DPRD Sumut: Libatkan Masyarakat Bahas Limbah PT AR

MEDAN (Berita): Anggota DPRD Sumut meminta pemerintah dan perusahaan transparan soal limbah PT AR.

Hal ini seiring dengan penolakan masyarakat sekitar terkait operasi tambang emas tersebut jika limbah dimaksud akan dibuang ke Sungai Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Libatkan masyarakat, dalam artian jika memang limbahnya tidak berbahaya, yakinkan masyarakat jika memang demikian.

Akan tetapi, jika berbahaya pemerintah dan perusahaan yang membahas ini juga harus memberitahukannya kepada masyarakat,” kata Anggota DPRD Sumut asal daerah pemilihan (dapil) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Pasyiruddin Daulay, di Medan, Selasa (25/9).

Pernyataan ini disampaikan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyikapi masih adanya penolakan masyarakat. Dia berpendapat, jika masih ada penolakan berarti masih ada negosiasi yang belum terwujud antara pihak perusahaan, pemerintah dan khususnya dengan masyarakat. Sebab, katanya, jika sudah ada solusi yang bisa diterima semua pihak, maka tentu tidak akan ada lagi gejolak.

“Karena itu, saya katakan libatkan masyarakat. Selama ini kan tidak begitu, perusahaan hanya bernegosiasi dengan pemerintah, baik propinsi maupun kabupaten. Tapi, sampai saat ini belum ada diajak masyarakat untuk itu. Sehingga, katanya, sosialisasi yang seharusnya didapat masyarakat tidak sampai, alhasil muncul penolakan,” ungkapnya.

Terkait adanya pernyataan yang menyebutkan limbah PT AR aman, Pasir mengaku perlu pembuktian untuk itu, setidaknya mengajak masyarakat untuk melihat langsung proses pembuangan limbahnya. Sebab, katanya, dari reses yang dia lakukan ke dapilnya tersebut, banyak masyarakat yang meragukan limbah tersebut aman.  Karenanya, kata dia, sejak awal masyarakat lebih sepakat jika limbahnya dibuang ke laut.

Baca Juga :  Puluhan Rumah Terendam Banjir di Madina

“Saya pun sudah melihat rencana  prosesnya, ada beberapa tahapan yang akan terjadi di dalam pipa tersebut. Pertanyaannya, jika dalam proses tersebut terjadi kebocoran pipa, apakah limbahnya aman?. Inilah yang seharusnya dijelaskan perusahaan secara langsung kepada masyarakat,” paparnya.

Di sisi lain, kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut ini, masyarakat juga harus mendapat sosialisasi terkait sumbangsih keberadaan PT AR kepada mereka.     Harusnya memang, masyarakat bisa mendapatkan langsung manfaatnya.

“Misalkan dari PAD (pendapatan asli daerah-red) apakah masyarakat kebagian, inikan tidak disosialisasikan dengan baik. Saya yakin jika masyarakat dilibatkan langsung, pasti akan ada solusinya,” tambah Pasyiruddin.(irm)

Sumber: Beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

9 Komentar

  1. NOVEL CINTA INI BEDA DAN LAIN DARI YANG LAIN!

    Ingat, novel ini sangat lebay, kampungan, udik, kolot,
    klasik, lucu, seru, sedih, dungu, lugu tapi mendunia rasa, mendunia ilmu, mendunia air mata, mendunia tawa, geli dan menggelikan siapa saja yang membacanya, kisah nyata bukan fiksi tapi fakta, aktual dan lugu dalam pemaparan yang mengundang tanda tanya, menggelitik naluri, menusuk sukma, namun me
    ngembara berdasarkan landasan relegi yang terukur dan terarah, dengan logika 4 sehat, lima sempurna, enam berkah tujuh makrifah. TUNGGU AKAN TERBIT!!!

