Disperindag Kota Padangsidimpuan Razia Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

www.metrosiantar.com

Illustrasi

SIDIMPUAN-METRO; Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi (Disperondagkop) dan UKM Kota Padangsidimpuan (Psp), Rabu (3/3) kemarin melaksanakan razia makanan dan minuman yang kedaluwarsa sekaligus mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Samakmur melalui Kabid Perdagangan, Nurman kepada sejumlah wartawan saat melakukan razia di pasar inpres Padangmatinggi dan sekitarnya mengatakan, razia ini bukan hanya di lakukan oleh Disperindagkop saja, namun dalam bentuk tim, yakni Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes  Psp, Rosdiana, Satpol PP, Aiptu H Siregar dari Polresta Psp, YLKM, dan lainnya yang akan digelar selama dua hari ini hingga, Kamis (4/3).

Dikatakannya, jika razia kali ini masih bersifat sosialisasi dan merupakan lanjutan dari tahun 2009 lalu yang juga sudah dilakukan. Namun nantinya pada tindak lanjut berikutnya, razia ini direncanakan dilakukan sekali 3 bulan, maka akan dilakukan penindakan lebih tegas yakni berupa penarikan barang. Dan kepada pengusaha akan membuat surat pernyataan untuk lebih mengedepankan aspek perlindungan konsumen dan juga tentunya pengusaha agar tidak terjebak menjual barang-barang yang ternyata tidak memiliki label POM, lisensi halal dari MUI, Dinkes, dan lainnya. Utamanya adalah barang yang sudah kedaluwarsa .

“Memang ini merupakan kegiatan lanjutan tahun 2009 lalu dan tim ini bekerja selama dua hari ini,” katanya. Disamping itu, nantinya jika ditemukan barang makanan atau minuman yang perlu diuji, maka akan dikirimkan ke laboratorium BPOM Medan untuk diperiksa, apakah membayakan bagi konsumen atau tidak.

Baca Juga :  Kajatisu Terperangah - Banyak Kasus Korupsi di Sumut Hilang, Sidang Berhenti, Terdakwa Illegal Logging Bebas

“Jika nantinya ada kita temukan yang kadaluwarsa, kita akan membuat surat pernyataan dengan pengusaha untuk tidak menjual barang itu lagi. Dan jika masih menjual, maka akan dikenai sanksi,” sebutnya.

Selain razia secara langsung, pihaknya juga sudah membuat selebaran langsung dengan menempelkannya di setiap pengusaha, membuat spanduk di setiap kecamatan dan lainnya.

“Kita juga membuat imbauan melalui selebaran, spanduk, dan lainnya yang kita tempelkan di setiap tempat usaha, di persimpangan kecamatan, dan lainnya. Kegiatan ini kita lakukan selama dua hari di seluruh wilayah Kota Psp,” ujarnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*