Disdik Madina Masih Lakukan Pengutipan Dana Insentif Guru

Meskipun Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal Drs. Musaddad Daulay sudah melarang bawahannya melakukan pengutipan atau pemotongan terhadap dana-dana yang merupakan hak guru pada Bulan Oktober 2010 lalu, namun larangan itu tidak digubris malah pengutipan dan pemotongan masih terjadi.

Hal itu berdasarkan pengakuan guru-guru kepada wartawan yang mengatakan, bahwa mengutipan atau pemotongan dilakukan terhadap Dana Insentif non sertitifikasi, dana sertifikasi, bantuan insentif dari Gubsu serta bantuan untuk guru terpencil.

Pengutipan dana non sertifikasi dikumpulkan oleh Bendahara dan dikutip sebesar Rp.20.000 per guru oleh Bendahara Sekolah selanjutnya untuk Tingkat SD/TK disetorkan kepada KUPT dan selanjutnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Madina, dan untuk tingkat SMP, SMA/SMK dikumpulkan pada bendahara sekolah selanjutnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Madina.dan anehnya uang yang terkumpul tersebut disetorkan pada Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Madina.

Sedangkan untuk pengutipan dana sertifikasi guru, guru-guru menyerahkan uang sebesar Rp.250.000 – Rp.300.000 diserahkan kepada setiap Kepala Sekolah dan ada oknum Dinas Pendidikan Madina yang datang untuk mengumpulkannya, seperti yang terlihat pada Minggu yang lalu salah seorang oknum Dinas Pendidikan Madina mendatangi sejumlah sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Siabu dan Kotanopan untuk mengutip dana sertifikasi.

Anehnya, ketika hal ini dikonfirmasikan langsung kepada Amrul Siregar,dari Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Madina pada Jumat (14/1) yang bersangkutan tidak bersedia memberikan jawaban.

Baca Juga :  CR7 Marah Madrid Jual Oezil

Saat didesak apakah pengutipan atau pemotongan tersebut diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Madina. “Kalau saya katakan tidak diketahui saya salah dan bila saya bilang diketahui saya juga salah, saya minta supaya koordinasi saja dengan Kabid Keuangan, saya tidak mau dipersalahkan,” pinta Amrul.

Sementara Koordinator Pengawas (Korwas) Dinas Pendidikan Madina H.Fahmi Efendi kepada wartawan, Senin (17/1) membantah adanya pengutipan terhadap dana sertifikasi guru. “Itu tidak ada dan persoalan dana tersebut bukan bagian kami, persoalan dana merupakan kewenangan Bagian Keuangan, kami hanya administrasi saja, dan yang mengurus guru-guru sertifikasi ini bukan kami saja,” ungkap Fahmi. (sah) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. untuk tahun 2011 saya lihat masih sama juga……cuma pola nya sudah berbeda yaitu dengan melibatkan pihak Bank…..Bank membuat syaray yang aneh-aneh dan cendrung untuk mempersulit para PNS sehingga membuka peluang untuk menarik dana siluman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*