DPR Bahas Soal Panglima TNI di Paripurna Pekan Depan

Seharusnya proses uji kelayakan untuk calon Panglima TNI sudah selesai. Namun karena berbenturan dengan libur lebaran, akhirnya pembahasan terhadap calon Panglima TNI tersebut baru akan dibahas di Paripurna pekan depan.

“Masalah itu memang harusnya sudah selesai tapi karena kemarin ada keterlambatan, maka itu Selasa depan (20/9) baru akan dibahas di Paripurna,” ujar Wakil Ketua DPR, Anis Matta di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (14/9/2010).

Seperti diketahui Senin (6/9) dalam rapat pimpinan DPR salah satunya adalah membahas soal surat dari Presiden SBY mengenai calon Panglima TNI periode berikutnya. Dalam surat tersebut SBY merekomendasikan nama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono untuk menjadi orang nomor satu di TNI.

Mundurnya proses uji kelayakan ini dikarenakan surat SBY yang tiba juga menjelang masa libur lebaran. Akibatnya terkait calon Panglima TNI ini, baru selesai dibahas di tingkat pimpinan DPR.

“Mereka (pihak Istana) juga terlambat mengirim surat, jadi karena itu DPR menunda juga. Ini baru selesai di rapim (rapat pimpinan) dan tidak sempat untuk masuk ke Bamus (Badan Musyawarah),” jelas Anis.

Untuk ke Bamus sendiri menurutnya politisi PKS ini, selambat-lambatnya akan dibahas pada pekan ini. Setelah itu segera akan di Paripurnakan.

“Di Bamus paling pekan ini, mungkin Kamis,” imbuhnya.

Selain Panglima TNI, Presiden SBY juga nantinya akan mengajukan nama calon Kapolri yang akan menggantikan masa jabatan Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang segera pensiun bulan Oktober mendatang. Namun menurutnya, hingga saat ini nama calon Kapolri yang diajukan presiden juga belum sampai ke tangan DPR.

Baca Juga :  Bongkar Mafia Hukum, Jenderal Susno Heran Malah Dijadikan Tersangka

“Kapolri sama kasusnya (sedikit terlambat), karena hingga saat ini belum ada surat masuk. Baru surat untuk panglima (TNI) saja,” tandasnya.

Sumber: detikNews

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*