    SINOPSIS NOVEL “CINTA” DALAM PUISI

    Dalam senggama ada Tuhan
    dalam tangis air mata ada Tuhan
    dalam tawa ria ada Tuhan
    dalam senda gurau gelak terbahak ada Tuhan
    dalam haus dahaga ada Tuhan
    dalam lapar kenyang ada Tuhan
    dalam letih lunglai ada Tuhan
    dalam sepi ramai ada Tuhan
    dalam kesendirian smakin ada Tuhan
    dalam senyum dan marah ada Tuhan
    dalam tulis baca ada Tuhan
    dalam benci iri dengki ghibah ada Tuhan
    dalam shalat doa dan dzikir belum tentu ada Tuhan
    dalam Ramadhan yang maghfirah belum tentu ada Tuhan
    jika qalbu bertuhankan diri
    bertuhankan nafsu
    bertuhankan baju baru
    bertuhankan dendam yang tak memberi maaf
    bertuhankan ego yang merasa benar
    bertuhankan kesabaran yang merasa benar
    tapi bertuhankan tawaqalillah yang berjalan
    digaris takdir doa, hablumminnas dan hablumminallah
    yang sejalan dengan syariat dan hakikat
    shalat, doa, puasa, zakat, dzikir dan makrifat yang tepat
    di hati nan lembut
    di tutur yang sejuk
    di wajah yang teduh
    jauh dari beringut
    jalan yang tunduk warak dan tawaduk
    berbaju diam dan mahabbah detak hati
    yang istiqomah
    Nah….di situ ada Tuhan di CINTA yang SERU
    sulit, rumit memang
    sesulit Rummi menari
    sesulit Razi mengaji
    sesulit Al-Halaj meyakini
    sesulit Nabi Muhammad memaaf
    sesulit Nabi Ayyub menderita
    sesulit Nabi Nuh diingkari anak istri
    sesulit menangkis persepsi yang beda
    sesulit kata hati yang keras bak besi
    sesulit ego diri yang tak mengalah pernah
    sesulit nafsu yang angkara murka durjana
    sesulit fitnah yang terus merajalela mengundang dajjal
    sesulit mempertahankan yang salah
    sesulit pembenaran diri
    sesulit menangis di Idul Fitri.
    namun tidak sesulit menangis sendiri
    bersama Tuhan Ilahi Rabi
    ke sinilah Novel CINTA bermuara berkelana
    mengembara mengharungi takdir yang optimistis, relegis
    penuh syiar dan mujahadah
    Tuhan tempat bersandar
    Allah tempat bernaung
    Rasulullah tempat belajar
    ulama dan para ambiya walmursalin wadah bertanya
    membimbing pena jangan salah arah
    salah kaprah dibawa arus amarah
    tak masuk tong sampah!

    DILAHIRKAN NOVEL INI INGIN MENELUSURI KEBENARAN TENTANG SAH DAN SAHIHNYA HADIST NABI YANG MENGATAKAN NERAKA ITU PALING BANYAK DIHUNI OLEH KAUM WANITA! NAH MAKANYA PEMBACA JANGAN SALAH PERSEPSI!

    Tapaktuan, Sabtu, 18 Agustus 2012. (Pesan Sponsor dari Qalbu yang Fitrah). Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan qalbu!!!

    HATI_HATI PADA WANITA INI, DIA PENIPU!
    DIMINTA KEPADA PIHAK POLRES TAPANULI SELATAN SECEPATNYA MENANGKAP WANITA INI!

    Batangtoru, Warta Indonesia

    Dihimbau kepada seluruh masyarakat Batangtoru – Sipirok, Padang Sidimpuan Tapsel (Sumut) khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya bahwa seorang wanita yang mengaku bernama Eti Herawati Boru Regar (20) warga Dusun Stinja Batangtoru Sipirok (Tapsel) yang menggunakan HP no kartu 087891144974 telah melakukan aksi penipuannya kepada sejumlah lelaki via hympon dengan menggunakan banyak nomor dengan modus penipuan dan menggunakan No Rekening BRI Padang Sidimpuan Tapsel 533301008914534 a/n Rimma Lubis. Juga kadang-kadang Eti alias Yuni alias Efi ini menggunakan nomor Rekening a/n Latifah Hanum Simatupang – 533301008361537 BRI Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Diminta kepada pihak Polres Tapanuli Selatan agar menciduk wanita yang mengaku tamatan SMA Negeri 7 Batangtoru Tapsel tahun 2011. Karena diduga kuat wanita ini adalah salah seorang anggota mafia yang bermodus penipuan terhadap kaum Adam dan melakukan pengurasan dengan cara mengajak nikah dan jumpa di hotel.

    Menurut sejumlah para korban kepada wartawan media ini Rabu 12 September 2012 bahwa perempuan yang mengaku ayahnya bernama Almarhum Syamsul Bahri Siregar ini dan ibunya bernama Latifah Hanum Simatupang ini sangat lihai dan ulung melakukan pemerasan via telepon siluler, sasarannya adalah lelaki yang berduit,” ungkap Hr Lubis.

    Eti Herawati Boru Regar yang lahir 22 Maret 1994 di Dusun Stinjak – Batangtoro ini beroperasi pada waktu tengah malam dengan menggunakan HP nomor: 087891144974/087891332543/087891211684/087748143315/082168871436/081260663478/082166051822/082164427964/087869967964/081990615224. Diduga semua nomor yang tertera di atas bekerja sama antara satu dengan yang lain melakukan trik penipuan kepada para korbannya.

    Menurut sejumlah korbannya, wanita ini pintar sekali menangis tersedu sedan via HP sambil terisak-isak ia berkata: saya orang miskin di Dusun Sitinja
    Batangtoru dan ayah tiri saya sering ditendangnya tubuh saya hingga tersungkur jika sedikit saja terlambat bikin kopi,” ujar Hr menirukan ucapan Eti Herawati.

