DPRD Minta KPU Segera Tetapkan Jadwal Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina

Mengingat telah dicantumkannya anggaran pemungutan suara ulang Pilkada Madina pada APBD 2011, seluruh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mandailing Natal sepakat

mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina untuk segera menetapkan jadwal serta tahapan lanjutan pelaksanaan pemungutan suara ulang Pemilukada di Kabupaten Mandailing Natal.

Hal tersebut disampaikan seluruh fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Madina dengan agenda pengesahaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Mandailing Natal tahun anggaran 2011 yang dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khatamy Daulay SH serta dihadiri Pejabat Bupati Madina Ir.Aspan Sopian, unsur Muspida dan seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Madina, Jum’at (31/12).

Mereka berpandangan agenda pencoblosan ulang Pilkada Madina tahun 2011 merupakan agenda yang mendesak dan tidak bisa lagi ditunda – tunda karena hak itu terkait dengan agenda kelanjutan pembangunan di Kabupaten Madina.

“Bahwa kita di Kabupaten Madina menerima dan siap melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi,” tegas Edi Anwar dari Fraksi PKB.

Fraksi PKB menyampaikan terima kasih kepada Pejabat Bupati Madina yang telah mencantumkan mata anggaran untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang Pilkada Madina 2010 pada APBD tahun 2011.

Hal yang sama juga disampaikan Fraksi Golkar, Fraksi PKS, Fraksi Gabungan, Fraksi Demokrat, Fraksi Hanura dan Fraksi Perjungan Reformasi, yang pada umumnya meminta agar KPU Kabupaten Madina segera menetapkan jadwal pemungutan suara ulang Pilkada Madina dan jangan ditunda-tunda lagi.

Baca Juga :  Warga Simpang Durian Kab. Madina Tolak PT DAL

Pejabat Bupati Madina Ir. Aspan Sopian menyampaikan RAPBD tahun anggaran 2011 yang telah disepakati oleh DPRD Madina untuk menjadi peraturan daerah berjumlah pendapatan sebesar Rp.584.105.099.419,00 untuk Belanja sebesar Rp.587.144.994.419,00.

“Pendalaman dan pembahasan bersama baik dari pihak legislatif maupun eksekutif guna memperoleh sumbangan pikiran yang bersifat konstruktif telah dapat menyajikan sebuah format dan struktur anggaran yang aspiratif dan mampu memberikan harapan bagi upaya – upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pada masa yang akan datang khususnya tahun anggaran 2011,” ungkap Aspan. (analisadaily.com))

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*