Ditinggal Fiat, Yamaha Kesulitan Cari Sponsor

Tim Yamaha mungkin akan memulai musim 2011 dengan motor bercorak biru saja. Itu karena hingga kini mereka belum mendapatkan sponsor utama sebagai pengganti Fiat.

jorge lorenzo fiat yamaha Ditinggal Fiat, Yamaha Kesulitan Cari Sponsor
Fiat Team MotoGP

Masih Bulan Maret 2011 sebelum musim balap baru dimulai. Namun kekhawatiran tak bisa mendapat sponsor baru sebelum waktu tersebut tiba kini membayangi tim yang musim kemarin menyapu tiga gelar juara dunia gelar itu.

Maka Yamaha pun bersiap untuk menjalani seri pertama di Qatar menggunakan motor berwarna biru tanpa tersemat sponsor utama di motornya. Biru merupakan warna korporasi pabrikan asal Jepang tersebut.

“Musim baru akan dimulai jelang akhir Maret dan saya sudah pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya saat kami memulai musim 2007 dengan menggunakan motor berwarna biru sebelum kami meneken kontrak dengan Fiat,” ungkap bos Yamaha, Lin Jarvis, di MCN.

Meraih gelar juara dunia pembalap dan konstruktor sejak tahun 2008 ternyata tak menjami Yamaha mudah mendapatkan sponsor utama. Saat ini setidaknya ada beberapa perusahaan yang dikabarkan akan melakukan kerjasama yakni Petronas, Telefonica dan AirAsia.

“Kondisi ini jelas tidak aneh, tapi di saat bersamaan memberikan perasaan yang tak menyenangkan dan yang menjadi perhatian saya adalah soal olahraga ini (MotoGP). Karena jika tim kami meraih sukses dengan pembalap muda tak mampu menarik sponsor, maka kita harus berpikir lagi apa yang ditawarkan olahraga ini pada perusahaan komersil dan rekan-rekan kerjanya,” lanjut Jarvis.

Baca Juga :  Terdakwa Mengamuk di Pengadilan Negeri Penyabungan

Kesulitan mendapatkan sponsor diduga masih disebabkan oleh efek dari krisis ekonomi global yang menghantam dunia beberapa waktu lalu. Yamaha, dan beberapa pabrikan lainnya, mengalami penurunan jumlah penjualan. Meski kondisi tersebut diyakini tak akan sampai mempengaruhi perfoma tim tersebut di musim depan.

“Kami harus siap, karena seperti banyak bisnis lainnya, untuk sekarang adalah bagaimana melakukan manajemen, baik dalam periode baik maupun buruk. Saya harap kami masih akan terus meraih sukses di bulan-bulan mendatang dan bekerja dengan partner yang bagus,” tuntas Jarvis. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*