DPRD Madina Di Desak Bentuk Pansus Gate Madina … ?

DPRD Mandailing Natal (Madina) didesak supaya secepatnya membentuk panitia khusus (Pansus) Pilkada Madina Gate, agar persoalan yang sebenarnya dan seharusnya diketahui publik terbuka secara luas.

Desakan itu datang dari tokoh pemuda yang juga pengamat politik di Madina, Alimusa Manto Lubis, tadi malam.

“Arah dan nilai demokrasi serta tatanan politik positif di daerah itu sudah mulai kabur, dan tidak jelas arah tujuannya,” tuturnya.

Anggota dewan di DPRD Madina harus memikirkan hal itu sebagai bentuk perwujudan pengabdian mereka kepada rakyat. Masyarakat sekarang ini membutuhkan kepastian hukum dan proses demokrasi.

“Karena proses demokrasi itu momentum tepat untuk membuat perencanan dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Jika pembentukan pansus tidak dihiraukan, hal itu akan melegitimasi seolah-olah anggota DPRD Madina tidak perduli kepentingan Madina ke depan. Dan isu sejumlah anggota dewan menerima uang tanda persahabatan diduga dari pasangan yang terpilih pada Pilkada Madina lalu adalah isu yang nyata.

Ia juga mengaku bingung dengan sikaf anggota DPRD Madina dari semua partai, yang sepertinya lebih cenderung memilih diam ketika muncul kasus money politics yang berujung dibatalkannya hasil Pilkada pertama di Madina itu.

Padahal, kasus money politics secara langsung telah mengakibatkan kerugian moril dan materil kepada semua calon yang mereka dukung saat berlangsungnya pilkada.

“Seharusnya mereka pro aktif ketika sengketa pilkada telah menggelinding bak bola panas hingga ke mahkamah konstitusi (MK),” katanya.

Baca Juga :  H-7 Jalan Aek Latong Rampung Diperbaiki

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=135250:pansus-pilkada-madina-gate-dibentuk&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Itu menunjukkan bahwa SDM dan otak no 6 itu kurang, masa sih terbalik2. Dia yang membuat susah dia pula yang menuntut, … pakai otak dong … jgn terlalu percaya konsultan politik anda ganti aja tuh dgn barang bagus en profesional. Gimana ntar lu jadi pemimpin, hancur dong Madina kena tipu

  2. Pendukung kandidat no. 6 melakukan aksi menuntut percepatan Pilkada Ulang, karena belum ada anggaran Pilkada ulang belum dpt dilaksanakan. Padahal lebih dari 24 Milyar APBD Madina terkuras utk Pilkada bulan Juni lalu habis percuma krn ulah No. 6. Jadi yang salah sekarang siapa ???? yang bertanggungjawab siapa, kok malah ribut. Dan yang bodoh itu siapa ???

  3. Tetapi kenapa ya, Partai yang katanya menjunjung tinggi keadilan, membela habis2an kandidat yang terbukti tidak berlaku adil/curang ? apa karena pengaruh uang itu sehingga tidak ada lagi keadilan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*