 menit, mahasiswa melepas truk kontener tersebut.

Sebelumnya, mahasiswa, walikota, polisi, dan rektor sejumlah universitas pada Jumat (5/3) malam, menyepakati beberapa hal untuk menghentikan kerusuhan di Makassar. Kesepakatan itu berisi pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap akar masalah, kesediaan semua pihak untuk menahan diri, pihak kampus diminta mengendalikan mahasiswa, dan menjadikan para perusuh sebagai musuh bersama.

Demo dan bentrok yang melibatkan mahasiswa di Makassar terjadi sejak Rabu (3/3) malam, yang dipicu oleh penyerangan dan perusakan sekretariat HMI Makassar oleh sejumlah personil dari Resmob Polda Sulsel karena alasan yang belum jelas [baca: Bentrok Mahasiswa di Makassar dan Polisi]. Marah, mahasiswa merusak berbagai fasilitas umum, termasuk sebuah kantor polisi [baca: Demo Anarkis Mahasiswa Rusak Pos Polisi].

Kerusuhan melebar, warga yang muak atas ulah mahasiswa ikut menyerang mahasiswa. Sempat terjadi bentrok berupa perang batu di sejumlah tempat, yang menyebabkan beberapa warga terluka. Sejauh ini Mapolwiltabes Makassar sudah menahan empat polisi yang diduga merusak sekretariat HMI [baca : Oknum Perusak Sekretariat HMI Ditangkap].(PAG/AYB)

Dan Lagi Di Kupang

Bentrokan antar Mahasiswa di Kupang NTT tewaskan seorang Mahasiswa
www.liputan6.com

Kupang: Pasca bentrokan antara dua kelompok mahasiswa Alor dan Sumba di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menewaskan seorang mahasiswa asal Belu, NTT, puluhan aparat kepolisian Polresta Kupang dengan dibantu warga setempat, akhirnya melakukan sweeping.

Seluruh asrama dan rumah kos yang diduga dihuni para pelaku kedua kelompok etnis mahasiswa tersebut diperiksa, Sabtu (6/3). Polisi berhasil menyita puluhan anak panah dan senjata tajam lainnya sebagai barang bukti. Namun diduga para pelaku sudah mengetahui rencana sweeping ini, sebab, petugas tidak menemukan satu pun pelaku di kamarnya.

Kepala Satuan Samapta Polresta Kupang, Ajun Komisaris Polisi Iswahyudi menjelaskan, sweeping dilakukan untuk memberi rasa nyaman terhadap warga sekitar. Pihaknya juga akan terus siaga di lokasi kejadian dan terus memburu para pelaku yang hingga kini masih buron [baca: Dua Rumah Kos Terbakar Akibat Bentrokan Mahasiswa].

Bentrokan antara dua kelompok mahasiswa ini dipicu dendam atas pembakaran asrama Alor beberapa bulan silam dan perselisihan usai acara wisuda pekan lalu. Tak hanya menewaskan seorang mahasiswa, enam buah sepeda motor milik warga yang diparkir di sekitar lokasi kejadian dan dua buah rumah hunian mahasiswa Alor serta sebuah asrama milik mahasiswa Sumba ikut dibakar dua kelompok yang bertikai.(ARL/AYB)

Trus Di Jakarta Lagi

Rusuh Cikini – 5 Anggota HMI Luka Akibat Bentrokan – detiknews.com

Jakarta – Lima anggota HMI mengalami luka akibat bentrokan dengan polisi tadi malam. Para korban luka ini sudah mendapatkan perawatan di RS Cipto Mangunkusumo yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan di Cikini.

“Saat aksi kemarin ada 5 teman kita tang terluka,” kata Kordinator Aksi HMI, Agus Harta, di Sekertariat PB HMI, Jl. Cikosari, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3/2010).

Salah seorang yang mengalami luka itu adalah Dede (23). Mata sebelesah kiri aktifis ini terlihat memar. “Saya luka karena dipukul dan diinjak, ada juga teman yang dilindas dengan sepeda motor,” ujar Dede.

Lebih lanjut Dede menyatakan, dia dan empat temannya sudah memintakan visum ke RSCM. Hasil visum itu yang akan HMI pakai untuk mengambil langkah hukum terhadap bentrokan menyusul aksi unjuk rasa yang mereka tujukan sebagai solidaritas terhadap rekan-rekannya di Makassar.

“Kita harapkan ada upaya hukum dari kepolisian,” sambungnya. (fiq/lh)

ah……., biado ma on…… holan songonon noma karejo namangolu on….

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*