    Yang hebatnya, demikian lanjut Hr, Et ini sengaja menyuruh lawan bicaranya untuk membagi-bagikan no Hp-nya pada lelaki dan jika sudah kenal, dia sering minta ditelpon dan minta pulsa dan setiap hari makan daun ubi dengan ikan asin. Uang sekolahnya sudah lima bulan belum dibayar sehingga dia sering diusir oleh gurunya dari sekolah karena belum melunasi uang sekolah.

    Dikatakan juga dia setiap hari berjalan kaki 3 Km pergi dan 3 Km pulang ke sekolah sehingga rok seragam dan sepatunya robek dan koyak dan tiap hari Rabu dia selalu makan nasi putih dengan kecap asin. Kalimat ini sempat direkam oleh korbannya (Hr) dan akhirnya wanita ini minta dipacari dan bersedia bertemu di Hotel untuk kencan. “Cepat abang datang ke Batangtoru, kita tidur di hotel, ambil perawan Eti Bang. Eti cinta ama abang kok. Oh ya Bang, pulsa Eti udah habis, jangan lupa isi pulsa Eti ya Bang,” lanjut Eti dalam rekaman hympon Hr itu.

    Ujung-ujungnya setelah begitu intim pembicaraan via HP wanita ini selalu menangis karena sering dipukul dan disepak serta ditendang oleh ayah tirinya yang bernama Joni dan minta kepada lawan bicaranya supaya dia dijemput untuk dinikahi. “Eti cantik, polos, jujur, rajin ngaji dan shalat dan tiap hari membantu ayah tiri dan mama di ladang upahan. Eti nggak tahan tinggal bersama ayah tiri yang kejam yang selalu memarahi Eti. Tolong jemput Eti Bang, atau Eti datang ke kota Abang tapi kirimi dulu ongkos Eti, ne no rekeningnya:533301008914534. atas nama teman saya Rimma Lubis. Tolonglah Eti Bang, Eti nggak tahan lagi menderita….,” demikian Hr memperdengarkan suara rekaman wanita Sipirok ini pada sejumlah wartawan Medan.

    Menurut nara sumber kami wanita ini juga sering berubah- ubah tahun kelahirannya: 1992, 1993, dan 1994 untuk minta dikirim uang pada lawan bicaranya guna beli kado ulang tahun seperti boneka dan baju, makanya diminta pada pihak berwajib segera menyidik wanita yang sudah beroperasi selama 2 tahun terakhir ini. “Tidak bisa dibiarkan berkeliaran wanita sok alim ini di Padangsidimpuan karena telah mengganggu ketertiban umum dan merusak etika dan citra wanita yang rajin ngaji dan shalat,” ucap Hr.

    “Kebiasanan wanita ini bergentayangan menelpon lawan jenisnya pada pukul 24.00 – 04.30 Wib dengan mengajak ngobrol-ngobrol dan akhirnya minta dikirimi pulsa dan duit,” ujar narasumber yang lain sembari menambahkan Eti ini sangat pintar sekalu menangis tersedu-sedan via Hp sambil merengek-rengek dan memelas minta dikasihani. “Saya tertekan sekali tinggal dengan ayah tiri,” lanjut Eti pada lawan bicaranya Hr.

    Dikatakan juga, oleh nara sumber yang sama, Eti ini juga kerap memakai nama Putri, Yuni, Dewi dan Efi tamatan Madrasah Aliyah Negeri Batangtoru, Tapsel. “Kadang-kadang ia mengaku bernama Efi dan Yuni tinggal di Medan,” tutur sumber itu.

    Lebih jauh, nara sumber kami tersebut juga mengaku sempat tertipu puluhan juta yang dikirimnya ke rekening Rimma Lubis (533301008914534) dan rekening Latifah Hanum Simatupang (533301008361537). dengan perjanjian dan sumpah mereka akan bertemu dan menikah secara baik-baik.

    Tahu-tahu entah bagaimana, demikian sumber itu mengaku Eti menelpon setelah uang ditransfer, katanya dia telah dipaksa kencan oleh Andika Pratama warga Padangsidimpuan yang bekerja di percetakan – Medan di subuah hotel yang bernama Tamiang – Padangsidimpuan. “”Eti tidak perawan lagi Bang, dipaksanya Eti dan nggak bisa Eti melawan, Andika itu tubuhnya tinggi besar, sempat dua kali Eti dinodainya, Bang,” ujar Hr sembari memperdengarkan rekaman suara Eti yang menangis saat perawannya diambil oleh Andika Pratama. Menurut cerita Eti, sebelum mereka “terbang ke planet Mars” lebih dulu Andika Pratama membeli baju batik untuk Eti serta uang Rp 300 ribu. Dan di kamar hotel sebelum perbuatan mesum itu mereka lakukan lebih dulu Andika Pratama menyuguhkan majalah porno kepada Eti dengan tujuan merangsang libido kewanitaannya. “Eti dipaksanya Bang. Eti nggak bisa melawan Bang. Karena tubuh Andika itu tinggi besar!” ujar Eti yang diceritakannnya kepada Hr sambil menangis.

