Diserang Hama Tikus – Puluhan Hektare Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Puluhan Hektare Tanaman Padi Terancam Gagal Panen
Diserang Hama tikus Kondisi lahan padi sawah yang terancam gagal panen diserang hama tikus di Desa Manegen, minggu lalu. (medanbisnis/ikhwan nasution)

P.Sidimpuan. Diperkiran puluhan hektare lahan padi sawah terancam gagal panen di sejumlah desa di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan akibat diserang hama tikus.

“Diperkirakan 20 hektare lebih padi sawah diserang hama tikus di Desa Manegen ini,” kata Awaluddin Matondang Plt Sekdes Desa Manegen, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, minggu lalu.

Dikatakan, serangan hama tikus tidak hanya terjadi di Desa Manegen namun juga di Desa Goti yang bersebelahan. Kedua desa ini merupakan daerah terparah serangan hama tikus. Umur padi yang diserang itu antara 35 hari hingga 40 hari dan sebagian sudah mengeluarkan bulir.

“Sebagian besar padi yang sudah terserang hama tikus dipastikan tidak dapat dipanen. Sejauh ini perhatian dinas pertanian setempat belum maksimal sehingga persoalan tikus belum dapat diatasi,” katanya.

Senada juga diungkapkan Kasran (56) salah seorang petani di Desa Manegen. Dia mengatakan serangan hama tikus sudah sejak tiga minggu lalu. Dan hanya bisa melakukan perburuan kecil-kecilan dan mengumpul padi yang sudah dipotongi tikus.

“Kami hanya bisa mengumpul potongan padi dan menumpuknya pada gadu dan berusaha menutup lubang tikus,” kata Kasran secara terpisah.

Dikatakan, dalam musim panen di daerah ini biasanya produksi padi antara 6 ton – 7 ton per hektare. Namun, dia pesimis produksi padi kali ini jauh menurun. “Kami hanya berharap pemerintah dapat memperhatikan dan memberi bantuan pembasmi hama tikus,” katanya.

Baca Juga :  Puluhan Kontraktor Madina Minta Proses Tender Diawasi

Dikatakan, sejauh ini petani baru menerima bantuan empat kaleng anti hama tikus dari dinas pertanian. Namun, jumlah itu dinilai masih kurang dengan luasnya lahan padi yang diserang hama tikus di dua desa tersebut. (ikhwan nasution)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 2 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*