Dishub Tapanuli Selatan Prioritaskan Jalur Aek Latong

Dinas Perhubungan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) seperti pada tahun sebelumnya akan membuka pos pengamanan (PAM) lebaran di tiga titik yang selama ini dianggap rawan bencana alam dan longsor yang bisa mengakibatkan kemacetan serta rawan kecelakaan. Salah satunya jalur Aek Latong, Kecamatan Sipirok yang akan mendapat perhatian khusus Dishub.

Demikian diutarakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Tapsel, Drs H Achmad Ibrahim MM kepada METRO, Senin (6/9), melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan, Mara Untung Nasution.

Disebutkan Untung, pihaknya mengingatkan para pengendara khususnya pemudik yang menuju ke Tapsel maupun keluar Tapsel untuk berhati-hati selama dalam perjalanan terutama melintasi jalan yang rawan akan kecelakaan lalu-lintas.

Adapun lokasi yang diangap rawan dan juga nantinya akan dididirkan posko atau PAM lebaran yakni di Parsariran Kecamatan Batang Toru, dan Aek Sijorni Kecamatan Sayurmatinggi. Kemudian jalur Aek Latong Kecamatan Sipirok yang akan mendapatkan perhatian khusus dari Dishub Tapsel karena selama ini memang kerap menjadi langganan macet apalagi pada saat musim hujan. Apalagi, lokasi ini ramai dilintasi para pemudik.

Dijelaskannya, di posko jalur Aek Latong ini Dishub akan dibantu oleh Satpol PP untuk pengamanan, pihak Dinkes untuk mengantisipasi adanya terjadi lakalantas, Dinas PU menyiapkan alat berat untuk membantu menarik kendaraan yang terjebak ataupun mengantisipasi terjadinya longsor, dan lain sebagainya. Kemudian juga akan dikoordinir oleh Polres Tapsel dan akan siap selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada pemudik agar nyaman selama melakukan perjalanan.

Baca Juga :  Tuna Wisma Berkeliaran di Palas

“Lokasi ini setiap tahunnya selalu menjadi prioritas dari Pemkab Tapsel melalui kita Dishub dan bekerja sama dengan instansi terkait,” ungkapnya.

Sementara itu alasan didirikannya tiga pos PAM lebaran di tiga titik tersebut yakni, dikarenakan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana tiga lokasi inilah yang selalu menyumbangkan kemacetan maupun lakalantas.

“Pos PAM lebaran yang ada di tiga titik ini merupakan langganan kemacetan dan lakalantas sesuai dengan pengalaman kita pada tahun-tahun sebelumnya,” sebutnya lagi.

Selama PAM lebaran, yakni H-7 Lebaran atau mulai tanggal 3 September dan H+7 atau tanggal 18 September, kata Untung, pihaknya juga menyiapkan 40-an petugas Dishub yang akan berjaga secara bergantian selama 24 jam bersama pihak Polres Tapsel, Dinkes, Dinas PU, Satpol PP dan lainnya dalam memberikan kenyamanan kepada pemudik.

“Kita perkirakan arus mudik mulai H-2 Lebaran dan arus balik mulai H+3. Tapi kita lihat hingga saat ini, H-4 Lebaran, masih biasa-biasa saja, belum ada kita lihat peningkatan arus lalu-lintas atau kendaraan yang lalu-lalang,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Untung, pihaknya meminta pemudik sebelum melangsungkan perjalanan untuk terlebih dahulu mempersiapkan kelayakan kendaraannya dan kelengkapan kendaraannya agar nyaman dan selamat dalam perjalanan. Selain itu diingatkannya juga selama dalam perjalanan para pemudik untuk mematuhi rambu-rambu lalu-lintas, menggunakan pengaman kepala atau helm dan yang terpenting lagi menurutnya jangan mengebut atau membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Baca Juga :  DIREKTUR WALHI SUMUT “JUAL-NAMA” MASYARAKAT SIKAPAS

Masih dikatakan Untung, pengendara juga diimbau untuk berhati-hati di beberapa titik jalan yang rawan terjadi kecelakaan seperti di jalur Aek Latong Sipirok perbatasan antara Tapsel-Tarutung, Batang Toru perbatasan antara Tapsel-Tapteng, Nabundong perbatasan antara Tapsel-Paluta, Sayurmatinggi perbatasan antara Tapsel-Madina. Menurutnya, meskipun jalan tersebut relatif bagus, namun dengan banyaknya tikungan tajam serta beberapa berjurang, diharapkan pemudik berhati-hati melintasi jalan itu.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Dishub_Prioritaskan_Jalur_Aek_Latong

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. DISHUB TAPSEL Kadis, Bendahara, Sekretaris, Kasubbag Keuangan, segenap Pegawai Negerinya, sedang giat korupsi, prioritaskan uang operasional untuk dihabiskan secara diam-diam di kafe, sabu, ganja, rumah pribadi, dan perempuan. dan masih banyak lagi kegiatan illegal.

  2. Bbm sudah naik kenaikan tarip ongkos pada angkutan umum jelas terjadi kenaikan akan tetapi dishub tidak pernah andil dalam keputusan naiknya tarip pada angkutan umum tersebut,kenaikan tarip ongkos hanya dari pelaku (sepihak)angkutan umum masyarakat jelas dirugikan dimana dishub ketika dibutuhkan buktinya rakyat membayar pajak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*