    Kiranya bukan cukup dua kali dia ditindih di salah satu kamar Hotel Tamiang Padangsidimpuan, perbuatan mesum itu berulang 3 kali trip lagi di rumah Eti sendiri di Dusun Sitinja, Sipirok, Batangtoru, Tapanuli Selatan.

    “Waktu itu tanggal 25 Juni 2012 pukul 09.00 Wib Andika datang ke rumah Eti, lagi ayah tiri saya dan ibu kerja di ladang. Kami kunci pintu dan jendela dan kami pun main hingga tiga kali, Bang….” demikain rekaman suara wanita yang mengaku punya teman bernama Tuti dan Murni ini kepada wartawan yang langsung diperdengarkan Hr dari hymponnya.

    “Bagaimana itu Bang, Andika Pratama minta nikah ama Eti bulan ini, kalau abang masih cinta ama Eti karena abang udah banyak kasih duit, maka kandungan Eti ini akan Eti gugurkan, karena kini Eti terasa mual-mual, bang,” jelas sekali suara Eti menangis saat menceritakan kisah mesum itu kepada Hr yang direkam Hr dan terus memperdengarkan kepada wartawan.

    “Tadi siang saya telah banyak makan tape Bang supaya kandungan saya cepat gugur,” kata Eti lagi dalam rekaman di HP Hr.

    Anehnya wanita yang sangat hobbi dan gemar menelpon kaum hawa yang berduit ini mengaku berkawan akrab dengan Rimma Lubis – teman sekelas dia sewaktu kelas III SMA Negeri 7 Batangtoru – Tapsel. Dan kepada Hr ia mengaku bahwa temannya Rimma Lubis itu juga telah melakukan perzinahan dengan seorang lelaki di Padangsidimpuan hingga hamil dan Rimma terpaksa nikah lari ke Medan sebab orangtuanya tidak setuju Rimma kawin di kampung. “Sekarang Rimma Lubis sudah melahirkan, Bang,” ujar Eti pada Hr yang direkam Hr di Hp-nya.

    “Ini nomor Hp Rimma, Bang. Boleh abang ngomong ama dia,” tambah Eti lagi.

    Yang aneh dan lucunya, karena Eti ini kerap minta ditelpon pukul 24.00 Wib ke atas, kepada lawan jenisnya via HP – dia selalu membisikkan dengan nada romantis, “Bang jangan ngomong kuat-kuat, Eti lagi ngintip ayah sedang main dengan mama, nafsu Eti Bang lihat mereka gitu seksi dan romantis,” demikian rekaman suara Eti yang diperdengarkan Hr kepada wartawan.

    “Ayok Bang jemput Eti besok, atau kirimi Eti duit untuk ongkos supaya Eti datang nurut Abang …kirimi ya Bang cepatin. Eti orang miskin Bang, makan aja susah. Tiap ada pesta di Batangtoru Eti selalu kerja cuci piring dan nggak pernah pacaran. Eti Demi Tuhan masih perawan, cantik dan jujur, Bang,” lagi-lagi wanita ini memelas dengan suara disendu-sendukan sebagaimana yang terekam di HP Hr.

    Dan nara sumber yang lain Gj pada media ini juga mengaku pernah dihubungi Eti siang dan malam minta ditelpon “Kadang isteri saya yang angkat telepon wanita yang ngaku warga Batangtoru ini. Saya heran kok darimana dapat dia nomor hp saya,” cetus Gj bingung.

    “Eti itu selalu menanyakan tiap ditelpon, di mana abang ne. Isteri abang lagi dimana? Oh ya Bang, pulsa Eti udah habis, tolong ya Bang kirimi Eti pulsa lima ribu boleh Bang,” ungkap Gj menirukan suara Eti.

    “Yang anehnya lagi, demikian kata Gj, Eti gemar mengirmkan fotonya kepada lelaki dengan foto yang berbeda, ini cewek betul-betul nekad dan sudah terbiasa berhasil nipu banyak laki-laki!” ungkap Gj seraya memperlihatkan tiga buah foto wanita ini yang berbeda.

    “Induk ayam bersama anak ayam mati karena lupa Eti kasih makan dan nutup kandangnya, lantas ayah tiri saya langsung menampar dan menendang saya, hingga saya terjatuh, Bang,” kata Eti lagi pada Hr bernada sedih.

    “Sewaktu saya mau berangkat Senin malam lalu guna mendatangi Abang, mama saya ditinju ayah dan saya disepaknya, sehingga sakit pantat saya, Bang,” tambah Eti sambil menangis sunguk-sungukkan.

    “Saya takut ama ayah, kami diusir dari rumah jika saya tetap berangkat nurut Abang,” lanjut Eti.

