Divonis 3 Tahun, Amrin Menangis di Pelukan Istri

Majelis hakim PN Padangsidimpuan menvonis mantan memegang kas sekretariat Pemkab Tapsel Amrin Tambunan selama tiga tahun penjara dengan denda Rp200 juta, subsider 2 bulan penjara, Selasa (1/3). Amrin terbukti melakukan korupsi TPAPD tahun 2005 sebesar Rp1.590.944.500. Usai vonis dijatuhkan, terdakwa langsung menghampiri istrinya dan berpelukan hingga menitikkan air mata.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Padangsidimpuan (Psp) yang dipimpin Efiyanto SH dengan anggota Zulfadly SH dan Tri S Saragih SH menyampaikan, hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga, memberikan keterangan yang jelas di persidangan. Selain itu, terdakwa juga telah mengembalikan uang kerugian negara Rp1.590.944.500 melalui persidangan. Sementara, yang memberatkan Amrin Tambunan yaitu tidak membantu program pemerintah dalam memberantas tindak pidanan korupsi (tipikor).

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan amar putusan yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sartono Siregar SH dan Sri Mulyanti Saragih SH, terdakwa Amrin Tambunan didampingi kuasa hukumnya, Dipo Siregar SH dan Fery Yamaha Dalimunthe SH dari Kantor Hukum Erpi J Samudera Dalumunthe SH & rekan.

Amrin Tambunan dikenakan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Usai pembacaan putusan, ketua majelis hakim Efiyanto SH menyampaikan kepada terdakwa bahwa diberi waktu satu minggu untuk mengajukan banding atau menerima hasil putusan tersebut. Usai pembacaan putusan, sidang akhirnya ditutup.

Baca Juga :  Hari Ini Rincian Formasi Dijemput, Tabagsel Terima 1.340 CPNS

Pantauan METRO, Amrin Tambunan yang memakai kemeja kotak-kotak warna putih usai pembacaan putusan dan sidang ditutup, langsung melangkah ke kursi belakang pengunjung sidang menemui istrinya br Rambe dan keluarganya. Saat itu juga sang istri sembari menangis berurai air mata langsung memeluk Amrin. Amrin juga terlihat memeluk istrinya dibarengi titikan air mata jatuh dari pelupuk matanya.

Amrin Tambunan saat keluar dari ruang utama sidang PN Psp menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Psp ketika diminta tanggapannya atas vonis tiga tahun yang diputuskan majelis hakim mengaku tidak tahu. “Tidak tahu,” jawabnya singkat dengan mata memerah setelah menangis.

Ditanya apakah dirinya akan melakukan banding atas putusan tersebut, Amrin menjawab, “Saya akan pikir-pikir dulu.”
Untuk diketahui, sebelumnya Amrin Tambunan dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp300 juta, subsider 4 bulan penjara oleh JPU, Rabu (16/2) lalu. Jaksa menilai terdakwa terbukti melakukan korupsi dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun 2005 sebesar Rp1,59 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Psp Yudha Utama SH kepada wartawan, Rabu (23/2) lalu mengatakan, dalam sidang yang digelar 16 Februari lalu, JPU menuntut terdakwa Amrin Tambunan dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp300 juta, subsider 4 bulan penjara, dengan dakwaan primair melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. Mengembalikan uang pengganti Rp1.590.944.500 dan jika tidak dikembalikan diganti tiga tahun penjara. Di mana berdasarkan penetapan majelis hakim, uang pengganti Rp1.590.944.500 telah dititipkan di Kejari Psp sebagai uang pengganti. (neo)-(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalinsum Muara Batang Gadis Mirip Kubangan Kerbau

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*