Dorong Perbankan Efisien, BI Lanjutkan Kebijakan Transparansi Suku Bunga Dasar Kredit

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan implementasi
kebijakan moneter yang efektif memerlukan sektor perbankan kuat dan efisien sebagai simpul terurainya permasalahan intermediasi, sehingga dapat meningkatkankredit dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Usaha peningkatan efisiensi tersebut telah kita mulai dengan pemberlakuan ketentuan mengumumkan Suku Bunga Dasar Kredit’ (SBDK). Bank Indonesia juga masih terus menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk pelaksanaan benchmarking antarbank,” kata Darmin Nasution dalam sambutan “Seminar Mengelola Ekonomi di Bbawah Ancaman Inflasi dan Derasnya Modal Masuk” di Jakarta, Selasa (1/3).

Darmin menambahkan, efisiensi dapat mendorong perilaku bank memberikan kredit lebih hati-hati, selektif, produktif dan prospektif. Perilaku tersebut juga akan menstimulasi praktek kehati-hatian perbankan, yang merupakan prasyarat terciptanya stabilitas sistem keuangan.

Apalagi, lanjut dia, sekalipun menunjukkan kemajuan berarti, berbagai ketidakseimbangan masih menyertai proses pemulihan global sehingga dapat memicu ketidakpastian dan kerentanan di pasar keuangan global.

“Dalam lingkungan global yang semakin dinamis seperti itu, mengedepankan orientasi pertumbuhan bisnis yang sehat dengan terus meningkatkan kemampuan dalam mengukur dan mengelola risiko yang lebih baik menjadi sebuah keniscayaan,’’ katanya.

Untuk itu, Gubernur BI mengajak seluruh pemangku kebijakan, komunitas di sektorkuangan, serta pelaku bisnis untuk waspada namun tetap optimis menyikapi prospekperekonomian domestik.

Kita semua dapat turut berkontribusi dalamme wujudkan pembangunan ekonomi yang tidak saja tumbuh lebih tinggi,namun yang lebih penting adalah lebih berkualitas dan berkesinambungan,” pungkasnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kumpulkan dana buat nyapres, Anas minta jatah APBN 7-22 persen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*