    Aneh dan terbuktinya wanita ini bohong dan penipu adalah, rumah yang ditempatinya bersama ibunya itu adalah rumah abang kandungnya yang bernama Fahli – yang kata Eti si Fahli itu sekarang sudah kawin di Medan (saat mau kawin itu Fahli sempat meminjam uang Eti Rp 600 ribu untuk beli pakaian pengantin, uang itu adalah pemberian pacarnya Hr). Karena menurut adat istiadat Batangtoru, rumah adalah dikuasai oleh saudara laki-laki. Jadi keterangan Eti sudah paradok, karena “Rumah itu rumah ayah tirinya bukan rumah Fahli yang sekarang bekerja bawa ikan asin di Medan Baru,” kata Eti pada Hr.

    “Lho kacau balau wanita ini bikin alasan,” ujar Hr tersenyum.

    “Eti pintar Bang, di kelas Eti rangking satu, apa hadiah yang akan abang berikan pada Eti. Itu si Rimma Lubis sering nyontek atau saya bantu dia dalam mengerjain PR,” kata Eti pada Hr yang disampaikan pada wartawan.

    Dengan menggunakan kartu HP Nomor 087891211684 tiba-tiba Hr mendapat SMS dari wanita penipu ini yang isinya: “Hei teroris jangan ganggu Eti ya… dia isteri saya ….nanti saya bunuh kau hey anjing…babi. Saya suruh tembak kamu dengan Densus 88!”

    Karena ingin pasti apakah SMS itu benar datang dari Eti yang selama ini selalu dibantu Hr biaya sekolah dan membeli mukena, berobat ibunya, beli rokok dan baju koko ayahnya pada terkejut. “Nomor kartu 087891211684 sudah terlalu sering digunakan Eti bicara dan smsan dengan saya …lantas kok kali ini SMS Eti kek gitu? ujar Hr pada pers.

    Langsung saja Hr membel nomor 087891211684 tapi tidak diangkat, Eti malah HP dimatikannya. Tak lama kemudian masuk lagi SMS Eti yang bunyinya: “Jangan ganggu isteri saya ya. Awas kau anjing dan babi!” tapi HP langsung kembali mati.

    Besoknya Eti kembali kirim SMS pada Hr tapi dengan nomor yang lain (533301008914534) – isi pesan singkat Eti itu antara lain: ” Maaf bang Hr…semalam itu bukan sms Eti tapi Bang Iwan – suami Kak Putri dipakeknya Hp Eti saat Eti tertidur. Hp Eti cas di ruang tamu, lalu suami Kak Putri mengirim sms pada abang. Dia abang Iwan cemburu Eti pacaran ama bang Hr…” alasan Eti pada Hr

    Membaca SMS Eti itu, Hr bingung dan mulai tidak percaya serta curiga bahwa Eti memang wanita penipu dan punya banyak kartu dan sengaja bersandiwara menipu laki-laki yang bisa dia tipu!

    Sungguhpun demikian, perbuatan wanita yang katanya rajin ngaji dan shalat serta mengaku tinggal di Dusun Sitinja Batangtoru, Sipirok, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Sumut, yang Sekretaris desanya bernama Rudi ini – perlu segera ditangkap oleh pihak keamanan demi menghambat agar perbuatan wanita ini tidak semakin meluas menipu laki-laki!

    Sebentar tadi, Senin, 17 September 2012 wartawan media ini berhasil bicara (konfirmasi) dengan Eti, katanya dia sekarang sudah di Bukittinggi bersama ibu dan Uwaknya dalam sebuah keperluan mengunjungi saudaranya di Bukittinggi (Sumbar).

    “Baru saja Eti tiba pagi tadi dari Padangsidimpuan,” kata Eti.

    Eti juga menjelaskan dia bukan menipu lelaki yang berinisial Hr, tapi sepulang dari Bukittinggi Eti akan menjumpai Hr. “Kami pasti menikah, sabar saja, Eti akan datang menjumpai Bang Hr,” ucap Eti dengan nada serius. Benarkah?

    IBU ETI LATIFAH HANUM SIMATUPANG MENANGIS MINTA MAAF

    Siang tadi Selasa, 25 September 2012 sekitar pukul 16.15 Wib, Hr menelpon Eti dan Eti mengangkat serta mengakui dia kemarin, Senin pagi 24 September 2012 tiba di Padangsidimpuan dari Bukittinggi bersama ibunya, Latifah Hanum Simatupang.

    Karena Hr kurang percaya pengakuan Eti itu, lantas lelaki yang sudah puluhan juta berkorban demi Eti ini minta supaya ibu Eti Latifah ngomong dengannya.

    “Maafkan ibu Nak, uang yang Rp 1 juta 500 ribu ongkos Eti yang Nak Hr kirimkan itu sudah ibu pakai untuk pembayar hutang ibu di Bukittinggi….ng…ng…ng…,” suara Latifah Hanum terdengar tersedu-sedan. Wanita yang punya nomor rekening BRI Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan 533301008361537 itu betul-betul menangis sambil minta maaf kepada Hr pacar anaknya, Eti. “Maafkan kami ya Nak Hr?!” ulang Latifah lagi makin keras suara tangisnya. Hr sempat merekam suara wanita itu.

