Disebut Terima Rp 500 Juta, Menpora Siap Diperiksa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng mengikuti sidang dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wiama atlet Sea Games Palembang dengan tersangka mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (21/9/2011). Andi hadir sebagai saksi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, yang juga mantan calon ketua umum Partai Demokrat, membantah bahwa dirinya menerima uang Rp 500 juta dari proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011.

Andi mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan pendalaman. “Saya siap diperiksa,” kata Andi kepada para wartawan seusai menghadiri Rapat Pimpinan Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Andi mengatakan, dirinya dan jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga siap mendukung komisi antikorupsi untuk melakukan pengusutan tuntas terkait kasus dugaan suap tersebut.

Kesaksian ini disampaikan mantan anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/1/2012).

Saat itu, Rosa mengatakan, ada uang sejumlah Rp 500 juta yang berasal dari proyek tersebut ke Kongres Partai Demokrat untuk pemenangan calon ketua umum Andi Mallarangeng.

Rosa mengaku mengetahui ihwal pemberian uang ke Andi saat melihat catatan pengeluaran Grup Permai (perusahan Nazaruddin) yang dibuat Yulianis selaku Direktur Keuangan Grup Permai.

Soal adanya uang yang mengalir untuk pemenangan Andi ini belum pernah diungkap Nazaruddin sebelumnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*