Diterjang Banjir, Jalan Putus dan Ratusan Rumah Terendam

Banjir menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

TAPSEL – Lima desa di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), banjir, setelah hujan deras mengguyur terus-menerus. Ratusan rumah terendam, bahkan salah satu ruas jalan yang menghubungkan antar desa yang terdapat putus.

Informasi yang dihimpun Metro Tabagsel, Kamis (13/11), dari sejumlah warga di Kecamatan Angkola Sangkunur, menyebutkan, hujan deras melanda wilayah Tapanuli Selatan pada Rabu (12/11) lalu, berakibat meluapnya sejumlah air sungai dan menyebabkan banjir dan akhirnya merendam ratusan rumah.

Seperti penuturan Nurdin Nasution (44). Menurutnya hujan mengguyur wilayah mereka sekitar pukul 15.00 WIB, satu jam kemudian tiba-tiba air naik dan merendam ratusan rumah di 5 Desa/Kelurahan di Kecamatan tersebut.

“Kalau jumlah desa dan kelurahan yang terendam ada lima tempat seperti Kelurahan Sangkunur, Batu Godang, Bandar Tarutung, Aek Pardomuan dan Simataniari yang diperkirakan lebih dari dua ratus kepala keluarga mendiami seluruh wilayah itu,” ungkapnya.

Bahkan akibat dari banjir tersebut, sambungnya, satu ruas jalan yang menjadi penghubung antar desa tepatnya di jalan lintas yang terdapat di perbatasan antara PTPN III dan Kampung Sitangggiling Angkola Sangkunur putus (rusak parah,red).

“Selain itu, banyak juga hewan ternak milik warga yang hanyut terbawa banjir dan juga kebun warga yang rusak,” ucapnya. Sementara itu, Camat Angkola Sangkunur M Zein Hamid membantah jumlah rumah yang terendam mencapai ratusan. “Iya benar, air baru surut Kamis (13/11) sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, untuk jumlah rumah yang terendam hanya berkisar puluhan tidak sampai ratusan,” terangnya.

Baca Juga :  Aksi Solidaritas untuk Pendemo Jahit Mulut - Demonstran Kejar Anggota Dewan

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya sedang memperbaiki jalan yang putus akibat banjir tersebut. “Untuk jalan memang ada yang putus, tepatnya di perbatasan antara PTPN III dan Kampung Sitanggiling, sekarang ini masih kami upayakan untuk membuat jembatan darurat agar bisa dilewati,” ucapnya.

Begitu juga dengan sejumlah lahan persawahan milik warga yang menurutnya juga banyak yang rusak. “Jadi selain merendam rumah, dan merusak jalan sesuai dengan data sampai saat ini diketahui ada sekitar dua hektare lahan persawahan warga yang rusak,” tambahnya.

Dijelaskannya lagi, meskipun selama ini daerah tersebut sering menjadi langganan banjir, namun untuk banjir yang datang kali ini diketahui cukup besar. “Memang sudah sering banjir di wilayah kami ini, tapi sepertinya ini lumayan besar. Kami masih berupaya melakukan pendataan untuk dapat meberikan bantuan terkait akibat banjir ini,” pungkasnya.

“Truk pengkut sawit dan angkutan umum dari Batu Moudom sempat terhenti, namun masyarakat bergotong royong dengan membangun jembatan darurat dari batang kelapa dan kayu. Saat ini lalu lintas sudah relatif lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Perkebunan Sangkunur Karwanto dan Kepala Kampung Sitanggiling Abdul Patah Siregar mengatakan, hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut terutama dalam dua hari terakhir. “Akibatnya air di parit meluap dan mengalir deras di badan jalan, lantas aliran air mengantam ke jurang dan terus mengikis jalan sehingga akhirnya putus,” sebut keduanya. (yza/ran)

Baca Juga :  Bupati Tapsel Resmikan PLTMH Parausorat Sitabo-tabo

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*