    “Jadi waktu kita ngomong dulu, kenapa nggak mau Mama berterus terang mengatakan Mama itu ada hutang di Bukittinggi?” tanya Hr.

    “Mama malu padamu Nak Hr,” jawab Latifah.

    “Menurut Eti, memangnya betul Mama itu ada pinjam cincin emas famili di Bukittingi seharga Rp 2 juta 500 ribu?” tanya Hr lagi.

    “Betul Nak, mama pinjam tapi cincin emas itu sudah ibu jual,” sahut Latifah via hympon.

    “Kenapa Mama jual” tanya Hr lagi.

    “Untuk biaya hidup kami, untuk kami makan sehari-hari…ng…ng…,” suara tangis Latifah Hanum Simatupang makin keras. Nadanya sangat beriba-iba.

    “Sekarang baru ibu bayar Rp 1 juta yaitu ibu bayar dengan duit yang Nak Hr kirim pada Eti untuk ongkosnya, tinggal Rp 1 juta 500 lagi hutang kami pada famili di Bukittinggi,” lanjut Latifah.

    “Dulu kenapa Mama tidak mau berterus terang bahwa ayah tiri Eti tidak mengizinkan Eti berangkat mengikuti Hr. Padahal Mama sendiri yang bilang ayah Eti sudah izin. Bukankah Mama juga sama membohongi saya?” ujar Hr tegas.

    “Ya Mama salah maafkan kami ya Nak Hr,” jawab Latifah.

    Mendengar jawaban Latifah Hanum Simatupang – ibu Eti Herawati Boru Regar itu, Hr bergumam dalam hati, benarlah Sabda Rasulullah SAW, bahwa wanita itu sulit untuk diluruskan, karena wanita tercipta dari tuluang rusuk kiri Adam yang bengkok. Lebih ekstrimnya, sebagian ulama memepertegas bahwa untuk meluruskan sifat dan tabiat wanita sama seperti sulitnya meluruskan ekor anjing! Na’udzubillahi mindzalik!

    Betapa tidak, demikian pikir Hr dalam hati, sejak Eti kelas 2 SMA Negeri 7 Batangtoro, Hr banyak membantu Eti tentang biaya pendidikan. Dari beli HP, rok seragam sekolah dan sepatu Eti yang robek diganti yang baru oleh Hr hingga membayar uang sekolah Eti sejumlah lima bulan serta beli mukena (perangkat shalat) sampai kue dan baju hari raya Eti, bahkan termasuk baju mama dan ayah tiri Eti dibelikan oleh Hr. Juga rokok ayahnya Gudang Garam Surya 16 dan rokok Gunung Mas.

    Bukan itu saja, lagi-lagi Hr bergumam sendiri, pulsa HP Eti selama dua tahun selalu diisi oleh Hr serta sudah 11 kali ongkos Eti dikirim oleh Hr yang jumlahnya tak kurang Rp 10 juta namun Eti tidak juga kunjung datang ke kota Hr.

    Sebelum puasa Juli 2012 lalu Eti minta pada Hr dikirimi ongkos Rp 1 juta 200 ribu dengan janji dan sumpah Demi Allah Eti pasti datang ke kota Hr untuk menikah. “Demi Allah, demi Para Malaikat, demi Para Rasul Eti pasti datang Bang untuk menemui Abag!” ungkap Eti pada bulan Juli 2012 lalu.

    Karena lembu atau kerbau yang dipegang tali hidungnya, dan manusia yang dipegang ngomong, janji dan sumpahnya, maka Hr percaya sehingga Hr pun secara tulus mengirimi Eti uang untuk ongkos sebesar Rp 1 juta 200 ribu melalui rekening Rimma Lubis di Padangsidimpuan dengan nomor rekening: 533301008914534.

    “Eti pasti datang Bang mau dekat puasa ini. Dan kita menikah, makanya segera Abang transfer duit sebesar Rp 1 juta 200 ribu besok ya Bang?!” kata Eti waktu itu.

    Nah, setelah uang dikirim ke rekening Rimma Lubis, namun Eti tidak juga berangkat dengan alasan 7 hari raya saja dia berangkat. “Sabar Bang, Eti tidak jadi berangkat, seminggu Hari Raya Eti datang Bang,” demikian alasan Eti lagi-lagi berbohong dan menipu pacarnya Hr.

    Dalam sebulan penuh pada bulan Ramadhan Hr dan Eti selalu bertengkar karena HP Eti selalu sibuk di saat kaum muslim shalat tarawih, bahkan hingga larut malam, hingga pukul 03.00 Wib dini hari.

    Hr kerap memaki-maki wanita pembohong dan tukang gombal ini. Bukan saja tukang gombal tapi Eti yang berpura-pura bersuara lembut dan polos ini sangat pintar membbuat alasan yang mana alasan yang dilontarkannya itu kadang-kadang tidak masuk akal dan sering dia rekayasa. Maklum saja, bicara via hympon tentu peluang untuk membohongi lawan bicara cukup terbentang lebar, apalagi dasarnya memang tukang tipu, tentu sangat gampang ngarang dan merekayasa orang lain demi uang.

