DPRD Palas Proses Pembentukan Pansus Dugaan Dokumen Palsu CPNS K2 Palas

PALAS-lima puluh orang lebih tenaga honorer kategori II di kab Padang Lawas (Palas) lulus seleksi  yang diduga bekat dari dokumen palsu dan manipulasi data.

Permasalahan itu telah mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palas yang dimintak pendemo supaya membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk penanganan permaslahan dugaan dokumen palsu CPNS dari honorer K2 Palas.

Sampai saat ini pembentukan pansus tersebut sedang dalam proses, hal tersebut disampaikan DPRD Palas, Jenti Mutiara, dari komisi B yang nembidangi BKD kab Palas, pada senin (8/6/2015).di sekretariat DPRD Palas.

Demo Format Puisi

Terkait permasalahan dugaa dokumen palsu itu, Forum Masyarakat Peduli Birokrasi (Pormat Puisi) kab. Palas melakukan aksi demo yang berdemo di depan kantor kejaksaan cabang Padangsidimpuan di Sibuhuan dan didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palas, pada tanggal(19/5)

aksi ini guna meyampaikan lima tuntutan yakni sebagai berikut, ‘1. memintak kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan di Sibuhuan agar mengusut tuntas adanya dugaan pemalsuan dokumen honorer kategori II oleh oknum BKD Palas dan telah di angkat menjadi CPNS 2.agar segera mengusut tuntas dugaan oknum-oknum yang bermain dalam pengangkatan tenaga honorer K2 kab Palas 3. Kepada DPRD kab Palas, agar segera membentuk pansus dugaan pemalsuan dokumen honorer K2 kab Palas oleh BKD kab Palas dan memanggil pejabat BKD untuk keluarkan suara rekomendasi pembatalan SK Bupati No.813/75/KPTS/2015 tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori II formasi tahun anggaran 2013 dan 2014 di lingkungan pemerintah kab Padang Lawas 4.Kepada kepala BKD kab Palas, agar segera mengundurkan diri dari jabatannya, karena sudah tidak layak lagi memimpin Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kab.Palas 5.Kepada kepala BKN agar segera mengevaluasi kembali berkas tenaga honorer kategori II kab.Palas.’

Baca Juga :  Warga Resah Pembalakan Hutan Lindung

Wakil bupati (wabup) Palas, Ahmad Zarnawi Pasaribu, saat dikonfirmasi wartawan di kator sekretariat, jumat (6/6) dia menyatakan kalau masalah CPNS dari honorer K 2 di BKD, pengangkatan CPNS itu hak Progatif Bupati karena itu keputusan bupati dan juga segai Surat Pertanggung Jawap Mutlak (SPJM) di Menpan-RB pertanggungjawaban bupati yang berlaku, tidak berlaku pertanggungjawaban kepala sekolah, bidan PTT yang menjadi CPNS dari honorer K 2 sudah dikoordinasikan pemkab Palas ke BKN. ujar Wabup kepada wartawan yang terlihat buru-buru masuk ke ruang kerjanya karena mau rapat. akibat ulah oknum pelaku manipulasi data honorer K2 Palas, sebanyak 29 orang honorer K2 yang telah lulus ujian seleksi tidak diangkat CPNS.

Bukan itu saja, diluar dari 29 orang honorer K2 bermasalah masih ada 28 orang yang diduga gunakan dokumen palsu dan manipulasi data, namun ikut diangkat CPNS dari honorer K2 palas.

Terkait masalah tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat-Persatuan Wartawan Media Mingguan (Lsm-Perwammi) Palas, sudah pernah menyurati BKD Palas, perihal surat itu, klarifikasi/konfirmasi, dugaan manipulasi data honorer K2,  dan ditembuskan BKN regional 6 dan juga bupati Palas, namu sampai saat ini tidak ada balas dari BKD Palas.

Surat tersebut mencantumkan 33 orang yang diduga berkat manipulasi data sehingga ikut honorer K 2Palas, dan terlampir juga photocopi data nama enam orang bidan PTT angkatan XIV, yang telah memperpanjan masa bakti ke II adapun namanya berinisial PP  Puskesmas Ps.Ujung Batu, MWH. puskesmas Pinarik, HS. Puskesmas Pinarik, RA. Puskesmas Huragi, HE. Puskesmas Sibuhuan, RDP. Puskesmas Paringgonan. namun ke enam nama bidan PTT itu tetap ikut diangkat CPNS dari honorer K palas.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Identitas Penembak Toke Barang Pecah Belah

Selain enam bidan PTT itu, ada dua di Sekretariatkab Palas yang diduga gunakan data manifulasi satu berinisia MA Nst, dalam data rekapitulasi honorer K2 SK tahun 2005 dikeluarkan kepsek an Rusiyanto S.pd, saat ditemui di Tor Sipiramanuk Rusiyanto menyatankan dia belum kepala Sekolah tahun 2005 dia pertama mejadi kepsek tahun 2006.


(Iwan Rio)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*