Disoal, Investasi Pemko Padangsidimpuan ke Bank Sumut & PDAM

www.metrosiantar.com

SIDIMPUAN-METRO; Fraksi Demokrat DPRD Kota Padangsidimpuan (Psp) mempertanyakan tentang investasi Pemko Padangsidimpuan (Psp) ke Bank Sumut dan PDAM Tirta Ayumi sekitar Rp1,3 miliar, dengan perincian Bank Sumut Rp850 juta, PDAM Rp500 juta.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution SE dan Sekretaris Rika Hannum Nasution kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu mengaku sudah membuat laporan yang ditembuskan kepada Ketua DPC dan Ketua MPP DPC Partai Demokrat Kota Psp sebagai laporan.

Dikatakannya, setelah pengesahan APBD Pemko Psp 2010 pada Desember 2009 lalu, hingga saat ini telah 3 bulan berlalu Fraksi Demokrat mempertanyakan kepada Pemko Psp terkait dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Nomor.903/5474/K/Tahun 2009 tentang evaluasi rancangan perda Kota Psp tentang APBD 2010 dan rancangan peraturan Wali Kota Psp tentang penjabaran APBD TA 2010, tertanggal 28 Desember 2009.

Dalam evaluasi Gubsu menginstruksikan agar penganggaran pengeluaran pembiayaan yang berbentuk penyertaan modal (investasi) Pemko Psp kepada PT Bank Sumut sebesar Rp850 juta dan PDAM Tirta Ayumi sebesar Rp500 juta supaya mempedomani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor. 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 75 yang mengamanatkan penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan, apabila jumlah yang akan di sertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah di tetapkan dalam perda tentang penyertaan modal daerah berkenaan.

Dan berdasarkan keputusan Wali Kota Psp  Nomor.243.A/KPTS/2009 tentang penyempurnaan hasil evaluasi rancangan perda Kota Psp tentang APBD 2010 dan rancangan peraturan Wali Kota Psp tentang Penjabaran APBD TA 2010, tertanggal 30 Desember 2009 lalu, khususnya menanggapi evaluasi Gubsu Wali Kota Psp menyatakan akan disesuaikan dengan peraturan berlaku.

Baca Juga :  Tapsel Bentuk Tim Percepatan Perpindahan Kantor Bupati

“Berdasarkan fakta yang ada, DPRD Kota Psp sampai hari ini belum ada menerima rancangan peraturan daerah tentang penyertaan modal daerah itu dan kami dari Fraksi Demokrat DPRD Kota Psp dengan ini mendesak Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Psp untuk segera mengajukan Ranperda dimaksud agar bisa dibahas dan disetujui DPRD Kota Psp, demi tercapainya transparansi anggaran dan sekaligus memenuhi ketentuan PP No. 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah. Hal ini juga bermaksud dan bertujuan agar masyarakat Kota Psp mengetahui sudah berapa jumlah investasi Pemko Psp di PT Bank Sumut sejak tahun 2003 hingga tahun 2010 dan di PDAM Tirta Ayumi sejak didirikan hingga 2010 ini,” tanyanya.

Selain itu, sesuai peraturan Gubsu. Nomor 11 tahun 2005 tentang penyisihan sebagian hasil pajak bumi dan bangunan, sesuai dengan ketentuan penyisihan ditetapkan sebesar 5 persen dari total penerimaan PBB, namun hal itu juga tidak dijelaskan Pemko Psp.

Selain itu keduanya juga mendesak Pemko Psp untuk segera menetapkan dan mendefenitifkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Psp.

Hal ini mengingat RSUD Psp sudah mengalami kekosongan pemimpin selama 6 bulan, dan juga mengingat RSUD adalah tempat untuk memberikan pelayanan terhadap kepentingan kesehatan warga.

“Sudah hampir setengah tahun RSUD Psp tidak juga di tetapkan siapa pemimpin defenitifnya. Padahal, RSUD Psp adalah pemasok utama untuk PAD Kota Psp dan merupakan instansi atau lembaga yang sangat vital dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini dapat menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD karena tidak ada pemimpin selain juga koordinasi dan program yang dilaksanakan tidak berjalan maksimal, karena tidak jelasnya struktur kepemimpinan,” ungkap keduanya.

Baca Juga :  Sidimpuan Gratiskan Retribusi

Ditambahkan keduanya, sudah banyak laporan dari masyarakat ke DPRD Psp kalau pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di RSUD Psp sangat buruk dan hal itu disebabkan persoalan managerial yang tidak optimal. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*