    “Bang tolonglah kirim duit lagi untuk ongkos Eti berangkat ke kota abang, sekarang kan sudah mau seminggu menjelang lebaran,” rengek Eti kepada pacarnya Hr.

    “Apakah Eti nggak bohong lagi, betul Eti berangkat?” sahut Hr tulus dan jujur.

    Setelah seminggu lebaran, Hr mengirim lagi uang sebesar Rp 1 juta 500 ribu ke rekening Rimma Lubis. Tapi Eti tak juga kunjung datang.

    “Eti sekarang lagi di Bukittinggi, Bang dengan mama!” sahut Eti ketika bicara dengan pacarnya Hr.

    Sepulang dari Bukittinggi Eti bicara dengan Hr via HP bahwa dia tidak bisa berangkat karena uang ongkos sudah terpakai membayar hutang ibunya di Bukittinggi.

    “Ya Nak, maafkan ibu Nak Hr…uang Eti sudah mama pakai bayar hutang kepada saudara kami di Bukittinggi…ng…ng…!” ujar Latifah Hanum Simatupang pada Hr sembari menangis.

    Menurut pengakuan ibu Eti, Latifah Hanum Simatupang kepada Hr, dulu ia pinjam cincin saudaranya di Bukittinggi seharga Rp 2 juta 500 ribu. Cincin itu lantas ia jual untuk belanja sehari-hari. Karena sudah lama cincin itu belum juga dikembalikan maka saudaranya yang di Bukittinggi marah-marah, justru itulah dipakai uang pemberian Hr oleh Latifah Hanum Simatupang. Entah iya entah tidak itu cerita Latifah.

    Namun demikian, Hr tetap percaya, apalagi Eti mengaku sisa ongkos yang dikirim Hr sebagian sudah dibelinya pakaian dan jajannya sehari-hari. Anehnya, entah Hr ini terlalu bodoh entah terlalu cinta, ia kembali mengirimi uang Rp 500 ribu lagi demi Eti asal berangkat ke kotanya.

    Setelah uang Rp 500 ribu dikirim, Eti tidak juga jadi berangkat. Alasannya ayah tirinya, Joni marah-marah dan tidak mengizinkan Eti pergi dari rumah.

    “Kalau kau berangkat juga akan saya potong kakimu!” demikian ancaman ayah tirinya, Jhoni kepada Eti sebagaimana yang disampaikan Eti kepada Hr.

    (Tim)
    Bersambung

  2. Lanjut bang morniff……kita hanya pro rakyat….karena kita juga merupakan bagian rakyat Tapsel…sudah saatnya KEBENARAN…dipertahankan…untuk menumpas kezholiman….

  3. Soal wellcome tambang rakyat boleh pasif, tapi hal save pembuangan limbah tambang dah ada aturannya Permen LH/Ka Bapedal No. 8 Tahun 2000 rakyat berHak pro-aktif ikut menentukan sejak perencanaan, perumusan sampai ke pemutusan lokasi pembuangan limbah. Jadi sumber/dasar/akar konflik adalah Hak Rakyat utk pro-aktif ikut sejak menentukan sampai ke pemutusan lokasi pembuangan limbah telah “dirampok” Agincourt bersama Pemkab Tapsel. Makanya tak usah cerita melambung meleak-leak kesana-sini ttg segala macam dalih kilah limbah tak berbahaya, negara/pemerintah daerah untung dlsbnya, utk jadi propaganda meredam konflik.
    Kembalikan dulu Hak Rakyat utk ikut menentukan kemana lokasi pembuangan limbah, duduk-bersama semua stakeholder kaji ulang dari awal utk memutuskan kesepakatan bersama kemana (air sisa kata Agincourt) limbah dibuang. Dan bukan spt yg terjadi belakangan ini, rakyat dicekoki diindoktrinasi bahwa cukup Agincourt, Pemkab, Pemprop dll elite penguasa yg berfikir, merencanakan, memutuskan lokasi pembuangan limbah, sementara rakyat mau dipaksa duduk-manis dibawah todongan ratusan senjata api polisi dan tentara utk nrimo pasrah bertaqlid mengamini pembenaran sepihak penguasa plus kroninya.
    Sekali lagi, kembalikan dulu hak rakyat baru kombur angan yg lain, titik !

  4. Para sahabat: parinduri, daulay, hutasuhut serta kaum famili di batang toru.
    Pertama, pabrik atau industri, bagaimana pun pasti mengeluarkan limbah.
    Kedua, limbah pasti berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.
    Ketiga, karena itu yang tertenting limbah MESTI dikendalikan, diolah atau di-treatment hingga mencapai baku-mutu tertentu yang menjadikannya tidak berbahaya lagi,
    Keempat, msyarakat HARUS diberitahu apa saja limbah berbahaya itu, bagaimana pengendaliannya, dan bagaimana limbah itu tidak berbahaya lagi,
    Kelima, masyarakat mesti diberi akses ikut MENIKMATI kue investasi itu melalui berbagai mekanisme (pekerja, mitra-usaha, CD). Masyarakat tidak boleh hanya jadi penonton.
    Keenam mesti ditetapkan SAtU pihak yang BERTANGGUNG JAWAB terhadap pelaksanaan semua kepatutan diatas, bisa saja ditunjuk SKPD tertentu atau dibentuk TIM INDEPENDEN (tentu mesti kredibel) yang akan meng-handle segala complain atau keluhan masyarakat.

