DPD Minta Pemerintah Keruk Sungai Batangtoru

(Analisa/istimewa) PENJELASAN: Parlindungan menerima penjelasan Asisten 2 Pemkab Tapsel Dan warga sekitar tentang kondisi Sungai yang saat ini mendangkal, kemarin.
(Analisa/istimewa) PENJELASAN: Parlindungan menerima penjelasan Asisten 2 Pemkab Tapsel Dan warga sekitar tentang kondisi Sungai yang saat ini mendangkal, kemarin.

Sipirok, DPD RI minta pemerintah keruk Sungai Batangtoru. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, SH, MM saat meninjau Sungai Batangtoru didampingi Asisten 2 Saulian Situmorang dan Kepala Dinas Pertambangan Hilmi Kabupaten Tapanuli Selatan, di Desa Muara Hutaraja, Kabupaten Tapanuli Selatan Kamis, (6/8).

Kunjungan tersebut dalam rangka melihat perkembangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Selatan. Parlindungan mengatakan berinisiatif meninjau hilir Sungai Batangtoru setelah berdiskusi dengan Bupati Tapsel H. Syahrul Pasaribu dan media.

Usai berdiskusi dengan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Batangtoru diketahui bahwa terjadi pendangkalan debit air sungai yang sudah lama terjadi jika musim kemarau. Namun, jika terjadi hujan maka areal tersebut akan kebanjiran dengan ketinggian 1 – 2 meter.

Kejadiannya seperti ini menurut Parlin karena mendangkalnya hilir sungai akibat lebar ungai yang tidak merata. “Di sini lebarnya 100 meter, di ujung sana 50 meter tentu volumenya tidak sama” sebut Parlin.

Karena hal ini, Parlindungan meminta agar pemerintah pusat segera mengeruk dan menormalisasi aliran Sungai Batangtoru tersebut. Jika dinormalisasi, maka akan berdampak positif bagi penduduk sekitar Sungai bahkan hingga 3 kecamatan yakni Kecamatan Batangtoru, Muara Batangtoru, dan Kecamatan Muara Batanggadis.

Baca Juga :  Di Padangsidimpuan Pengelolaan Inflasi Baik

Di sepanjang bantaran Sungai Batangtoru ini terdapat 20.000 kepala keluarga yang tinggal. Mereka rata – rata bekerja sebagai petani kebun, petani sawah, Sebagai nelayan di sungai batangtoru. “Saat saya tanya sama warga sekitar, setuju atau tidak dikeruk? Masyarakat jawabnya setuju dan senang,” imbuh Parlin.

Untuk diketahui, jika terjadi peningkatan volume debit air sungai, maka Desa Muara Hutaraja akan terendam dan berimbas ke beberapa kecamatan lainnya, lahan pertanian sawah dan kebun akan tergenang yang menyebabkan kegagalan panen dan rusaknya tanaman, pendapatan nelayan juga akan berkurang. Akan tetapi, jika dilakukan normalisasi sungai seperti pengerukan, masalah di atas akan menjadi sebaliknya. Air Sungai Batangtoru ini juga jika banjir akan berimbas ke Danau Siais, Kecamatan Siais khususnya Desa Rianiate. “Di pinggir danau tersebut merupakan jalan nasional, jika terjadi penggenangan air terhadap Badan jalan akan menyebabkan kerusakan pada jalan,” jelas Parlin.

Anggota DPD RI Asal Sumatera Utara ini menyebutkan, jika sungai dikeruk, maka sawah – sawah yang selama ini tidak produktif akan menjadi produktif karena sepanjang tahun bisa ditanami padi Dan palawija, begitu juga dengan kebun, nelayan tentu akan merasakanya dampakn positifnya karena migrasi ikan dari hulu ke hilir semakin kecil. (rel/rrs)


(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mahasiswi Mesum Di Padangsidimpuan Digerebek

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*