Djoko Suyanto: 240 Napi Tanjung Gusta Kabur

Personel TNI dengan perlengkapan penindak huru hara memperketat pengamanan di halaman Lapas Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumut (12/7). Pengamanan penjara diperketat guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan kembali. ANTARA/Septianda Perdana

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Joko Suyanto, menyebutkan 240 narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, menyusul kerusuhan yang berlangsung sejak Kamis malam. “Sebanyak 64 orang ditangkap atau menyerahkan diri,” ujar Joko ketika menggelar konferensi persi di kantornya, Jumat, 12 Juli 2013.

Kerusuhan sendiri, kata Joko, menelan lima korban jiwa. Ia menuturkan, dua di antara korban tersebut adalah sipir penjara, sementara sisanya narapidana. Kedua sipir yang meninggal, dia melanjutkan, disebabkan terjebak api di kantor staf. “Ketika itu sedang buka puasa,” ujar dia.

Kerusuhan pecah di LP Tanjung Gusta sejak kemarin malam. Kejadian bermula ketika para narapidana protes karena kehabisan air, menyusul mati listrik jelang buka puasa. Sipir berupaya menyalakan genset. Senior Manajer Humas PLN Bambang Dwiyanto mengakui aliran listrik LP sempat terputus sejak Kamis pukul 09.00 akibat kerusakan kabel di gardu listrik terdekat.

LP Tanjung Gusta terletak di barat laut Kota Medan. LP ini berkapasitas 1.054 orang, namun dihuni 2.600 narapidana ketika kerusuhan terjadi.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tes Keperawanan Bagi Siswi Bukan Solusi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*