    Sepanjang industri bersedia menjamin:
    (a) limbah tidak membahayakan,
    (b) masyarakat menperoleh akses untuk ikut mendapatkan manfaat,
    maka……. investasi hendaklah dipertahankan. Sebab, investasi berperan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Gak ada manfaatnya kita kaya sumber daya alam kalau tidak bisa diolah menjadi barang yang dapat dimanfaatkan. Kalau kita kurang modal, teknologi dan manajemen tentu kita mesti bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki. Kata kunci: Welcome tetapi mesti save!
    HD

  5. Kepada saudara2ku di batang toru….minta sama DPR agar dalam pembahasan masalah pembuangan limbah….buka Master Plan / Buku Biru yang sudah disepakati bupati yang lama ..Ongku P Hasibuan….disitu jelas pembuangan limbah setelah proses hasil akhir…berada pada tingkat aman…bukan seperti yang mau mereka buat sekarang…ada pemotongan budget…sehingga akan menimbulkan dampak lingkungan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan masyarakat….selamat berjuang….Kebathilan akan kalah oleh kebenaran….

  6. salam sejahtra buat saudaraku semua di batang toru,

    kalau kita bicara masalah limbah sama dengan sisa kotoran/sampah ,jadi tidak ada kata lain bahwa limbah itu bersih.kalau memang limbah proses pertambangan bersih kenapa tidak di fungsikan saja airnya? dan kenapa pihak perusaha,an harus ngotot membuang limbah nya ke sungai ?” sememntara masyarakat sendiri sudah jelas menolak limbah tersebut untuk di buang ke sungai.dimana kebijaksana,an pemerintah dan anggota DPR tapsel ? ditambah lagi dengan adanya personil brimob dan alat perangnya diparkir di desa telo untuk menakut-nakuti masyarakat …kita sudah merdeka ,,demokrasi itu perlu bung,,sudah jelas kita menolak kenapa harus memaksakan kehendaknya..jangan salahkan masyarakat membakar mobil dan pipanya.tolong lah pemkab dan anggota DPR agar arif dan bijaksana menanggapinya,jangan mau ambil keuntungan pribadi saja dibiarkan masyarakatnya jadi korban.

  7. Saudara2ku yth.

    Industri memang berpotensi melahirkan limbah negatif. Benar tidaknya ada limbah negatif dibuang ke Sungai Batang Toru, memerlukan penyekidikan dan memakan biaya, waktu dan kejujuran.Contoh harus diambil ditempat yg dicurigai, dan diperiksa dilaboratorium ( USU misalnya). Rekomendasi Lab akan menjadi acuan- ada pencemaran atau tidak. Rakyat yg keberatan memang harus diikut sertakan, biar mereka lihat dengan jelas.

    Pembuangan ke lautpun tidak menyelesaikan masalah, karena Nelayanpun akan keberatan karena mungkin ikan akan lari atau mati.

    Yg paling benar Limbah Perusahaan harus diolah dulu dengan jujur dan bertanggung jawab, oleh Perusahaan ditempatnya sendiri, sesuai AMDAL, baru boleh dibuang.

  8. Pasyirudin Daulay nampaknya memang dasar bagian dari elite regional penguber rente, pola persepsi uniformitas rakyat tak perlu ikut berfikir tak usah ikut ngatur cuma pantas dicekoki sosialisasi hal-hal yg sudah dirumuskan sepihak para elite secara non partisipatif. Yang koor aklamasi pura-pura bego nggak tahu Peraturan Menteri LH/Ka Bapedal No. 8 Tahun 2000 Tentang Hak Peranserta Masyarakat Terkena Dampak Tambang Dalam Penyusunan Amdal.
    Hampir semua elite berandai-andai profit rente yg mau diraih, dan beranggapan bahwa rakyat menolak hanya karena kurang ngerti, serta perlu diindoktrinasi oleh elite yang lebih tahu.
    Namun hampir semua elite juga ngelak membahas alas hak dasar hukum pembuangan limbah ke hulu Sungai Bt Toru yg hingga kini tetap tak jelas.
    Hallo tuan-tuan penguasa di kabupaten, propinsi dan pusat jangan berilusi konflik akan tuntas usai, propaganda berbungkus kata semantik sosialisasi format apapun takkan menjinakkan rakyat utk pasrah taqlid nrimo, selama hak rakyat utk ikut menentukan dan memutuskan tidak kalian pedulikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*