DPRD Madina Santuni Saparuddin

(Analisa/sarman a nasution) Berikan Santunan: Anggota DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Rahmad Riski Daulay dan Iskandar Hasibuan, memberikan santunan kepada keluarga Saparuddin, Senin (25/8) malam di RSUD Panyabungan.

Panyabungan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memberikan bantuan kepada pasien penderita penyakit penyumbat pembuluh darah, Saparuddin, warga Roburan Dolok Kecamatan Panyabungan di Rumah Sakit Umum Panyabungan, Senin (24/8) malam.

Usai rapat paripurna, perwakilan anggota DPRD Madina dari Rahmat Riski Daulay dari Partai Demokrat, Erwin Ependi Lubis partai Gerindra dan Partai PDI Iskandar Hasibuan berkunjung ke RSU Panyabungan dan memberikan bantuan tali kasih sebesar Rp6.150.000.

Plt. Bupati Madina sehabis mengatakan pidatonya, pihaknya langsung merespon informasi yang baru diterima itu mengenai Saparuddin. Dalam kesempatan tersebut dia meminta agar seluruh pimpinan SKPD agar ‘memanjangkan antenanya’. Jangan ada lagi informasi-informasi tentang masyarakat yang miskin, yang tidak dapat menempuh pendidikan atau yang terkena penyakit tapi tidak mampu berobat. “Jadi sekali lagi saya meminta agar seluruh PNS supaya meninggikan antenanya,” tegasnya.

Dalam rapat paripurna Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyarankan kepada setiap pimpinan SKPD harus menjenguk Saparuddin.

Erwin Efendi Lubis mengatakan turut perhatin kepada Saparuddin yang menderita penyakitnya. Dia berharap kepada instansi terkait agar memberikan pelayanan yang lebih baik lagi terhadap pasien- pasien yang ada di RSU Panyabungan ini.

Baca Juga :  Warga 7 Desa Rindukan Jalan Mulus

Iskandar Hasibuan, anggota DPRD Madina dari Partai PDI Perjuangan saat dikomentari mengatakan DPRD Madina meminta setiap instansi harus turun setiap saat ke kalangan masyarakat, jangan hanya menerima laporan saja dari masyarakat dan duduk manis saja di kantor, percuma anggaran di Instansi besar jika tidak di laksanakan.

Dikatakannya, hidup Saparudin hanya dari pemberian belas kasihan masyarakat saja, dengan bertempat tinggal seluas dua kali satu meter yang berdinding terpal. Keterangan kepala desa, dia tidak pernah sekalipun dikunjungi Dinas Kesehatan Kabupaten Madina ataupun Puskesmas.

Kadis Kesehatan Madina Ismail Lubis, mengatakan sebelumnya pihaknya tidak pernah menerima laporan dari warga dan Puskesmas Desa Roburan Dolok. “Seharusnya kepala desa harus melaporkan penyakit yang dialami Saparuddin ke Puskesmas terdekat, agar kami turun ke lapangan memastikan penyakit yang dialaminya sebelumnya,” ungkapnya.

Dia berharap kepada masyarakat jika ada warga yang menderita penyakit yang seperti dialami Saparuddin segera laporkan ke pihak kesehatan, karena penyakit dialami Saparuddin penyakit yang mungkin bisa menular.

Direktur RSU Panyabungan Drg Bidasari juga menyampaikan penyakit yang dialami Saparuddin tersebut penyakit penyumbat pembuluh darah sehingga darah di jari-jari Saparuddin tidak mengalir lagi. Jika penyakit ini dibiarkan di jari kaki sebelah kiri Saparuddin kemungkinan akan menular ke telapak kakinya, seperti yang dialaminya jari kaki sebelah kanan sudah tidak ada lagi, sehingga dia tidak bisa lagi berdiri seperti biasanya.

Baca Juga :  Capaian PAD Madina Masih Minim

Pihak RSU Panyabungan secepatnya merujuk Saparuddin ke Rumah Sakit Umum Adam Malik, untuk pengobatan yang lebih lengkap lagi, karena di RSU Panyabungan belum memilik alat- alat yang lengkap.

Biaya di RSU Panyabungan ini tidak ada dibebankan karena telah memiliki kartu BPJS Kesehatan sampai dengan transportasi Saparuddin ke RSU Adam Malik, ujarnya. (man)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*