Dituding Manipulasi Perkara – Polres Tapsel Dilaporkan ke Propam Poldasu

Dituding memanipulasi perkara Saut Halomoan Sitorus, 39, warga Jalan Imam Bonjol Gang Garuda Kota Padangsidempuan, tersangka kasus judi yang malah disangkakan sebagai pengedar narkoba, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Menurut isteri tersangka Risma Rama Tetty Nainggolan kepada wartawan usai membuat pengaduan, meskipun tidak memenuhi unsur bukti yang kuat namun suaminya tetap ditahan hingga kasusnya terkesan dipaksakan untuk dilimpahkan ke pihak Kejaksaan.

“Kenapa suami saya yang baru mau mulai bermain kartu (leng) tiba-tiba ditangkap dan malah akhirnya dituduh sebagai pengedar narkoba. Ini jelas memanipulasi fakta hukum supaya suami saya dipenjara meskipun tanpa dasar hukum yang jelas,” kecam Risma Rama Tetty Nainggolan.

Br Nainggolan kemudian menceritakan, keganjilan penangkapan terhadap suaminya itu berawal Jumat 8 Oktober 2010 sekira pukul 02:00, rumahnya digedor oleh beberapa anggota Polres Tapsel. Usai dibukakan pintu, oknum polisi yang diketahui dari Satuan Narkoba dipimpin Kasat Narkoba Polres Tapsel AKP S Nainggolan itu langsung menangkap Saut Halomoan Sitorus yang kebetulan sedang mau mulai bermain kartu dengan 3 orang temannya bahkan seorang diantaranya oknum polisi.

“Aku heran kok tiba-tiba mereka sudah bawa surat penangkapan, apalagi teman suamiku yang bermain kartu malam itu ada juga seorang anggota Intel Polres Tapsel bernama Briptu Rahmat, jadi kok seperti sudah dikondisikan,” heran br Nainggolan.

Dia mengatakan temannya itu diboyong ke Mapolres Tapsel dengan barang bukti kartu joker dan alat timbangan emas miliknya, tiba-tiba status Saut Halomoan Sitorus di kantor polisi malah dikaitkan sebagai pengedar narkoba. Sebab sebelumnya Sat Narkoba Polres Tapsel menangkap Marihot Siregar yang kedapatan membawa 1 kg ganja dan sabu 1/10 gram.

Baca Juga :  Ratusan Alumni ST Benteng Huraba Reuni

“Jadi apa hubungannya dengan suami saya, sementara dihadapan juru periksa si Marihot sama sekali tidak kenal dengan suamiku, saksi lain yang tidak ada ditambah lagi test urine suamiku pun negatif jadi dasarnya apa kok malah suamiku disangkakan pengedar narkoba,” jelas br Nainggolan lagi.

Meskipun mempertanyakan hal tersebut namun Kasat Narkoba AKP S Nainggolan tetap memaksakan kasus itu dan bahkan menahan Saut Halomoan Sitorus dengan No.SP.Han/17/X/2010/Narkoba tertanggal 09 Oktober 2010. Sekalipun juru periksa Sat Narkoba Polres Tapsel Bripka TP Saragih telah memberi laporan bahwa perkara tersebut tidak dapat diproses lebih lanjut karena ketiadaan bukti dan saksi yang memberatkan, namun AKP S Nainggolan tidak bergeming malah melakukan perpanjangan penahanan terhadap pengusaha rental meja biliar tersebut.

Walaupun br Nainggolan sudah sempat melaporkan hal tersebut ke Bidang Propam Poldasu pada 16 Oktober 2010 lalu namun nyatanya kasus yang menimpa suaminya itu belum juga tuntas sampai sekarang. Memang usai dilaporkan, pihak Propam Poldasu telah dua kali melakukan pemeriksaan di Mapolres Tapsel.

Namun karena kasus penangkapan hingga penahanan Saut Halomoan Sitorus masih terus berjalan tanpa memiliki kepastian hukum yang jelas membuat br Nainggolan datang kembali melaporkannya lagi ke Bidang Propam Poldasu dengan sangkaan Polres Tapsel memanipulasi perkara atau telah melanggar UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri Pasal 13 huruf b, Pasal 14 huruf i Jo Pasal 6 huruf k dan huruf o PP No.2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri

Baca Juga :  Massa Blokir Jalinsum 5 Jam - Warga 13 Desa Tuntut Persamaan Hak CSR dari PTPN IV

“Untuk itu saya memohon kepada bapak Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno, SH agar memberikan keadilan dalam perkara yang sedang saya hadapi ini dengan memeriksa Kasat Narkoba Polres Tapsel serta secara demi hukum dapat membebaskan suamiku dari sel tahanan,” ucap br Nainggolan penuh harapan.

Sementara Pelaksana Harian (Lakhar) Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan mengatakan, setiap laporan pengaduan masyarakat pasti segera direspon dan ditanggapi oleh Propam Poldasu. “Propam cukup aktif merespon setiap laporan masyarakat, yang jelas bila sudah dilaporkan pasti akan segera ditanggapi,” pungkas Nainggolan. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*