DPRD Palas Desak Penggantian Sekwan

www.harian-global.com

DPRD Palas mendesak Bupati agar melakukan penggantian posisi Sekretaris Dewan (Sekwan) yang dijabat Drs Aritonga Siregar. Sekwan dinilai tidak becus dalam menjalankan tupoksi sesuai tuntutan aktivitas kegiatan rutinitas Dewan.

“Dewan menilai paradigma tersebut  akibat ketidakmampuan Sekwan dalam menjalankan tugas sebagai fasilisator di lembaga perwakilan rakyat,” kata Ketua DPRD Palas HM Ridho Harahap SE, kepada Global, saat ditemui diruangannya, Jumat ( 9/4) .
Ketua DPRD juga mengakui, anggota DPRD Palas sudah menandatangani usulan agar Sekwan dinonaktifkan. Selain itu,  Ketua dan perwakilan Fraksi juga sudah  berkoordinasi dengan Sekda Palas Drs H Gusnar Hasibuan.
Menyikapi laporan perwakilan Fraksi tersebut, Sekda Palas menyatakan akan melaporkan hal itu kepada Bupati Palas untuk segera mengambil tindakan terhadap pejabat pemerintah yang ditugaskan sebagai Sekwan dilembaga perwakilan rakyat Palas.
Ketua Fraksi Demokrat Palas Ir H Pahotman Nasution menyatakan, sikap Bupati Palas Basyrah Lubis dan Wakil Bupati H Ali Sutan Harahap dinilai terkesan tidak aspiratif. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya realiasi hasil pertemuan utusan Fraksi dengan Sekda Palas Drs H Gusnar Hasibuan.
Padahal, lanjut Pahotman, Sekda Palas menjanjikan akan merealiasi usulan anggota Dewan untuk menonaktifkan sekwan setelah mendapat persetujuan dari Bupati.
Akan tetapi  sudah lewat  batas waktunya, sekwan tetap tenang duduk sebagai pejabat.
Makanya Fraksi Demokrat menilai Pemkab Palas dibawah kepemimpinan Basyrah Lubis – H Ali Sutan Harahap nyata-nyata memandang sebelah mata dan mensepelekan aspirasi yang disampaikan  DPRD Palas.
Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi Demokrat juga menegaskan, pihaknya akan mengusulkan kepada pimpinan Dewan untuk memanggil Bupati dan Wakil Bupati Palas, apabila usulan DPRD Palas  agar Sekwan dinonaktifkan tidak direspon. Upaya lain juga akan ditempuh Fraksi Demokrasi dengan melobing fraksi lain.
Sebelumnya, Sekwan Palas Aritonga saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait dengan pengalihan  dana Lembaga Dewan ke rekening pribadinya menyatakan bahwa itu persoalan sederhana. “Itukan persoalan geleng (kecil,red) kok di besar-besarkan,” cetusnya sambil berlalu.

Baca Juga :  Permintaan Salak Padangsidimpuan Tetap Tinggi dari Jawa
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*